5 Sisi Kelam di Balik Perilaku Pamer Kesempurnaan Tubuh, Pekerjaan Mapan, dan Harta Melimpah

Banjirembun.com - Sisi gelap manusia siapa yang tahu. Baik itu kekelaman di masa lalunya maupun sisi kelam sekarang ini yang masih disembunyikan erat. Di mana, terlihat bersih dan sempurna tanpa cela. Akan tetapi, sejatinya itu "terwujud" karena tak diketahui saja borok-boroknya kecuali oleh orang tertentu. Kalau sudah terang benderang pasti hilang selera seketika yang melihatnya.


Di balik ketenaran, keterkenalan, atau kepopuleran dalam level "lingkaran" kecil hingga tingkat luas nasional ternyata terdapat kotoran dan kehinaan. Begitu pula nampak mampu pamer tubuh indah, pekerjaan mapan, dan harta melimpah kenyataannya di balik itu ada kesalahan pilihan hidup yang mengerikan. 


Perilaku pamer tanpa disertai introspeksi kemampuan diri memang masih jadi kebiasaan yang dianggap wajar di Indonesia. Memang sih tak semua tindakan pamer itu jorok. Tentang itu, lebih lengkapnya silakan buka tautan ini Akibat Buruk Perilaku Pamer Kesempurnaan Tubuh, Pekerjaan Mapan, dan Harta Melimpah.


Tidak cuma pamer pada keluarga, tetangga, komunitas (organisasi, hobi, alumni, dan lain-lain), seprofesi, dan selevel strata sosialnya. Melainkan pamer pula pada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu (kenal atau tidaknya) di media sosial maupun dunia nyata. Semua itu sama buruknya ketika hanya ingin unjuk diri tanpa tujuan mulia.


Inilah sisi gelap di balik perilaku pamer kesempurnaan tubuh, pekerjaan mapan, dan harta melimpah:


1. Hasil Berhutang dan Menyewa

Pebisnis yang suka pamer bisnisnya untuk tujuan gagah-gagahan (bukan promosi agar laku terjual) biasanya modalnya dari berhutang. Bahkan, pebisnis yang mainnya elegan pun tak jarang yang terbebani cicilan perbulan. Jarang sekali ditemukan pedagang yang menjalankan bisnis tanpa disertai pinjaman. Kalau ada mungkin sistemnya kerja sama atau bagi hasil.


Di sebelah lain, ada juga guna mempunyai tubuh sempurna mau berisiko berhutang. Padahal, berpakaian dan berdandan biasa saja sebetulnya sudah menawan. Berhubung merasa kurang akhirnya operasi plastik, sedot lemak, konsumen suplemen kecantikan, sampai beli peralatan make up mahal. Entah untuk apa dan untuk siapa rela berkorban sedemikian ngototnya.

Ilustrasi perbuatan pamer

2. Bersumber dari KKN

Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dapat melahirkan "semangat" pamer. Sebaliknya, karena sudah berniat hendak pamer di awal akibatnya memutuskan KKN. Supaya dapat pekerjaan layak akhirnya pakai jalur keluarga yang menjadi hak istimewa untuk diprioritaskan (kolusi). Adapun bagi orang luar menggunakan langkah nepotisme (menyuap).


Nah, setelah terjun basah ke bidang pekerjaan membuat tangan pun mulai gatal. Ambisi mengeruk keuntungan lebih banyak dilakukan. Akhirnya, tindak korupsi dan pungutan liar (pemerasan) diterapkan. Boleh dikatakan salah satu faktor pendorong KKN ialah gejolak ingin pamer harta melimpah dan pekerjaan mapan yang disandang.


3. Perolehan dari Menzalimi

Penipuan, perampokan, pencurian, mengelabui, menindas, dan bisnis gelap merupakan beberapa contoh perbuatan zalim demi memperoleh harta. Oleh sebab Itu, jangan heran ada pabrik yang buang limbah sembarangan serta memalsukan produk. Apalagi tujuannya kalau bukan mendapatkan untung sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya.


4. Prostitusi

Industri prostitusi merupakan salah satu sisi kelam dari peradaban manusia yang sudah ada sejak zaman kuno. Hampir di semua pusat kebudayaan besar terdapat lokalisasi prostitusi. Namun, untuk era sekarang ini jual-beli kehormatan diri lebih modern. Tentunya, makin aman bagi privasi konsumen pengguna jasa gigolo dan perempuan tuna susila.


5. Mengorbankan Kebahagiaan, Keharmonisan, dan Kesehatan

Kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri serta keluarga merupakan segalanya. Berdalih untuk hemat tega mengorbankan kebutuhan konsumsi makanan sehat dan bergizi. Sehari-hari lebih pilih kerap makan mie instan. Serta, gemar minuman sachet dan bersoda agar terlihat gaya. Ditambah lagi, kerja keras mati-matian bagai kuda hingga larut malam.


Baca juga: Tiga Alasan Seseorang Tidak Mau Pamer di Media Sosial


Parahnya lagi, keharmonisan keluarga retak disebabkan orang tua dan anak dewasa terlalu fokus pada materi. Bahkan, nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa tega dipertaruhkan demi harta. Intinya, orang yang suka pamer mengakibatkan terbentuknya sifat egois. Ingin menonjolkan diri dan kelompoknya dengan cara menginjak manusia selain mereka.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece