Gara-gara Lockdown Bos Perusahaan PUBG dan Jenis Game Lain Jadi Orang Paling Kaya di China

PUBG atau PlayerUnkonwn's BattleGrounds adalah salah satu permainan online berjenis battle royal yang bisa dimainkan 100 pemain sekaligus untuk bertahan hidup hingga salah satu mereka jadi pemenang.



Para pemain game dalam jaringan (daring) ini bisa memilih untuk bermain sendiri (solo), tim (minimal 2 orang), dan mengundang orang lain bergabung dalam permainan sebagai tim kawan maupun lawan.


Permainan ini di awali dengan 100 pemain terjun payung (berparasut) ke sebuah pulau seluas 8x8 Km sebagai medan tempur. Mereka semua berlomba jadi pemenang supaya bisa mengambil semua harta rampasan perang (ghanimah).


Setelah itu para pemain harus mencari serta mengambil logistik seperti senjata, peralatan bertahan hidup, kendaraan, dan perlengkapan tempur lain. Lantas mereka dituntut untuk bergerak ke satu titik tempur bersama agar tidak mati.


PUBG merupakan salah satu jenis game yang dimiliki oleh perusahaan Tencent. Perusahaan teknologi dari China itu didirikan oleh Ma Huateng. Tak hanya mengurusi masalah game, juga menjadi perusahaan di balik kesuksesan WeChat.


Kini Ma Huateng menjadi orang paling kaya di China. Mengalahkan Jack Ma yang terkenal itu. Kekayaan Huateng melejit setelah harga saham khusus di bidang game daring sepanjang tahun 2020 ini naik di kisaran 14%.


Huateng memiliki total kekayaan bersih US$ 48,2 miliar (sekitar 740 triliun). Jumlah itu naik sekitar 10 miliar sejak 18 Maret 2020. Adapun kekayaan pendiri Alibaba, Jack Ma "hanya" memiliki kekayaan US$ 41,2 miliar.


Jadi terdongkraknya saham Tencent sebenarnya tidak hanya karena game semata. Tencent mencatat pembukuan pendapatan naik 31% hanya dari bisnis game-nya. Pemasukan itu salah satunya berasal dari iklan yang muncul di permainan. 


Tak hanya masalah permainan online seperti PUBG, Peacekeeper Elite, dan Honor of Kings ternyata Tencent juga membidangi bisnis internet lain. Di mana, pada masa Januari hingga Maret semua perusahaan bidang internet dan game mengalami masa lonjakan tajam.

Poster utama PUBG (sumber gambar)



Permintaan untuk layanan game dan internet membesar ketika China memutuskan untuk lockdown akibat wabah COVID-19. Namun, kini China mulai berangsung membuka kembali karantina massal. Hal itu menimbulkan keraguan apakah perusahaan Tencent akan terus memoncer.


Disinyalir keuntungan besar Tencent bakal meredup seiring dibukanya sekolah, kampus, dan perkantoran di China. Masyarakat bakal lebih banyak meninggalkan dunia maya dan lebih memilih aktivitas nyata dengan para teman.


Baca: Ada Berkah di Balik Sakit, Setidaknya Ada 5 Berkah Pula di Balik Virus Corona


Itulah barangkali berkah adanya wabah corona bagi sebagian kalangan. 
.



   

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)