Diam Adalah Hal Terbaik yang Harus Dilakukan, Terutama Pada 5 Hal ini

Banjirembun.com - Diam adalah emas. Ungkapan tersebut sangatlah benar. Dalam artian bukannya diam sepenuhnya tanpa bicara sama sekali. Akan tetapi lebih memilih diam untuk berbicara pada hal tak faedah. Cukup mengucapkan hal penting saja.


Orang diam lebih terlihat berbobot dari pada yang banyak omong. Kecuali yang banyak omong itu memang benar-benar menguasai keilmuan apa yang dibicarakan. Tong kosong nyaring bunyinya. Maksudnya, orang banyak omong bertanda tak ada isinya.

Inilah alasan mengapa diam lebih baik dilakukan terutama pada 5 hal berikut:


1. Bicara yang Tak Tahu Ilmunya

Banyak bicara walau berniatan baik juga bukan hal bijak. Sebab, tujuan baik dan penuh semangat saja dalam menyampaikan kemuliaan tidaklah cukup. Mesti ada kemampuan lain yang dimiliki. Salah satunya yaitu kedalaman ilmu. 


Lebih baik diam dari pada bicara maupun menulis sesuatu yang tak punya ilmunya. Lebih baik menghindari membuat status dan berkomentar di media sosial yang bersifat menggurui, menasehati, atau meluruskan atas kesalahan yang bukan bidang ilmunya.


2. Bicara Tapi Tidak Meneladani

Diam adalah emas. Namun, bertindak baik adalah berlian. Diam saja tanpa disertai berbuat kebaikan mungkin dari satu sudut merupakan keburukan. Kendati demikian, ternyata itu jauh lebih baik dari bicara tapi tidak mencontohi.


Orang yang meminta pada orang lain untuk bersabar menghadapi musibah seharusnya ia pernah berperilaku sabar. Orang yang mengajak bersedekah semestinya pernah mencontohkan lebih dulu. Oleh sebab itu, dalam bertutur kata janganlah hanya pintar mengatur kata tapi kosong dalam tindakan.

3. Bicara Tentang Privasi

Privasi harus dilindungi. Mengumbarnya berarti seperti bertelanjang di depan umum. Janganlah disebarluaskan. Baik dalam bentuk dialog lisan maupun lewat tulis. Lagi pula orang lain belum tentu juga bakal membela. Justru menjerumuskan.


Baca: 3 Tindakan yang Diperintahkan Agama Saat Dicaci Maki, Dimarahi, dan Dihina


Tidak semua cemoohan, fitnah, serta hinaan orang lain dijawab dengan perkataan. Tidak perlu klarifikasi dengan banyak bicara hal sensitif di media sosial maupun mengobral obrolan. Cukup buktikan dengan kebahagiaan dan kesuksesan diri.


4. Bicara Saat Jiwa Labil

Kondisi pikiran, hati, atau jiwa yang terganggu (emosional0 janganlah diluapkan dalam bentuk banyak bicara. Percayalah saat seperti itu apa yang dikeluarkan lebih banyak keburukan, kerugian, dan sampahnya dari pada sisi positifnya.


Baca: Jangan Berkata dan Bertindak Saat Emosi Seperti 3 Keadaan Ini


Di waktu marah, emosi, kesal, kecewa, sedih, hingga depresi lebih banyak diam merupakan keputusan benar. Gunakan waktu sendiri tersebut untuk merenung, membahagiakan, menguatkan, dan memperbaiki diri sendiri.

Ilustrasi sedang merenung (sumber gambar gratis dari Pixabay)

5. Bicara untuk Menggosip

Gosip itu isinya cuma isu atau prasangka. Bahkan sangat mungkin hoax atau fitnah. Tujuannya beragam. Mulai dari hiburan, bahan bicara, adu domba, sampai merendahkan orang yang dijadikan topik pembicaraan.


Lebih baik diam daripada apa yang diungkapkan bakal menyakiti orang lain. Belum tentu juga itu hal benar. Lebih dari itu dosa dapat pula didapat. Hal terburuk yaitu tatkala orang yang dibicarakan itu menelusuri sumber omongan "pahit". Nah, tentu siapa saja yang ada di "forum" itu bakal ia jauhi.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)