Tiga Alasan Seseorang Tidak Mau Pamer di Media Sosial

Banjirembun.com - Memang benar bahwa tidak semua pamer itu bersifat buruk. Sebab ada hal-hal tertentu memang harus dipamerkan. Sebut saja misalnya seorang pedagang tentu mesti memamerkan keunggulan produknya supaya calon pembeli tertarik.

Kunjgi situs terbaik 2021 yaitu


Tak cuma itu, seorang pendakwah atau tokoh agama tentu mesti menunjukkan amal baiknya. Supaya para pengikut atau orang yang ingin diajak ke jalan kebaikan meniru amal saleh yang dilakukan. Dengan itu, dapat jadi suri teladan yang baik.

Baca: 5 Alasan Orang Sering Pamer di Media Sosial


Sayangnya, masih ada orang yang enggan memamerkan sesuatu kebaikan menurut ajaran agama. Alasannya takut terkena dosa riya'. Padahal perilaku pamer itu justru kadang berefek positif bagi orang yang membaca dan menonton.


Setidaknya ada 3 alasan orang tak mau pamer di medsos.


1. Tidak Memiliki Konten untuk Dipamerkan

Ibadah tidak pernah, pakai baju muslim tidak pernah, dan punya harta "wah" juga tak punya. Alhasil memutuskan untuk menghindari pamer bukan lantaran takut dosa, tapi disebabkan nihilnya konten atau sesuatu untuk dipamerkan.


Tatkala di kemudian hari ada uang lebih tentu barangkali bakal beli sesuatu untuk dipamerkan. Serta ketika ingin mengambil hati masyarakat bakal rela memakai pakaian islami untuk mengambil simpati mereka. Jadi, ada modusnya.


2. Menjaga Perasaan dan Hubungan

Keputusan mencegah diri dari perbuatan pamer bisa beralasan karena ingin menjaga perasaan keluarga, teman, dan orang lain. Menahan diri untuk tidak membeli barang mewah demi agar orang yang melihat tidak dengki.


Bukan berarti tipe orang seperti di atas merupakan kaya raya yang hendak tampil sederhana. Bisa saja ia jago menempatkan diri. Ketika bersama orang-orang "besar" di sebuah pesta mereka tampil glamor. Namun, saat bersama orang dekat lebih membumi.

Ilustrasi pamer makanan di medsos (sumber gambar pixabay)


3. Pamer Tidak Dijadikan Alat Membahagiakan Diri

Perilaku pamer mungkin bagi pihak tertentu dijadikan alat utama dalam membahagiakan diri. Merasa lega dan puas tatkala sudah memamerkan apa yang dipunyai. Adapun bagi yang lain, pamer bukanlah cara mencari pengakuan publik.


Ada individu yang memang tidak butuh perhatian dan pujian dari orang lain guna mendapat kebahagiaan. Sebab kelezetan dan kenikmatan mekarnya hati diraih bukan dengan cara menunjukkan keunggulan diri. Melainkan iman dan taqwa.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)