Kupas Tuntas Silica Gel: Arti, Fungsi, dan Alasan Tak Boleh Memakannya




Saat membeli peralatan elektronik, tekstil, garmen, kertas, makanan, obat, bahkan hingga jamu herbal seperti Habbatussauda pun di dalam paketnya biasanya terdapat silica gel. Lantas apakah silica gel itu membahayakan bila digunakan untuk makanan, obat, dan jamu? Terus bagaimana jika butiran silika gel tak sengaja termakan? Dua pertanyaan itu akan menjadi bagian bahasan dalam tulisan ini. Jangan lupa siapkan cemilan, kopi/teh, dan sambil menyetel musik untuk membacanya.


Apa itu Silica Gel?

Silica gel adalah alat pengering terbuat dari bahan sintetis yang tampilannya seperti butiran kaca berbentuk bulat maupun kotak asimetris serta permukaannya sangat berpori. Meski namanya "gel" teksturnya sangat padat dan kokoh. Sulit untuk dipecahkan. Ia terbuat dari mineral alami yang diolah menjadi butiran-butiran kecil seperti pasir tapi ukurannya agak besar. Bisa dikatakan silica gel adalah sebutir pasir "besar" yang memiliki jutaan pori-pori.





Perlu diketahui bahwa material pembungkus silica gel tidak mudah robek. Bahkan saat basah terkena air sekalipun bentuk sachet tetap kuat. Cara kerjanya hampir mirip dengan kertas pada kantung teh. Meski kertas kuat dan tahan air tapi ternyata molekul uap atau bahkan air dapat dengan mudah melewatinya. Sebab kertas "ajaib" itu terdiri dari lubang-lubang kecil tak kasat mata.


Silica gel memiliki kemampuan menyerap kelembapan di sekitar setara dengan 40% berat dirinya. Itu artinya 10 Kg berat silica gel setidaknya dapat menyerap 4 liter air. Di mana, rata-rata umumnya sachet atau bungkus silica gel yang dijual di pasaran memiliki berat 2 gram (0,002 Kg). Ada juga yang menjual produk sejenis silica gel berukuran 5 gram, 10 gram, 25 gram, 250 gram, 1/2 ons, bahkan dijual grosir seberat 20 Kg/kantong.


Silica gel white atau putih/jernih (sumber gambar)


Sejauh ini diketahui ada beberapa jenis silica gel yaitu silica gel natural (murni), silica jel putih/jernih (warna air putih), orange, dan silica jel biru. Untuk jenis silica gel yang paling mudah ditemui dan sering beredar di pasaran adalah silica jel putih. Sedang untuk silica gel biru sangat dianjurkan untuk tidak dipakai. Sebab kandungannya sangat berbahaya. Adapun untuk silica gel natural (murni) juga memiliki tingkat keamaan dan kesehatan yang sama dengan silica jel jernih.


Jenis silica gel biru, silica gel putih, silica gel orange, dan silica murni (sumber gambar)


Bisa dikatakan silica gel adalah alat penyerap kandungan air. Seperti halnya handuk, sapu tangan, kain pel, atau yang semacamnya yang harus dikeringkan dulu sebelum dipakai lagi maka begitu pula dengannya. Silica gel ketika sudah "penuh" dengan air maka juga harus dikeringkan setidaknya di atas suhu 100 derajat celcius. Bukan direbus, tapi cukup dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Baru menyadari bukan?


Fungsi Silica Gel

Silica gel termasuk salah satu alat untuk mengawetkan. Namun jangan khawatir proses kerja pengawetannya tidak secara langsung. Yakni, dengan cara menyerap uap air atau kelembaban pada benda di sekitarnya. Tentu dengan itu jamur atau makhluk kecil lainnya tidak bisa tumbuh dengan bebas. Alhasil pakaian, kertas, atau benda yang mudah rusak dalam kondisi lembab akan jadi lebih tahan lama.



Pori-pori pada permukaan silika gel berfungsi sebagai media penyerapan kelembapan atau kandungan air pada udara maupun benda. Lalu uap air itu disimpan atau ditahan dalam butiran Silica jel. Itu dilakukan agar kualitas produk tidak mengalami penurunan. Perlu diketahui fungsi sicila gel yang memiliki daya serap seperti itu cukup bertahan lama. Oleh sebab itu ketika membeli sesuatu yang terdapat "bonus" silica gelnya jangan langsung dibuang. 


Banyak barang-barang di rumah yang sebenarnya sangat butuh kehadiran silica gel. Mulai dari barang berharga hingga remeh temeh. Sebut saja seperti kosmetik bertekstur bubuk akan terhindar dari proses penggumpalan. Bisa juga diaplikasikan pada sepatu yang rentan terkena keringat sehingga lembap. Kelembapan itu memicu berkembangnya bakteri sehingga menimbulkan bau tak sedap.


Produk elektronik juga tak luput dari pemakaian silica gel. Biasanya penjual akan meletakkan silica gel di dalam kardus perangkat elektronik. Itu dilakukan karena alat elektronik sangat peka terhadap kelembapan. Bahkan dalam kasus tertentu bisa berujung pada konslet. Kalau sudah begitu kerusakan parah tentu akan terjadi. Sebab kunci utama berkakas elektronik pada sistem kelistrikan.


Peringatan Keras untuk Tidak Memakan Silica Gel

Silica gel bukanlah barang yang beracun. Namun demikian bukan berarti benda ini boleh untuk dimakan. Bukankah juga terdapat banyak sekali benda yang tak beracun tapi tetap tak dianjurkan untuk dimakan bukan? Lantas kenapa ada anjuran tertulis "DO NOT EAT" alias tidak boleh dimakan pada bungkusnya? itu dilakukan hanya untuk jaga-jaga dan peringatan agar orang tua lebih bijak.


Sebagaimana diketahui bahwa bentuk Silica amat menggemaskan, seperti jelly atau bahkan gula. Hal itu mengundang nafsu anak-anak untuk mencicipinya. Jangankan orang tua, kalian yang sudah berumur pun juga bakal kepincut mencobanya. Jadi, tatkala silica jel digunakan untuk "mengawetkan" bahwa makanan, obat, atau jamu bukanlah suatu masalah. Lawong bila termakan saja tak masalah.


Namun bukan berarti kalian boleh mencoba memakannya. Apalagi dalam jumlah yang banyak. Sebab tubuh manusia yang memakan silika jel dalam takaran tertentu dapat menyebabkan kekeringan pada mulut, tenggorokan, hidung, bahkan hingga mata. Efek selanjutnya bila tertelan akan menyebabkan sakit perut. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali mengerjai (nge-prank) teman menggunakan Silica Gel.



Kalian tidak tahu reaksi pasti apa yang terjadi bila Silica Gel termakan oleh orang lain. Bisa jadi ada orang memiliki alergi atau rentan bereaksi ketika memakannya. Setidaknya bila termakan dalam porsi tertentu dapat menyebabkan perut mual. Lebih dari itu, efek psikologis juga tak boleh diabaikan. Efek terburuk adalah orang tersebut sangat ketakutan akan mengalami hal negatif setelah memakan silica gel. Seperti takut mati, terkena penyakit, atau efek samping tertentu lainnya. 




Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

3 Kerugian Investasi di Perumahan Raksasa Berkonsep Kawasan Kota Mandiri

Visi dan Misi dalam Bekerja