Ulasan EXTREME JOB: Film Aksi Negeri Gingseng Berbalut Komedi Khas Korea



Tadi malam saya menonton film Korea ini. Mohon maaf saya cukup telat untuk mengulas film keren satu ini. Beberapa alasannya karena saya harus mengatur waktu untuk menonton film lainnya. Salah satunya film Foxtrot Six yang merupakan film terbagus di miliki oleh Indonesia di awal tahun 2019 ini. Serta karena di Kota Malang tempat tinggal saya hanya satu bioskop yang masih menayangkannya.

Gong Myung salah satu pemeran utama Film Extreme Job (sumber gambar)

Untuk menonton film ini saya melakukan perjuangan yang cukup melelahkan. Bagaimana tidak, sehabis Jum'atan saya pergi ke Kota Batu menuju ke satu-satunya bioskop yang menayangkan film Extrem Job. Film diputar mulai jam 15.00 WIB. Saya sengaja ke Batu lebih awal untuk menemui mitra kerja saya di sana. Sayangnya, saking keasikan ngobrol tak terasa hujan datang hingga jam setengah empat. 




Akhirnya saya memutuskan untuk menonton filmnya pukul 17.15 WIB sekaligus menunggu hujan benar-benar reda. Tak dinyana sambil menunggu hujan reda di Cafe saya keasyikan main HP. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.18 WIB. Langsung saya putuskan harus putar balik ke Kota Malang untuk menonton film ini di sana. Pukul 17.21 WIB saya beranjak menuruni bukit menuju kota Malang. Sedang jadwal film di Kota Malang pukul 19.30 WIB.


Di luar dugaan, ternyata malam itu kota Malang macet Parah. Mulai dari jalan "tikus", jalan alternatif hingga jalan utama penuh dengan kendaraan. Beberapa kali saya harus menghentikan mobil. Saya mulai putus asa. Mungkinkah saya harus menonton filmnya pada jam 9 Malam. Sesuai dengan jadwal yang saya baca di internet. Saya terus berusaha mati-matian mempertahankan posisi mobil saya agar selalu di depan.


Hasilnya cukup menggembirakan. Akhirnya saya bisa menonton film tanpa harus terlewatkan satu adegan barang satu menit pun. Meski saya yakin saya telah melewatkan beberapa trailer film lainnya yang biasa nongol sebelum film diputar. Dengan ruang bioskop yang kecil saya menyusuri tangga di tengah-tengah penonton yang sudah mulai agak penuh. Disertai iringan sound dari trailer film lainnya saya mencari tempat duduk sesuai dengan nomor tiket.


Film ini merupakan salah satu film yang saya sukai. Film yang memiliki perpaduan tepat. Yakni, antara unsur komedi yang tidak murahan dengan aksi tokoh. Di mana dalam menimbulkan gelak tawa tidak mengandung unsur rasisme atau menghina orang lain. Serta aksi tokoh yang luar biasa mendebarkan. Aksinya tak kalah seru dengan film dari barat. Tumpahan darah dan perkelahian juga ada di dalamnya.


Sisi keseruan itu makin banyak disuguhkan setelah klimaks tercapai. Penonton akan dibuat gemas dengan pemeran antagonisnya. Seakan ingin ikut mencincang musuh utama yang sangat teramat kejam dan licik. Di tengah menghadapi musuh yang seperti itu ternyata para pemeran protagonis menghadapinya dengan "santai". Sebab mereka harus mengumpulkan bukti perbuatan kriminal musuh dulu supaya bisa ditangkap untuk dipenjarakan.


Yups, para pemeran utamanya adalah polisi yang sedang menyamar. Melakukan pengintaian dengan berbagai cara untuk mengumpulkan bukti. Bahkan mereka harus melakukan pekerjaan yang di luar perkiraan. Bukannya fokus pada misi pengintaian dan penangkapan musuh mereka malah "terhanyut" dalam suasana tak terduga itu. Di sinilah "konflik" antar beberapa tokoh utama terjadi. Jangan khawatir, itu tidak membuat syaraf jadi tegang yang ada malah bikin tertawa.




Musuh yang mereka hadapi bukan musuh biasa. Mereka menghadapi Mafia narkotika yang punya aset besar dan menguasai sebagian wilayah negara. Lagi-lagi film tentang gembong narkotika masih sangat laku di pasaran. Sebelumnya film Cold Persuit yang pernah kami ulas berkisah tentang mafia Narkotika juga. Meski plot cerita berbeda tapi persamaannya ialah adanya permusuhan dua mafia narkotika yang saling bersitegang satu sama lain.


Film ini murni film komedi sekaligus film aksi. Ada sedikit bumbu drama keluarga, drama pertemanan, dan drama percintaan. Namun itu sangat sedikit dan tidak menyentuh sama sekali. Sebab ujung-ujungnya drama yang disuguhkan itu kadang kala bukannya bikin perasaan teraduk-aduk tapi malah bikin "ngakak". Kadang juga beberapa aksi pertarungan yang dilakukan oleh para pemeran utama dibumbui komedi. Bukannya malah bikin tegang yang ada malah canda tawa.


Menonton film ini dijamin puas, terutama bagi kalian penyuka film komedi dan aksi. Sajian Happy End-ing diperlihatkan cukup lama sebelum film benar-benar berakhir. Tentu tetap dibumbui dengan banyolan para pemeran utamanya. Namun, ada satu kekurangan film yang menjadi catatan kami yaitu sutradaranya "menjodohkan" si cantik detektif polisi bernama Jang  (diperankan Lee Hanee) dengan pemeran utama lainnya yang berwajah absurd. Namun, harus diakui hubungan cinta mereka yang di akhir cerita bikin terbahak.


Demikian ulasan dari kami. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga menghibur.







Komentar