5 Penyebab Seseorang Gampang Menunda Pekerjaan

Salah satu hal yang bikin ketagihan dan dianggap biasa oleh kebanyakan orang ialah menunda-nunda pekerjaan. Padahal sudah ada waktu luang maupun punya sumber daya (modal dan tenaga lebih) tapi masih saja terjebak di zona nyaman.

www.banjirembun.com

Manusia yang kerap mengulur waktu dalam memulai sampai mengakhiri pekerjaan menjadi salah satu tanda hidupnya tak bahagia. Walau pun pekerjaan itu bersifat pribadi. Apalagi tatkala sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya.

Inilah lima penyebab seseorang mudah menunda pekerjaan:


1. Punya Mental Pengecut

Tidak berani menerima kenyataan dan ragu untuk maju atau mundur merupakan bagian dari ciri pengecut. Hati pengecut seringkali bimbang. Apakah terus melanjutkan langkah atau mundur lebih dulu menata bekal serta persiapan.


Sayangnya, yang terjadi malah diam saja tanpa mempersiapkan diri. Dia sudah pesimis bahwa perencanaan dan persiapan bakal percuma. Barangkali rasa takut tentang risiko yang dihadapi masih menghantui.


Nah, baru di detik-detik terakhir segala pekerjaan mulai dikebut. Tentu hasilnya asal jadi. Dipenuhi kenekatan seberapapun kualitasnya yang penting selesai. Tiada peduli lagi tentang harga diri serta mengabaikan citra diri.


2. Tidak Ada Minat dan Bakat

Orang yang bekerja serta berkarya yang tidak sesuai dengan minat dan bakat sungguh bikin tersiksa. Kalau pun mau bekerja pasti ogah-ogahan. Satu alasan yang membuat ia semangat adalah uang, gaji, dan nilai angka dari guru/dosen.

Ilustrasi aktivitas harian si penunda-nunda pekerjaan (sumber gambar)


Selama, sebanyak, dan sesering apapun orang latihan maupun belajar ketika yang ditekuni itu bukan bakatnya bakal sulit. Kendati sukses butuh waktu lama, latihan ekstra, dan ketekunan. Serta tentu harus menepis rasa bosan dalam diri.


Kebosanan kerapkali diderita oleh orang yang beraktivitas rutin di bidang yang bukan minat dan bakatnya. Perasaan itulah yang akhirnya berkurangnya motivasi untuk memulai pekerjaan. Menunda pekerjaan dapat jadi "kode" tentang itu.

3. Menyanggupi Sesuatu yang di Luar Batas Diri

Masing-masing individu punya keterbatasan waktu, tenaga, manajemen, uang, hingga pikiran. Oleh sebab itu, sebelum menyanggupi dan memberi janji pada orang lain lebih baik lakukan pengukuran terlebih dahulu. Jangan jual murah diri.


Mengatakan "Tidak" karena memang belum punya waktu untuk membantu merupakan pilihan tepat. Ketimbang memberi angin surga tapi kenyataannya berujung pada keterlambatan dalam menunaikan kewajiban moral tersebut.


4. Terhanyut Menggunakan Teknologi

Televisi, laptop, smartphone, sampai jaringan internet merupakan media teknologi informasi yang sangat memanjakan. Sudah banyak manusia yang terhanyut untuk terus-terusan menggunakannya. Demi memuaskan diri.


Media sosial salah satu contohnya. Ia mampu membuat orang lupa waktu sehingga lalai pada tanggung jawab. Merasa pekerjaan hanya beban berat lantas memilih melampiaskan himpitan itu untuk terus menyenangkan diri dengan teknologi.


5. Buruknya Manajemen Diri

Orang mengira bahwa multitasking (aktivitas ganda dalam satu waktu) itu keren. Padahal dari sudut pandang ilmu manajemen dan psikologi perilaku tersebut mencerminkan pribadi buruk. Penunda biasanya sering ber-multitasking.


Mengendalikan diri juga sangat penting untuk mencegah penundaan menuntaskan sesuatu. Kondisikan diri supaya tidak terlalu prefeksionis, ambisius, dan menggebu. Tanpa disertai kesadaran bahwa setiap manusia punya keterbatasan.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)