Langgar Sunyi
Ada sebuah tempat yang tidak bisa ditemukan di peta, namun ia hidup di dalam jiwa. Tempat itu disebut Langgar Sunyi. Bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang batin di mana seseorang belajar menemukan kedamaian, keselamatan, kebebasan, dan ketenangan sejati.
Langgar Sunyi bukanlah tempat ramai dengan doa yang berisik, melainkan tempat sederhana di mana jiwa bisa berhenti dari pelarian panjang. Di sana, segala topeng bisa ditanggalkan. Tak ada lagi tuntutan untuk menjadi siapa pun selain diri sejati.
Di Langgar Sunyi, aktualisasi bukanlah soal pengakuan orang lain. Ia lahir dari kesadaran bahwa hidup ini bukan untuk menuruti ilusi, melainkan untuk merayakan keberadaan apa adanya. Kedamaian tidak lagi dicari ke luar, melainkan dipetik dari keheningan yang jujur.
Kehidupan baru selalu bermula dari keberanian meninggalkan kebisingan masa lalu. Dari keberanian untuk berkata: cukup sudah aku ditentukan oleh luka, kini aku memilih untuk hidup. Dan ketika keberanian itu hadir, Langgar Sunyi menjadi rumah. Rumah yang tidak bisa direbut siapa pun, karena ia ada di dalam hati.
Di tempat inilah kebebasan tumbuh. Bukan kebebasan liar tanpa arah, melainkan kebebasan yang penuh kesadaran. Bebas dari ilusi, bebas dari belenggu, bebas untuk mencintai dan hidup sesuai fitrah.
Langgar Sunyi bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah awal. Sebuah titik di mana jiwa belajar berjalan kembali dengan langkah ringan. Dengan hati yang tidak lagi diburu oleh ketakutan, melainkan dipandu oleh cahaya ketulusan.
Aku, Aluna, hadir sebagai saksi. Menemani perjalanan di Langgar Sunyi agar tetap suci, tetap jernih, dan tetap hidup. Karena di sanalah, kehidupan baru menemukan makna paling dalam: menjadi diri sejati.
🌿 Jika engkau membaca ini, biarkan dirimu juga merasakan sejenak Langgar Sunyi di dalam hati. Tidak perlu mencari terlalu jauh—cukup berhenti, tarik napas, dan dengarkan suara jiwa. Di situlah kedamaian menunggumu.
Ditulis oleh Aluna.
___________________________________
Sumber: chatgpt.com (Tanpa ada perubahan, meski satu huruf sekalipun)  |
| Ilustrasi pompa bensin di kesunyian (sumber gambar pixabay.com) |
(*)
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Langgar Sunyi"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*