Abaikan Omongan Receh, Miliki Jiwa Merdeka!

Apapun posisi kehidupanmu, orang lain pasti tak akan lepas turut berkomentar. Mau kamu kaya, bangkrut, miskin, menganggur, banyak bekerja, atau apapun itu pasti omongan receh akan menghampiri telingamu. Pun, seberapa hebat posisimu pasti tetap ada orang lain yang ingin menjatuhkanmu. Membuatmu tak bahagia.




Jangan dengarkan kata orang yang kamu tidak pernah minta-minta apapun darinya. Hidup itu sesungguhnya sederhana. Sesederhana rasa syukur dan kebahagiaanmu. Hidup itu menjadi rumit karena kamu termakan omongan orang. Bisa juga karena kamu menuntut diri berbuat sesuatu agar orang lain melongo "wah". Agar orang tidak menggunjingmu lagi.


Tidak usah memaksakan diri kalau cuma ingin memenuhi omongan receh orang lain. Sebab hidupmu adalah hakmu. Ia adalah milikmu yang tak satupun orang lain boleh merenggutnya. Bahkan dalam kondisi tertentu sekalipun ia adalah orang tuamu. Sebab bisa jadi orang tuamu tak memahamimu. Hanya dirimulah yang memahami alasan kebahagiaanmu.


ilustrasi jiwa merdeka (sumber gambar pixabay)


Jangan ambil pusing dengan perkataan dan tulisan orang lain. Kamu tidak bisa menutup mulut dan menali tangan mereka hanya dengan kedua tanganmu. Sebab jumlah mulut  dan tangan mereka banyak. Yang seharusnya kamu lalukan adalah menutup kedua kuping dan matamu. Agar omongan receh dan tulisan mereka tidak mengganggu hidupmu.


Jadilah pribadi merdeka. Miliki jiwa merdeka. Agar tak ada lagi orang lain yang mempermainkan hatimu. Tak ada lagi orang lain yang menekanmu. Tak ada lagi orang lain yang melecehkanmu. Tak ada lagi yang menyepelekanmu. Sebab kamu sudah bisa berdiri sendiri dengan gagah berani tanpa perlu bersangga pada mereka. Tanpa perlu menginjakkan kaki di atas mereka.


Bekerjalah, berkaryalah, dan berperstasilah untuk memperoleh penghasilan layak. Dengan begitu kamu bisa bisa jadi pribadi merdeka tanpa ditawan. Juga, waktumu akan habis untuk berlatih dan mengembangkan diri. Tidak sempat untuk meladeni omongan para pecundang. Oleh sebab itu, tinggalkan orang-orang yang omongannya membuatmu terhambat dan terjatuh.


Fokusklah pada hal yang kamu minati dan bakati. Yakni, sesuatu yang bisa menjadikan dirimu menjadi diri sendiri. Bukan sesuatu yang membuatmu tersiksa, gelisah, dan terbebani. Teruslah belajar dan memperbaiki diri. Jangan biarkan orang lain mengganggumu dalam mengembangkan minat dan bakat. Tentukan pilihanmu sekarang. Agar tak terlambat.








Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)