5 Alasan Saya Memutuskan Jadi YouTuber, untuk Motivasi Bagi Pemula

Banjirembun.com - Motivasi terbaik untuk bekerja di bidang tertentu adalah melakukan atau mengerjakan sendiri kegiatan itu lalu merasakan hasilnya. Tentu semua itu diawali dari informasi dan pengetahuan dari pelaku lain yang sudah sukses.


Sayangnya, guna memperoleh hasil seperti di atas ternyata tidaklah mudah. Itulah yang kadang membuat motivasi kendur. Oleh sebab itu, sebelum benar-benar fokus di dunia YouTube lebih baik jangan tinggalkan pekerjaan lama yang "nyata".

Merintis jadi YouTuber jangan terlalu kaku. Iringi kegiatan itu dengan aktivitas lainnya. Tak boleh menggebu. Sebab semakin ambisi tapi nyatanya hasil yang dicapai tidak sesuai dugaan bakal menyesakkan dada. Bahkan depresi.


Padahal sebenarnya dunia YouTube itu merupakan ranah pontensial untuk dijadikan sumber pemasukan. Selain alasan tersebut, masih terdapat empat pendorong lain mengapa kalian mesti jadi YouTuber. Di antaranya.


1. Merasakan Sendiri Penghasilan Google Adsense

Saya sudah tahu sendiri bagaimana nikmatnya dapat uang dari Google Adsense. Perlu kalian ketahui bahwa Google Adsense tidak cuma mengelola pembayaran YouTube. Melainkan pula blog atau situs.


Dari sekian banyak blog yang saya kelola memperoleh kucuran deras transferan bank. Setiap bulan selama dua tahun lebih saya terima. Di mana, setiap bulan itu saya menerima gaji dari Google Adsense tanpa putus atau jeda.


Setelah berhasil jadi YouTuber nanti, saya tidak ada niat mengganti atau meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Termasuk juga "profesi" sebagai Blogger (pengelola blog). Sebab nge-YouTube bagi asaya adalah hobi.


2. Kegiatan Menyenangkan

Siapa yang tak mau melakukan kegiatan menyenangkan tapi dapat menerima uang? Kalau saya sih mau sekali. Menyalurkan hobi dan hal menyenangkan, bukannya menghabiskan uang malah pundi-pundi bertambah banyak.


Bagi saya menikmati sebuah pekerjaan itu penting. Sebab, pekerjaan bukan cuma untuk cari uang. Buat apa dapat uang banyak tapi hatinya gersang. Tidak dapat menikmati hidup dengan cara benar. Akhirnya bermaksiat sebagai pelampiasan.

3. Jam Kerja Fleksibel

Tidak ada tuntutan memproduksi video sesegera mungkin dari atasan merupakan kelebihan dari YouTube. Mau tidur, diam, atau mager itu semua terserah YouTuber. Tidak ada rasa terbebani maupun takut ditegur oleh atasan.


Bila pun ada permintaan membuat video dari penonton itu bukanlah hal menjengkelkan bagi YouTuber. Justru itu menyenangkan atau malah kebanggaan tersendiri bagi mereka. Sebab, itu tanda channelnya diperhatikan publik.


4. Kepastian Jangka Panjang

YouTube dimiliki oleh Google. Sebuah perusahaan raksasa dunia. Mereka berdua bukanlah perusahaan kemarin sore. Hampir mustahil dalam waktu dekat, setidak-tidaknya 5 hingga 10 tahun ke depan perusahaan tersebut bakal tutup (bangkrut).


Berbeda dengan banyak aplikasi lain yang menjanjikan, mengiming-imingi, atau menawarkan bonus tertentu. Namun, ternyata itu semua cuma pepesan kosong alias janji palus. Setelah dikejar dan dilakukan sesuai petunjuk aplikasi tak dapat uang juga.


5. Media Aktualiasi dan Ekpresi

Berbagi ilmu, pengetahuan, pengalaman, hingga wawasan akan sangat mudah ketika disalurkan melalui media YouTube. Orang lain tentu menerima dengan tangan terbuka apa yang disampaikan YouTuber sesuai dengan bakat dan minta mereka.


Dapat dikatakan YouTube merupakan sarana aktualisasi, berekspresi, sampai berbagai inspirasi. Pilihan tepat untuk menjadi manusi bermanfaat dan mengabdi pada masyarakat. Apalagi di era digital seperti ini yang semakin canggih.


Di bawah ini adalah video yang terkait dengan artikel di atas.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)