Tipe Kepribadian Orang yang Sering Meremehkan Hal-hal yang Kecil

Banjirembun.com - Perilaku yang suka menggampangkan segala sesuatu termasuk hal-hal kecil dapat berisiko menghadapi dampak buruk berkepanjangan. Misalnya menyepelekan ketepatan waktu. Serta menunda-nunda rencana yang ditetapkan.


Memang benar ada baiknya hal-hal kecil yang tak penting seharusnya ditinggalkan dan dilupakan. Tak perlu dibesarkan apalagi disesali karena cuma membebani pikiran. Namun, bertindak sesuka hati pada hal kecil yang penting itu bahaya.

Bersikap meremehkan hal-hal kecil yang patut diperhatikan di sekitar dapat mempengaruhi karir, kecepatan maupun ketepatan target, dan impian jangka panjang. Kebiasaan mengabaikan itu justru memberatkan dan merusak diri.


Berikut ini tipe-tipe orang yang suka meremehkan hal-hal kecil.


1. Merasa Paling Benar dan Berwenang

Merasa paling benar, berguna, hingga alim dapat menyebabkan seseorang meremehkan pihak lain. Tidak cuma menjaga jarak. Melainkan juga bakal bertindak semaunya. Saat janji bertemu datangnya molor seperti karet.

Ilustrasi sikap meremehkan (sember foto dari pixabay)


Sikap menganggap diri paling punya otoritas dibanding orang lain dapat menyebabkan menyepelekan hal kecil. Tidak apa-apalah berbuat salah sedikit, toh juga tidak ada yang berani koreksi. Kurang lebih seperti itu ungkapan dalam hatinya.


2. Tidak Menghargai Orang di Sekitar

Orang yang suka meremehkan hal-hal kecil kerapkali sulit menghargai orang lain. Apalagi pihak yang tidak disukai atau tak dianggap itu berada di bawahnya. Merasa orang kecil itu tidak berbahaya. Tatkala diabaikan bukan masalah besar.


Ingatlah, nasib orang siapa yang tahu. Suatu waktu mungkin dia yang berada di pihak membutuhkan. Di saat lain orang yang meremehkan itulah yang berada di posisi bawah dan mengenaskan. Hargailah orang kecil. Jangan meremehkan.


3. Bertindak Sesuka Hati

Terlalu fokus pada rintangan besar dapat menyebabkan orang mengabaikan masalah-masalah kecil. Padahal menunda-nunda masalah ringan tersebut justru lama-kelamaan dapat menimbulkan masalah besar. Akibatnya makin menumpuk.

Jalan kaki di atas tanah semestinya tidak hanya waspada pada batu dan gundukan tanah besar. Melainkan kerikil dan duri yang mungkin jadi rintangan juga tak boleh disepelekan. Berjalanlah dengan benar. Jangan bertindak sesuka hati.


4. Tidak Punya Karisma

Karismatik atau wibawa muncul bukan karena faktor keturunan semata. Orang tuanya seorang tokoh terkenal lantas menurun pada anaknya. Sebab tidak semua anak dari tokoh fenomenal, semua anaknya bakal mengikuti jejaknya.


Wibawa dapat dibentuk ketika seseorang mau dan mampu peduli pada hal-hal kecil. Dengan jiwa sosial itu membuat orang yang dipedulikan jadi merasa lebih dekat. Merasa memiliki, terlindungi, dan diperhatikan.


5. Tidak Mau Belajar

Pribadi yang suka meremehkan hal kecil biasanya sering mengusahakan sesuatu tidak dengan sungguh-sungguh. Malas belajar, menghindari latihan, dan tanpa melakukan inovasi merupakan ciri orang yang meremehkan keadaan.


Hal kecil yang dikira tak perlu dipelajari, dilatih, dan dikembangkan bakal membuat orang makin tertinggal. Nyatanya, segala sesuatu pasti ada umurnya. Hari ini mungkin sebuah alat maupun metode dianggap ampuh. Namun, tidak untuk ke depannya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece