Menakjubkan! Ini 5 Alasan Kenapa Upaya Pemalsuan al Quran Selalu Gagal Total

Banjirembun.com - Al Quran adalah mukjizat yang diterima nabi Muhammad. Ia senantiasa selalu ada hingga kiamat. Allah SWT sendiri yang menjamin bahwa keaslian al Quran akan selalu terjaga. Terutama melalui hafalan umat Islam.


Sejatinya upaya-upaya pemalsuan al Quran sudah ada semenjak nabi hidup hingga masa sekarang ini. Namun, usaha yang seperti itu selalu tidak berhasil. Ada banyak alasan mengapa al Quran tidak bisa dipalsukan.

Di antara sejumlah alasan al Quran selalu gagal dipalsukan yaitu:


1. Al Quran Terpelihara Melalui Hafalan Umat Islam

Jangankan mau merubah sepuluh Ayat (bukan Surat) al Quran, upaya-upaya memalsukan walau satu huruf saja di dalam al Quran selalu gagal total. Silakan buktikan sendiri minta para penghafal al Quran untuk membaca ayat palsu itu. 


Pasti para penghafal tersebut akan tahu letak kesalahan yang terjadi. Tentu kapasitas penghafal berbeda. Pastikan pilih hafidz yang benar-benar mahir. Hal itu masih level individu. Belum pula "diperiksa" oleh tingkat majelis atau lembaga ulama.

(sumber gambar gratis dari Pixabay)

2. Semua Teks al Quran di Seluruh Dunia Sama

Al Quran terjemahan atau al Quran bahasa arab yang disertai terjemahannya bukanlah disebut al Quran. Jadi, yang namanya al Quran cuma satu bahasa yaitu bahasa arab. Tidak boleh ditambahi atau dicampur dengan bahasa lain.


Bahkan sekte Syiah yang ekstrim sekalipun meski cara pandang dan berbeda dalam memaknai al Quran, nyatanya teks (naskah) al Qurannya sama. Sayangnya, perbedaan dalam memahami al Quran itu sebagian ditentang Sunni.


3. Dapat Membuat Kitab Meniru al Quran, Tapi...

Salah satu kasus penjiplakan (menyerupai) al Quran adalah Tadzkirah. Sebuah buku karangan dari Mirza Ghulam Ahmad yang dipuja kaum Ahmadiyah. Sebagian isi kitab tersebut seolah meniru al Quran. Entah apa tujuan si pembuatnya.

Orang boleh saja meniru al Quran, tapi jangan sekali-kali hasil karya tersebut dinamai al Quran. Bila membuat karangan palsu lantas menamai tulisan tersebut sebagai al Quran maka akan ditentang oleh umat Islam. Bahkan negara-negara Islam.


4. Fitnah Terhadap al Quran Justru Menjaganya

Al Quran diisukan telah berkurang jumlah ayatnya. Dalam artian al Quran sekarang ini meski tidak palsu tapi dianggap tidak lengkap. Fitnah tersebut sudah ada sejak zaman dahulu. Nyatanya, kabar hoax itu tanpa dasar alias menyesatkan.


Amit-amit nauzubillah, tatkala kabar di atas pun benar itu juga masih ada kabar baiknya. Yakni, al Quran tidak dipalsukan tapi "cuma" dikurangi jumlah ayatnya. Tentu isu tersebut tidak perlu diperhatikan. Pemfitnah tersebut sesungguhnya benci Islam.


Sebab, nyatanya al Quran memang tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Tidak dipalsukan, ditambahi, maupun dikurangi. Semakin difitnah al Quran telah dipalsukan semakin besar upaya umat Islam untuk menjaga dan menghafalnya.


5. Bahasa al Quran Selalu Melekat pada Umat Islam

Bahasa al Quran baik itu melalui tulisan ataupun lisan selalu melekat pada Muslim. Umat Islam yang dapat membaca al Quran sering membacanya. Bukan menggunakan bahasa lokal tapi menggunakan bahasa Arab al Quran.


Belum lagi saat khutbah dan ceramah pasti para tokoh agama itu sesekali menyebutkan ayat al Quran. Bukan cuma terjemahan atau artinya tapi juga bahasa arabnya. Sebab, membaca al Quran (bukan terjemahan) mendapat pahala.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece