Tiga Cara Atasi Kantuk Saat Mengemudi Mobil


Mengemudi adalah kegiatan menguasai kendaraan di depan perangkat alat kemudi untuk mengendalikannya agar nyaman dan aman saat dijalankan. Bisa dikatakan mengemudi merupakan aktivitas yang harus dilakukan oleh orang yang ahli mengendalikan kendaraan. Orang yang mengemudi harus benar-benar menguasai teori dan praktik berkendara.



Tak hanya harus ahli mengendalikan kendaraan. Pengemudi sebelum berkendara mesti dipastikan bahwa dirinya dalam keadaan fit atau prima. Baik secara fisik maupun psikologis. Sedang dalam keadaan lelah, ngantuk, kondisi mata merabun, atau gangguan fisik lainnya atau tidak. Selain itu kondisi jiwa yang sedang mengalami guncangan dan depresi juga patut untuk dijadikan pertimbangan.


Berkendara merupakan salah satu kegiatan yang sangat tergantung pada mata alias indera penglihatan. Sejauh ini belum ada sama sekali ditemukan pengendara yang mengalami keterbatasan mata parah seperti kebutaan. Selain itu indera pendengaran juga patut diperhatikan. Sebab, telinga sangat berguna menginformasikan keadaan sekitar yang tidak terjangkau oleh mata.


Sayangnya, saat kantuk tiba hampir bisa dipastikan kondisi mata maupun telinga akan mengalami penurunan. Tingkat pelemahan performa kedua indera itu tergantung sejauh mana keparahan mengantuk. Semakin parah mengantuk maka pengemudi semakin kehilangan fungsi penglihatan dan pendengaran. Tentu bila hal itu diabaikan akan sangat berakibat fatal.


ilustrasi mengantuk saat mengemudi mobil (sumber gambar)


Seorang yang capek tubuhnya cenderung akan mudah mengantuk. Pun yang sedang mengalami guncangan jiwa pada kasus tertentu malah bikin mudah tidur. Bila sebelum mengemudi mengalami seperti itu atau gangguan lain yang biasanya bisa menyebabkan kalian kantuk maka perlu untuk membaca cara paling ampuh mencegah kantuk saat berkendara mobil berikut ini.


1. Buka Kaca Jendela Mobil

Mengetahui kondisi diri yang kurang tidur semalam maka mematikan AC lalu membuka sedikit jendela saat menyetir adalah cara tepat. Udara dingin (kurang dari 30 derajat celcius) yang berhembus dari AC menyebabkan tubuh mengalami hipotermia ringan. Kondisi itu menjadikan tubuh mudah memberikan kode untuk segera istirahat. Apa lagi kalau bukan sebuah isyarat tubuh dalam bentuk mengantuk.


Sebagai gantinya kaca jendela mobil bagian depan maupun belakang masing-masing hanya dibuka sedikit. Paling lebar maksimal 3 jari orang dewasa. Itu tidak melebihi bagian bawah talang (pembuang air) di bagian atas pintu mobil. Dengan begitu udara yang masuk melalui jendela tidak terlalu banyak sehingga menyebabkan dingin. Pun tidak terlalu sedikit sehingga menyebabkan sesak nafas maupun gerah.


2. Menyetel Musik

Setelah membuka sedikit jendela rasa kantuk masih ada? Langkah selanjutnya adalah setel musik yang kamu suka dengan suara keras. Jangan sampai suaranya pelan. Bila suaranya pelan justru malah menyebabkan kantuk. Rumus menyetel musik kencang ini bisa kalian temukan saat naik bis antar kota. Seringkali pengemudi mematikan musik di bagian penumpang tapi justru menyetel keras di bagian kemudi.


Dengan suara keras yang merasuki kuping maka adrenalin kalian jadi lebih terpacu. Hormon di adrenalin itu dapat memicu reaksi tubuh untuk lebih "berontak" dan bergerak sigap saat ada ancaman. Bukannya malah mengantuk tubuh malah menjadi lebih tertantang untuk menaklukkan jalanan. Tubuh menjadi lebih waspada atau siaga dengan kondisi sekitar. 


3. Minum Kopi

Membuka kaca sudah. Menyetel musik pun sudah. Namun masih mengantuk juga? Mungkin kalian lelah. Tenang masih ada cara ketiga yaitu minum kopi. Minumlah kopi bukan sembarang kopi. Kadang kala, secangkir kopi yang diminum tidak cocok. Bukannya bikin kantuk hilang malah jadi bikin semakin terkantuk. Oleh sebab itu minumlah kopi di cafe atau warung rest area yang sudah spesialis di bidang kopi "jalanan". Dijamin kantuk hilang.


Kandungan kafein dalam kopi mampu membuat pikiran kalian jadi segar, fokus, dan lebih terjaga. Namun sayangnya pengaruh kafein dalam tubuh hanya bersifat sementara. Terlebih bila kondisi tubuh kalian tidak fit sehingga tubuh sulit mencerna kafein dalam kopi. Itu berlaku juga jika kalian kurang tidur. Meski sudah minum kopi "super" bila kalian begadang semalaman maka tak akan merasakan efek melek sama sekali.



Disclaimer: Cara di atas bisa dipilih salah satu saja atau ketiga-tiganya secara bertahap. Tergantung kebiasaan kalian. Kalau semua cara di atas tetap tindak manjur. Cara terakhir yang dijamin ampuh adalah hentikan kendaraan. Menepilah ke pinggir jalan yang aman, rest area, tempat ibadah, SPBU, atau lokasi lainnya. Lalu rebahkan tempat duduk mobil untuk digunakan tidur.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)