5 Hal Buruk Terjadi Ketika Pekerjaan Tak Sesuai Bakat dan Passion

Bakat dan passion merupakan salah satu komponen penting yang mesti disadari. Masing-masing individu perlu memahami dengan pasti dan benar apa sih bakat dan passion-nya. Dengan begitu, perjalanan hidup bakal mudah dan bahagia.


Memang teramat betul sebuah pernyataan "Aku bekerja tanpa peduli pada bakat tapi masih bisa hidup". Kendati seperti itu, apakah hidup sekadar seperti itu. Intinya bisa hidup. Cuma makan dan minum. Sebab, hewan pun seperti itu.

Sebuah pekerjaan idealnya harus sesuai dengan bakat dan passion yang dimiliki. Kalau tidak akan ada beberapa risiko buruk yang bakal terjadi. Setidaknya ada 5 hal yang harus dihadapi.


1. Kesuksesan Tak Utuh

Bekerja yang sesuai bakat atau pun tidak, mungkin keduanya bisa sama-sama sukses. Namun, percayalah kesuksesan yang dihasilkan dari aktualisasi bakat dan minat (passion) capainnya jauh lebih gemilang dan bikin bahagia.


Pihak yang beranggapan bekerja pada bidang apa saja boleh, asal dapat uang dapat terjerumus pada jiwa matre. Di pikirannya cuma uang. Bagaimana cara dapat untung besar. Tanpa peduli proses. Pekerja yang seperti itu sungguh naif.

(sumber gambar)


2. Peluang Mengabdi Lebih Besar

Orang yang menekuni bidang sesuai bakat juga memiliki peluang besar mengabdikan diri pada masyarakat. Jadi, ia bekerja tidak hanya untuk cari uang. Ia membawa pengaruh positif bagi siapapun. Termasuk rekan kerja maupun masyarakat luas.


Manusia yang sudah puas dan telah mampu membahagiakan diri akibat fokus pada bakatnya, tentu tak akan berhenti. Hati kecilnya terdorong ikut membantu serta membahagiakan orang lain. Bahagiakan diri dulu baru orang lain.


3. Tak Betah

Mudah jenuh, menjadi kutu loncat, hingga sulit bangkit kembali dalam dunia pekerjaan merupakan ciri orang yang belum menemukan bakat dalam hidup. Meski bergaji besar tapi nyatanya tak sebanding dengan kondisi hati yang tersiksa.

Baca: 3 Ciri Bidang Pekerjaan yang Dipilih Sudah Sesuai Bakat dan Minat


Orang yang bekerja tak sesuai bakat dan passion sangat rentan terkena stress, depresi, emosional, atau semacamnya. Diperlukan upaya keras serta usaha lebih guna mendapat kenyamanan maupun kebahagiaan dalam bekerja.


4. Tak Sepenuh Hati

Orang yang bekerja menggunakan hati dengan yang tidak, mungkin beberapa kasus dapat terlihat. Akan tetapi dalam kasus lain sulit dibedakan. Sebab sebagian manusia sanggup melakukan sandiwara atau jadi pribadi yang penuh pura-pura.


Pekerjaan yang sesuai bakat dan disukai tentu akan dikerjakan sepenuh hati. Hal sebaliknya terjadi ketika bekerja dengan tujuan cuma untuk cari uang, popularitas, maupun pengakuan. Hanya bekerja sesuai target. Tak ada yang diberikan dalam takaran yang lebih.


5. Capaian yang Setengah-setengah

Level karir, kemampuan, keahlian (pakar), sampai keprofesionalan orang yang bekerja tak sesuai bakat patut dipertanyakan. Karir yang dicapai apakah murni hasil jerih payahnya atau karena kelicikan serta kebusukannya.


Pengetahuan atau kepakarannya di bidang pekerjaan yang digeluti, pantas pula untuk diragukan. Sebab orang yang bekerja tak sesuai bakat biasanya enggan untuk belajar dan mengembangkan diri. Kalaupun dilakukan itu butuh tenaga, waktu, dan sumber daya ekstra.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

3 Kerugian Investasi di Perumahan Raksasa Berkonsep Kawasan Kota Mandiri

Visi dan Misi dalam Bekerja