Tiga Level Ujian dari Allah untuk Manusia Beriman, Jangan Mengaku Iman dan Taat Sebelum Lolos Level Ketiga

Banjirembun.com - Ujian bagi umat Islam adalah pemberian masalah, cobaan, atau rintangan dari Allah SWT sebagai pembeda antara orang beriman dengan tidak beriman. Semakin kuat iman seseorang akan semakin tinggi pula ujiannya.


Jangan berharap setelah hijrah dari kesesatan ke jalan benar atau dari kekufuran kepada iman bakal mudah menikmati hidup. Justru di masa perpindahan itulah ujian demi ujian terkadang datang. Kalau lulus akan naik tingkat imannya.

Berikut ini tiga level ujian yang datang dari Allah kepada umat Islam.


1. Masalah Ringan

Allah tidak akan menguji seorang hamba di luar kadar kemampuannya. Jangan bangga atau malah merasa "selamat" tatkala mendapat ujian sedikit dari Allah. Merasa hidupnya bahagia, tanpa gangguan, hingga pikiran selalu merasa tenang.


Selama iman seseorang masih lemah atau kadarnya berkurang tentunya selama itu pula ujian yang dia terima tetap pada level ringan. Ingat, wajib bedakan antara ujian (cobaan), musibah, dan azab. Ujian cuma diberikan pada umat beriman.


Contohnya ada orang yang sedang proses mengawali giat jamaah di Masjid baru satu pekan dijalankan tapi ada cobaan datang. Turunlah gerimis saat azan tiba. Ditambah ada godaan istri "Sedang gerimis abi, di rumah saja."


Kasus di atas merupakan salah satu dari ujian ringan bagi umat Islam yang berniat memperbaiki kualitas iman. Contoh lainnya yaitu hinaan atau cacian dari orang lain. Ketika memakai hijab malah disebut sebagai "cewek munafik".


2. Masalah Sedang

Saat orang beriman sudah lolos melampaui level ujian ringan di atas tentu Allah akan menambahi kadarnya lebih berat lagi. Masalah lebih berat barangkali akan datang padanya. Pada level ini pahala atau penghapusan dosa juga lebih besar.

Ilustrasi level ujian (sumber gambar gratis dari Pixabay)


Misalnya masalah sedang (tingkat menengah) yang dapat dikatakan sebagai bentuk ujian yaitu terkena gangguan kesehatan. Terkena penyakit, terluka, terkena bencana alam, terdampak pandemi penyakit, atau yang semacamnya.


Semua manusia pasti pernah mengalami sakit. Namun, penyakit yang diidap orang beriman bukanlah sebuah azab. Melainkan ujian yang diberikan oleh Allah. Tak cuma itu kesabaran saat sakit dapat mengurangi dosa-dosanya.


3. Masalah Berat

Dua level ujian sebelumnya semua gangguannya berasal dari luar. Sedang pada kategori ujian berat yang ketiga ini masalah yang dihadapi berasal dari diri sendiri. Yakni berupa godaan nafsu, emosi, hingga gangguan-gangguan mental lainnya.


Perjuangan menghadapi diri sendiri memang jauh lebih berat daripada godaan dari luar. Begitu pula cobaan yang berasal dari fisik (nampak) masih kalah berat dibanding dari dalam hati. Masalah yang nampak lebih mudah diatasi karena terlihat.


Perasaan kecewa, pesimis, dengki, marah, hingga dendam merupakan racun di dalam hati. Bila imannya seseorang tidak benar-benar kuat maka akan sangat mudah untuk iri pada kelebihan orang lain. Sebaliknya kalau kuat imannya hatinya bakal terjaga.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece