3 Ciri Bidang Pekerjaan yang Dipilih Sudah Sesuai Bakat dan Minat

Tulisan ini sangat cocok bagi kalian yang sedang mengawali terjun ke dunia kerja. Baik pekerjaan yang "ikut" orang lain maupun kerja sendiri seperti wiraswasta atau wirausaha. Apalagi tatkala bidang pekerjaan yang dipilih itu sesuai dengan minat dan bakat. Klop sudah.

Banjirembun.com

Bekerja merupakan sebuah harga diri. Dengan bekerja seseorang bisa mendapat posisi "aman" di tengah masyarakat. Daripada hanya menganggur dan tak punya penghasilan. Bisa dikata, bekerja dapat jadi ajang aktualisasi diri di tengah keluarga, teman, dan masyarakat.

Sayangnya, masih banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Dua di antara alasannya yaitu tidak mendapat dukungan dari orang tua. Serta tidak dapat mengenali atau menemukan bakat terpendam dalam dirinya untuk disesuaikan pilihan pekerjaan.


Baca:

Saat Orang Tua Tak Mendukungmu, Inilah Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Temukan Bakatmu Agar Nikmat Hidupmu


Untuk mengetahui pilihan dunia kerja telah sesuai dengan minat dan bakat lebih baik lanjutkan baca tulisan ini. Berikut ini 3 ciri bidang pekerjaan sudah sesuai minat dan bakat.


1. Menikmati proses dalam meniti puncak karir

Jadi pegawai/karyawan atau bukan dan bekerja sendiri maupun bekerja dengan orang lain, semuanya ada jenjang karirnya. Umumnya makin lama bekerja di satu bidang seharusnya semakin tinggi jabatan dan pangkatnya. Tentunya pula makin luas sekup, area, atau jangkauan pekerjaannya.

Banjir Embun

Jadi YouTuber juga demikian. Tahap awal mungkin sangat sulit untuk memperoleh 4000 jam tayang dan 1000 subscribe. Namun, ketika proses "memproduksi" video secara rutin itu dinikmati lambat laun bakal naik level. Dari awalnya mendapat silver play button sampai memperoleh diamond play button.


Begitu pula misalnya tukang tahu yang awalnya memproduksi mandiri dan dijual keliling sendiri. Lantas ada peningkatan produksi tahunya mulai disetor ke sejumlah rumah makan. Kemudian dilanjutkan membuka kios atau warung sendiri yang produk khasnya tahu. Akhirnya punya pabrik tahu skala besar.


Bagi orang yang sudah terlarut pada pekerjaannya akan menganggap masalah/kesulitan sebagai tantangan. Sebaliknya, sebuah kemudahan yang diterima dianggap sebagai "hadiah". Tidak merana dan sedih berlarut saat diterpa rintangan serta tidak euforia ketika dapat untung besar.


2. Ketagihan untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan diri

Dalam bekerja pasti punya visi dan misi. Mempunyai tujuan dan target-target tertentu. Baik target pribadi maupun target yang ditujukan bagi tempat ia bekerja. Tentu untuk mencapai semua itu butuh pengembangan diri dan meningkatkan kemampuan. Agar semua bisa dicapai tanpa cacat dan zalim.

Ilustrasi orang yang bahagia saat mengembangkan diri (sumber gambar)

Orang yang sedang bekerja, tatkala proses meningkatkan kualitas diri dapat dinikmati dan hasilnya nampak maka itu pertanda baik. Setelah mengikuti pelatihan, bimbingan, menambah pengalaman, uji coba, dan "baca-baca" dapat meningkatkan prestasi dan mencapai target jangka menengah.


Hal sebaliknya, bagi orang yang setelah berusaha memperbaiki dan meningkatkan diri dengan berbagai cara dan biaya besar tapi tetap begitu saja capaian yang diraih maka itu tanda buruk. Bisa saja itu disebabkan karena memang pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bakat dan minat.


3. Memperoleh penghasilan, penghargaan, dan karir semakin konkrit serta terus meningkat

Namanya bekerja tujuan utamanya agar punya penghasilan. Siapa sih yang mau bekerja tapi dapat penghasilan kecil atau malah tidak dapat sama sekali. Mungkin 1 hingga 3 bulan mampu melalui dengan maksud untuk belajar dan mencari pengalaman. Namun, untuk seterusnya tentu tak mau.


Selain untuk mendapat uang, seseorang bekerja juga ingin memperoleh penghargaan dan pengakuan atas prestasi yang diraih. Dihadiahi promosi jabatan tertentu. Untuk seterusnya karir ke depannya semakin terlihat cerah. Hal itu berlaku bagi para pekerja kantoran maupun pekerja mandiri (wirausaha).


Bagi para pejuang "pencari uang" sendiri tentu untuk poin ketiga ini lebih terasa. Sebab mereka lebih fleksibel untuk mengatur usahanya. Tidak ada ikatan dengan atasan. Mereka bisa berusaha sedemikian rupa agar penghasilan dan jenjang "karirnya" semakin meningkat. 


Saat penghasilan sudah besar dan karir memoncer sudah barang tentu bakal mendapat penghargaan di mata masyarakat. Yang awalnya jadi pedagang pentol, berkat keuletan 30 tahun kemudian bisa mendirikan perusahaan pentol "sachet-an". Itulah capaian yang luar biasa.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece