5 Bukti Tak Terbantah Hidup di Dunia ini Permainan dan Senda Gurau Belaka

Senda dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) punya arti "kelakar". Di dalamnya juga terdapat arti istilah senda gurau yaitu "main-main (canda) dengan katakata seperti olok-olok; kelakar; seloroh". Intinya fokus pada aktivitas mulut.


Kalau hidup ini cuma permainan dan senda gurau lantas buat apa dibuat tegang. Nikmati dan syukuri seluruh yang terjadi. Terima apapun hasil yang telah diusahakan. Tak perlu memaksakan diri melakukan hal-hal di luar batas kemampuan.

Tatkala memang kuat dan bisa menjadi orang kaya sudah semestinya itu diupayakan dengan serius. Akan tetapi ketika setelah berupaya ternyata tak kunjung dapat durian runtuh, buat apa merana. Mending cari kebahagian lain. Selain harta.


Dunia ini hanyalah permainan. Seperti halnya anak kecil yang keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Seharusnya di sana tak ada yang bikin marah dan sakit hati. Justru dilakukan dengan penuh riang gembira serta tawa.


5 bukti atau tanda bahwa dunia hanya permainan dan senda gurau.


1. Tidak ada yang Abadi di Dunia

Seberapapun kepuasan, kekuasaan, atau kejayaan yang diperoleh di dunia itu cuma sementara. Manusia tak akan dapat menikmatinya selama-lamanya. Bahkan manusia sekelas Firaun pun yang disembah juga akhirnya mati.


Fase kehidupan pasti dilalui oleh setiap individu. Umumnya dimulai dari bayi yang ringkih, anak-anak yang mudah ceria, remaja yang energik, dewasa yang produktif, dan masa tua yang gampang sakit. Apa tujuan hidup hanya seperti itu?


2. Terbolak-baliknya Hati Manusia

Di pagi hari barangkali manusia imannya kuat. Namun, tak ada yang tahu bagaimana di sore harinya. Mungkin saja bermaksiat. Keimanan semua manusia dapat bertambah dan berkurang. Kadar perubahan tersebut berbeda satu sama lain.


Hati manusia memang ringkih. Mudah dipengaruhi hal-hal baik tapi mudah pula dipengaruhi hal-hal buruk. Satu cara yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga kebeningannya yaitu melakukan aktivitas terpuji secara istiqomah (rutin).

3. Semakin Dikejar Dunia Malah Ketagihan

Kesenangan dunia ibarat candu. Saking gampang bikin ketagihan membuat individu yang terperdaya rela melakukan apapun guna meraihnya. Termasuk menzalimi kawan, pekerja, maupun masyarakat luas. Padahal itu cuma kesenangan palsu.


Ada banyak alasan orang mengejar dunia. Untuk sekadar dipamerkan, mengalahkan lawan, bahan berbangga-bangga, hingga ingin menikmati hidup sepuas-puasnya. Padahal dalam dunia ini tidak ada kepuasan. Selalu ingin hal baru.


4. Penuh Sandiwara, Intrik, dan Siasat

Tak perlu dicontohkan pada kasus perpolitikan nasional hingga global demi menunjukkan bukti bahwa dunia ini sekadar permainan dan senda gurau. Dalam hubungan pertemanan atau malahan keluarga juga ada intrik dan drama.

Ilustrasi kehidupan seperti permainan catur (sumber gambar)


Apabila ada lawan, pesaing, atau orang yang tidak disuka didapati kelemahan serta bisa jadi celah mengalahkan maka tak segan melumatnya. Sebaliknya di kala dirinya sedang berada di bawah bakal mengemis dan mencari muka.


5. Adanya Spekulasi, Asumsi, dan Konspirasi

Spekulasi, asumsi, dan konspirasi yang beredar di dunia membuat manusia bingung. Kebenaran dan kenyataan menjadi kabur. Sebaliknya hal yang benar-benar tak ada, karena muncul asumsi akhirnya dipercayai sebagai acuan.


Isi atau materi sejarah tergantung siapa yang membuat dan menuliskannya. Barangsiapa yang berkuasa di saat itu maka dialah yang memonopoli dalam memproduksi tulisan tentang sejarah. Tentu walau isinya benar, tapi hal tersebut tidak disampaikan dengan utuh.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece