Carilah Ustadz yang Mampu Mengajak dan Memberi Contoh pada 5 Hal Berikut

Banjirembun.com - Memilih ustadz memang tidak mudah. Bukan cuma masalah kesamaan organisasi keagamaan. Melainkan pula apakah yang diajarkan dan dicontohkan sudah sesuai belum. Mengingat, zaman sekarang ini merupakan zaman edan.


Guru agama atau ustadz yang baik mampu membuat hati menjadi tenang. Meredakan kegelisahan, ketamakan, ambisius, hingga berlebihan cinta dunia. Serta tentunya dapat mencegah berbuat dosa besar. Seperti zina maupun durhaka.

Berikut ini 5 hal yang wajib diajarkan dan dicontohkan ustadz supaya dapat dijadikan sumber belajar agama.


1. Mengajak dari Keraguan kepada Keyakinan

Keragu-raguan merupakan perbuatan yang dilarang agama. Sebagai Muslim perilaku bimbang mesti dihindari. Dalam bidang apapun itu. Baik urusan ibadah maupun kegiatan sehari-hari. Keyakinan dan kemantapan harus diusahakan.


Keraguan kadang muncul karena baru saja membaca kabar menyimpang, berdiskusi dengan orang sesat, sampai disebabkan menurunnya keimanan. Langkah tepat untuk melawannya yaitu mencari pencerahan pada ustadz.

(Sumber gambar dari Pixabay)

2. Mengajak Pindah dari Sifat Takabur ke Tawadhu'

Takabur merupakan perilaku sombong, angkuh, atau merasa tak butuh. Sedangkan kebalikannya yaitu tawadhu' yang merupakan sikap rendah hati. Perilaku terpuji itu tentu sangat baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Manfaat bertawadhu' bukan cuma demi menjaga hubungan agar tetap harmonis. Lebih dari itu perilaku tawadhu dapat menjadikan hati lebih tentram. Adapun takabur bisa menyebabkan hati penuh derita karena siksa batin.


3. Mengajak dari Riya' ke Ikhlas

Riya' adalah perilaku yang niatnya telah rusak karena ada pamrihnya. Bukan semata-mata ditujukan mencari rida Allah SWT. Setiap umat Islam diwajibkan untuk ikhlas dalam melakukan segala hal. Sepenuhnya agar dicintai Allah SWT.

Ustadz yang masih membiarkan dan tak mengingatkan murid atau pengikutnya supaya tidak ada pamrih dalam ibadah sebaiknya ditinggalkan. Sebab semua amal yang niatnya sudah tidak benar bakal tertolak. Tanpa ada pahala.


4. Mengajak dari Keretakan pada Kerukunan

Permusuhan atau kerusuhan menimbulkan banyak kerugian. Membenci orang lain karena pilihan politik, beda organisasi, dan beda suku hanya akan memberatkan atau membebani jalannya hidup. Lebih baik energinya untuk hal positif.


Kerukunan tidak harus semua hal dilakukan seiring sejalan. Tidak ada gesekan maupun perdebatan "kasar" sudah cukup disebut rukun. Sebab masing-masing orang punya pilihan hidup sendiri. Tak boleh memaksakan semua hal harus sama.


5. Mengajak dari Cinta dunia ke Zuhud

Zuhud bukan berarti dituntut bergaya hidup miskin, kotor, sampai tubuh tak terurus. Zuhud itu letaknya di hati. Dengan demikian meski orangnya kaya raya, bersih, dan berbaju elegan (super rapi) kalau hatinya terjaga dapat disebut zuhud.


Baca: Lebih Utama Mana? Silakan Pilih: Jadi Orang Miskin yang Bersabar atau Orang Kaya yang Bersyukur


Begitu pula sebaliknya. Walau miskin tapi ketika hatinya penuh ambisi, rasa iri (dengki), dan boros berfoya-foya tentu hal tersebut dapat masuk kategori cinta dunia. Oleh sebab itu, jadilah orang kaya yang penuh syukur. Tatkala miskin jadilah penyabar.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)