Cara Efektif Pencegahan Virus Corona

Rasa takut akan ikut terjangkit serangan virus Corona itu wajar terjadi. Namun, ada sisi terang yang patut untuk dijadikan pereda. Yakni, dalam sejarah Indonesia maupun kebanyakan negara beriklim tropis yang disabuki katulistiwa, tidak ada kasus wabah besar terjadi. Justru, kebanyakan wabah yang menelan banyak korban ada pada negara-negara subtropis seperti Eropa dan China.


Memang secara kualitas virus Corona masih kalah kuat dengan virus SARS. Pasien Corona yang dirawat masih memiliki peluang hidup lebih besar. Namun, dari segi penyebaran wabah ternyata virus Corona jauh lebih mengerikan dari pada virus-virus modern lainnya. Sebut saja seperti virus Ebola, virus H5N1, dan virus SARS. Ketiga virus itu masih bisa dikendalikan sehingga bisa tertidur lelap sampai sekarang.


Sebagaimana kita ketahui baru-baru ini, ada beberapa kasus pasien yang dicurigai terinveksi Corona meski tak berpergian ke Wuhan. Di Jepang ada sopir taksi yang roboh tak berdaya ditangani tim medis khusus. Selanjutnya, di provinsi Guangdong dekat Hongkong berjarak 1000 Km dari Wuhan tercatat ada dua pasien yang terjangkiti virus Corona. Padahal mereka semua dalam waktu dekat tidak pernah ke Wuhan.


Kejadian di atas menandakan bahwa penyeberan virus Corona dapat dengan mudah terjadi antara manusia dengan manusia. Bahkan, terdapat dugaan ekstrim yang menyatakan bahwa penularan dapat terjadi pada masa inkubasi. Yakni, masa di mana "calon" pasien Corona belum menunjukkan gejala-gejala terserangnya penyakit tersebut. Bila hal itu benar sungguh amat mengerikan. Seseorang dapat tertular virus Corona dari orang lain yang nampak sehat-sehat saja.


Walau seumpama kemungkinan di atas ditolak, tapi setidaknya gejala virus Corona sangat mirip dengan flu biasa. Itu juga tak kalah mengerikan. Sebab orang yang terkena flu biasa dengan terjangkiti virus Corona sangat sulit dibedakan secara kasat mata. Virus Corona tidak hanya menyebabkan "flu" tapi juga menyerang kekebalan tubuh manusia. Akibatnya orang yang sedang drop, lanjut usia, terkena penyakit dalam, terjangkit HIV, dan semacamnya sangat rentan terserang.


Kita memang tidak perlu paranoid alias takut berlebihan terhadap ancaman Corona. Itu juga bukan berarti kita cuek untuk mengetahui apa itu virus Corona, bagaimana gejala serangannya, dan bagaimana pencegahannya. Serta tentu terus mengupdate informasi terkini terkait perkembangan Corona dalam kancah nasional maupun internasional. Melawan rasa takut boleh. Tapi caranya bukan dengan menghindarinya apalagi menyepelekannya.


Baca juga:



Secara teori, peluang meledaknya virus Corona menyebar kemana-mana sangat tinggi. Tidak hanya dari hewan ke hewan yang terjangkiti tapi juga dari manusia ke manusia. Begitu pula dari hewan ke manusia. Jadi, sebenarnya bukan hanya manusia saja yang menjadi penyebar virus Corona. Tetapi penularan dari manusia ke manusialah yang patut diwaspadai. 


Virus Corona di tubuh manusia terus menerus melakukan mutasi untuk memperkuat diri sehingga lebih mematikan. Tak hanya itu cara penyebarannya pun juga lebih giat dibandingkan saat virus Corona berada di tubuh hewan. Sebagaimana dicurigai berbagai kalangan akademisi kesehatan  bahwa kelelawar menjadi sumber utama lahirnya virus Corona. Lalu virus ditularkan dari kelelawar ke musang.


Kenyataan di atas bukan berarti suatu harga mati. Virus Corona masih bisa dikalahkan walau bukan dengan obat atau vaksin. Secara matematis peluang kematian yang disebabkan virus Corona lebih kecil. Dari kasus sekian ribu orang yang positif Corona "hanya" kurang dari 3% yang meninggal. Itu artinya peluang pasien untuk bertahan hingga sembuh total masih besar.


Tak hanya itu, diyakini dibalik huru-hara wabah virus Corona akan ada penyintas (survival). Yakni, orang yang mampu tetap sehat walau di kotanya sudah merebak virus Corona. Hal itu bisa disebabkan karena secara genetik tubuhnya kebal terhadap virus. Untuk kasus tersebut sangat langka. Bisa juga karena ia mampu mencegah penularan virus Corona pada dirinya.



Tips Melindungi Diri dari Virus Corona

Salah satu pakar virus atau virologi dari Taiwan kunci utama mengendalikan virus Corona adalah melakukan karantina secara ketat yang dilakukan oleh ahli medis. Itu dipercaya sebagai cara terbaik untuk memutuskan rantai penyebaran. Siapapun yang pernah bertemu dengan orang yang dicurigai terkena virus Corona harus aktif mengecek kesehatan diri. Terlebih lagi bila didapati ada gejala flu, pusing, dan radang tenggorokan maka tak perlu sungkan untuk minta karantina pada Rumah Sakit.


Beberapa pasien memiliki potensi tingkat penularan yang cukup tinggi. Artinya ia menjadi penyebab banyaknya orang tertular virus Corona. Oleh sebab itu, hindarilah tempat umum yang ramai. Lebih sering mencuci tangan dengan sabun setelah memegang barang dari luar. Termasuk uang salah satunya yang rentan dihinggapi virus. Hal paling penting yang tak boleh ditinggalkan adalah mengenakan masker. Sebab mengenakan masker merupakan salah satu langkah efektif dalam mencegah tertularnya virus Corona.


Ilustrasi memakai masker saat sakit (sumber gambar)


Beli masker yang kualitasnya terjamin. Kita tidak berharap virus Corona menyebar di Indonesia. Namun tidak ada salahnya membeli masker. Selain untuk mengantisipasi hal tak terduga masker juga dapat memberi manfaat lain. Sebelum harga masker menjadi mahal atau bahkan ketersediaan masker makin tipis lebih baik belilah sekarang. Belilah masker sebanyak mungkin. Sebagian digunakan untuk cadangan dan sebagian lain dipakai sehari-hari.


Bila suatu daerah sudah terdapat pengidap virus Corona maka tindakan pencegahan ekstrim harus dilakukan.  Hindari beli makanan yang berbahan dasar hewan. Terlebih lagi hewan liar yang tidak jelas asal-usulnya dan siapa pengolahnya. Takutnya cara mengolahnya tidak dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu saat memasak sendiri masalah dengan benar. Begitu pula hindari menyentuh burung maupun hewan lainnya. Baik di lokasi alam liar, kebun binatang, maupun pasar hewan.


Saat teman atau keluarga dicurigai terjangkit Corona maka dukunglah dia. Beri dia pengertian agar menutup mulut saat batuk dan menutup hidup saat bersin. Lalu tetap gunakan masker kapan pun hingga saat berkunjung ke layanan kesehatan terdekat. Terus dampingi dan dukung dia untuk tetap menjaga diri agar sembuh sekaligus supaya virus Corona tidak semakin menular ke mana-mana. Oleh sebab itu menjaga kesehatan dan imunitas (kekebalan) sangat penting. Salah satunya dengan cara olah raga, cukup istirahat, dan makan makanan bergizi.


Sumber: epoch time, detik, dan CNN Indonesia.





Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

Visi dan Misi dalam Bekerja