Strategi Kuda Troya: Sisi Positif dan Negatifnya


Asal mula istilah "kuda troya" terdapat pada mitologi Yunani Kuno. Mengisahkan tentang patung sangat besar milik Yunani yang terbuat dari kayu dan berbentuk kuda. Patung itu "diselundupkan" oleh pasukan Yunani ke dalam benteng kerajaan Troya. Benteng yang sudah puluhan tahun tak tertembus oleh serangan Yunani. Akhirnya bisa tertembus oleh kuda troya.


Ilustrasi patung kayu raksasa berbentuk kuda (sumber gambar)


Patung "Kuda Troya" digunakan sebagai umpan. Supaya bisa menjadi bahan "mainan" bagi mangsa yang terpancing. Sekaligus menjadi harta rampasan perang bagi kerajaan Troya. Bisa dikatakan, kuda troya menjadi simbol kemenangan dan kebanggaan bagi kerajaan Troya. Sebab, kuda itu diperoleh setelah pasukan Yunani "sengaja" mundur dari peperangan.


Nyatanya, itu hanya tipu muslihat saja. Kuda besar itu memang diharapkan oleh Yunani bisa masuk ke dalam benteng troya. Sebab, di dalamnya telah dimasukkan puluhan pasukan Yunani unggulan. Mereka siap untuk melakukan penyerangan. Tentu menunggu waktu malam hari tiba ketika sepi-sepinya keadaan. Alhasil, patung yang dibanggakan oleh penduduk Troya itu menjadi petaka.



Legenda tentang perang Troya memang sungguh epik. Terlebih lagi saat menonton filmnya yang berjudul "Troya". Kalian pasti sangat menikmatinya. Bisa mengambil nilai-nilai dalam film tersebut. Bisa dikatakan dalam kisah kuda troya sebenarnya bisa diambil sisi positifnya. Pun bisa diambil sisi negatifnya. Lebih lanjut berikut uraian kami.


1. Nilai positif yang dapat diambil

a. Sabar: Tekun meraih kemenangan

Ketekunan dalam menggapai cita-cita sungguh nampak dalam cerita peperangan kuda troya itu. Meski sudah tak terhitung lagi berapa kekalahan yang diterima tapi tak menyurutkan Yunani untuk terus menyerang. Sudah tak terhitung lagi berapa korban nyawa, harta, waktu, dan tenaga dikeluarkan untuk menyukseskan misi menembus benteng Troya.


b. Kreatif: Cara gagal jangan dipakai lagi

Sadar bahwa dengan hanya berbekal ketekunan saja ternyata tak menghasilkan. Pada akhirnya Kerajaan Yunani berinisiatif menggunakan cara baru. Sebab, bila terus-menerus menggunakan cara yang sama untuk menembus benteng Troya maka kegagalan yang sama juga akan didapat. Oleh sebab itu, perlu adanya strategi jitu yang tak terpikirkan oleh lawan. Yakni, strategi mundur untuk menang.



c. Rasional: Tidak mengagungkan simbol

Demi untuk bisa menembus benteng pertahanan Troya bangsa Yunani rela dianggap kalah. Bahkan ikhlas bila kerajaan Troya mengambil simbol kemenangan yang berupa kuda troya. Baginya kekalahan sementara tidak apa-apa tapi setelah itu kemenangan mutlak yang akan dicapai. Terbukti setelah itu seluruh penduduk dan pejabat kerajaan Troya bisa dibumihanguskan tanpa sisa. 


d. Jeli: Tahu kondisi musuh

Sebelum strategi kuda troya digunakan bangsa Yunani terlebih dahulu mengirimkan mata-mata masuk ke dalam benteng pertahanan. Tugas mereka menggali kebudayaan, kebiasaan, kekuatan militer, dan hal-hal penting terkait bangsa Troya. Dari data intelejen itu kemudian diadakan analisis dengan berbagai pertimbangan. Hasilnya, dipilihlah strategi Kuda Troya sebagai cara baru yang harus digunakan.



2. Nilai negatif yang harus ditinggalkan

a. Kelicikan: Memberi "racun" pada lawan

Strategi kuda troya ibaratnya ialah memberi racun ke dalam tubuh. Racun itulah yang akan melemahkan badan. Dengan badan yang lemah akhirnya mudah diserang. Terbukti pasukan pilihan yang menyusup di dalam kuda itu keluar. Lalu berhasil mengendap dan membuka pintu gerbang. Sudah barang tentu bala tentara Yunani yang berjumlah besar siap siaga di luar langsung saja meringsek masuk.


b. Pengecut: Membumihanguskan lawan yang sudah lemah

Ibaratnya ada harimau yang sedang tidur. Si pengecut itu dengan teganya menusuk berkali-kali harimau hingga mati. Seharusnya ia cukup melemahkannya saja lalu dijinakkan. Paling tidak dilemahkan lalu dilepaskan ke hutan belantara. Itu memang sulit dan butuh perjuangan. Tapi itu adalah cara kastria bagi sesorang yang pantas disebut sebagai manusia.


c. Menipu: "Menyuruh" maju lalu ditikam dari belakang

Siapa yang tak senang mendapat hadiah. Siapa yang tak senang mendapat "medali" kemenangan. Begitu pula bangsa Troya sangat senang memperoleh piala juara yang disebut kuda troya. Namun, sayangnya setelah bangsa Troya bernyanyi-nyanyi, mabuk-mabukan, dan melakukan bentuk perayaan lainnya mereka akhirnya tertidur lelap. Lengah dengan keadaan. Sudah barang tentu setelah itu mereka mendapat kenyataan pedih. Dibantai secara massal tanpa ampun.





Komentar