Tanda-tanda Istri Sungguh Cinta dan Tulus pada Suaminya

Banjirembun.com - Memang benar suatu hubungan nikah diselanggarkan wajib diniatkan untuk ibadah dan mencari rida Allah SWT. Meski sebelumnya mereka tak ada rasa cinta satu sama lain. Tetap diharuskan meluruskan niat suci pernikahan.


Tatkala niat awal membangun rumah tangga sudah salah, ditambah lagi ternyata pasangan tak ada rasa cinta, itulah suatu bencana. Hubungan halal bukannya menentramkan jiwa, justru yang terjadi gemuruh dalam hati tiada henti.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan menikah lebih baik pastikan dulu apa calon pasangan sudah benar-benar cinta dan tulus. Ketahui tanda-tanda calon istri tulus mencintai calon suaminya sebagai berikut.


1. Pemaaf

Seberapa banyak dan besar kesalahan, asalkan bukan yang fatal (tindak pidana atau dosa besar), seorang cewek yang cinta pada pria bakal mudah memaafkan. Walau mungkin ada rasa kecewa tapi itu tidak dapat mengalahkan rasa cintanya.


Sikap memaafkan cewek yang cinta bakal dilakukan berkali-kali. Tak peduli saat diulang kembali. Dia selalu memberi kesempatan untuk memperbaiki. Dia tidak fokus pada kekurangan dan kesalahan. Melainkan usaha dan kebaikannya.


2. Mendekatkan Suami pada Keluarga dan Teman Kerjanya

Istri yang cinta pada suami tidak cuma dianjurkan menjalin hubungan baik pada orang tua suami. Lebih dari itu, ia juga bakal bangga dan senang mendekatkan suami pada keluarga besarnya. Menunggulkan posisi suami di mata keluarganya.


Hal penting lain yang tak boleh ditinggal, seorang istri pekerja (berkarir) mesti juga mengenalkan suami pada teman-temannya. Serta tentunya akan bangga dan semangat di waktu menceritakan bagaimana keadaan suaminya pada teman.


3. Rela Mengorbankan Waktu

Istri yang cinta suami yaitu saat dichat, ditelepon, maupun dipanggil secara lisan langsung cepat merespon. Sebab baginya waktu menonton TV, buka internet, atau hal lainnya tak lebih berharga ketika digunakan untuk melayani suami.


Dia rela meninggalkan pekerjaan di kantor hanya karena ingin liburan atau wisata bersama. Lebih dari itu, bentuk pengorbanan tersebut merupakan bentuk keseriusan dia dalam menjaga ikatan. Suami adalah hal penting dalam hidupnya.


4. Menerima Kenyataan

Terkadang angan-angan sebelum nikah tak sesuai dengan kenyataan. Ternyata karakter suami tak seperti yang diperkirakan sebelumnya. Kadang muncul tingkah yang menyebalkan sehingga butuh penyesuaian.


Istri yang cinta, akan tetap bersikap baik dan penuh sabar dalam menghadapi sikap absurd (konyol) suaminya. Bahkan meskipun terkadang marah pada suami atas sikap tersebut, pada akhirnya ia menjadi lunak. Lantas mensyukuri kenyataan hidup.


5. Mendukung Impian Suami

Istri yang cerdas tahu apa yang terbaik untuk kebahagian suaminya. Rasa cinta yang tulus membuatnya bakal memberi keleluasaan suami untuk menggapai impian. Meski tak mendukung secara finansial tetapi dari segi moral sangat aktif terlibat.

Suami yang sedang mengalami frustasi atau depresi akibat kegagalan yang dialami tak akan membuat istri kecewa. Malah ia semakin tergugah untuk menyemangati, membuat suami tenang, hingga memberi bantuan dalam bentuk lain.


6. Tetap Bertahan di Masa Sulit

Ada kalanya kehidupan manusia seperti roda. Kadang posisi di atas atau sebaliknya terjatuh ke bawah. Perempuan yang benar-benar cinta tidak akan lari maupun menjaga jarak dengan suaminya yang sedang dirundung musibah.


Istri yang cinta tetap akan berada di sampingnya. Bukan untuk menuntut atau meminta suami agar segera menyelesaikan urusan rumitnya. Akan tetapi bertujuan menghibur. Syukur-syukur kedekatan istri itu dapat menginspirasi suami dalam memecahkan masalah.


7. Bersikap Keibuan

Kasih sayang ibu pada anak umumnya sungguh luar biasa, tulus, dan penuh kasih sayang. Suami akan dirawat selayaknya seorang ibu yang ingin memastikan anaknya tetap sehat dan bahagia. Kadang kondisi diri luput dari rawatan.


Naluri keibuannya membuat suami merasa nyaman, tentram, dan damai. Ketika istri dipeluk terasa mengangenkan. Sebab dalam pelukan itu terselip tutur kata sopan dan penuh canda. Dekapannya bukan nafsu belaka. Akan tetapi penuh rasa cinta.


8. Tidak Mengatur-atur

Perempuan yang serba mengatur suaminya sesungguhnya dia tidak tulus. Sudah barang tentu tujuan "mendekte" pasangan yaitu ingin memuaskan ego sendiri. Tanpa peduli bagaimana kebutuhan suami untuk berkarya dan aktualisasi.

Ilustrasi istri yang cinta dan tulus pada suami (sumber gambar dari pixabay)

Sikap posesif (mengatur, melarang, atau membatasi secara berlebihan) seorang istri merupakan bentuk menang sendiri. Ia lebih ingin menjadikan pasangan sesuai aturannya. Walau mengaku itu wujud cinta, sungguh itu cuma retorika (alasan).


9. Rasa Peduli yang Tinggi

Sikap peduli tidak hanya berupa tindakan memberi atau melayani. Melainkan pula penuh perhatian, memastikan tak terjadi hal buruk pada suami, serta sikap pantang menyerah dalam upaya meninggikan posisi pasangan.


Tangannya akan terasa ringan tatkala digunakan guna membantu suami dalam meniti masa depan cerah keluarga mereka. Cinta istri tidak dibagi dua. Begitu pula jiwa kepeduliannya tak terbagi-bagi kecuali pada anak mereka.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Contoh Visi dan Misi Pribadi