3 Bahan Pertimbangan Penting Sebelum Membuat Keputusan Besar dalam Pilihan Hidup

Setiap keputusan besar yang jadi pilihan dalam hidup tentu tak boleh dieksekusi secara gegabah. Harus menggunakan pertimbangan matang lebih dulu. Tak boleh disamakan dengan pilihan hidup lain yang bisa ditetapkan dengan segera. Misalnya dalam memilih menu apa yang akan dimakan dan baju apa yang dipakai siang ini.

Banjirembun.com

Hidup adalah pilihan. Serta tak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Kedua adigium itu tentu pernah didengar oleh banyak orang. Pernyataan itu ada sebab setiap orang pasti pernah berubah serta dihadapkan pada beberapa pilihan. Entah itu pilihan dan perubahan super penting atau yang biasa-biasa saja.

Ketika orang tidak memilih di antara beberapa pilihan yang ada berarti ia telah membuat pilihan yaitu tidak akan memilih. Banyak contoh pilihan hidup dan keputusan besar yang patut jadi pertimbangan penting. Sebut saja seperti di daerah mana rumah akan dibeli, mazhab/organisasi agama apa yang diikuti,  kuliah di bidang apa, kerja di bidang apa, siapa pasangan hidup, dan lain-lain.


Sebuah keputusan dinyatakan penting dan harus dipertimbangkan baik-baik ada beberapa indikatornya. Pertama karena menentukan "nasib" dan arah kehidupan di masa depan. Kedua, ada risiko serius setiap pilihan yang diambil baik itu menolak atau menerima. Ketiga, ada pengorbanan tak kecil pada setiap keputusan yang dipilih tersebut.

Ilustrasi gadis sedang mempertimbangkan pilihan hidup (sumber gambar)

Sebuah keputusan besar dalam hidup pasti butuh perenungan, salat istikharah, prediksi, dan perencanaan sebelum dilakukan. Salah satu ciri subjektif (kasuistik) sebuah pilihan dikatakan besar tatkala dapat membuat jantung berdebar atau deg-degan. Mampu membuat otak bekerja keras dan berat karena rumitnya pilihan yang dihadapi.


Saat kalian menghadapi kebimbangan dalam membuat keputusan besar dalam hidup lebih baik pahami dahulu 3 pertimbangan penting berikut.


1. Imajenasikan apa yang terjadi setelah keputusan dibuat

Gambarkan secara imajenatif yang berdasarkan pada data dan pengalaman hidup orang lain maupun diri sendiri apa yang akan terjadi setelah keputusan diambil. Apakah di 1 pekan (7 hari) pertama sudah mampu membuat bahagia tanpa ganjalan? Atau butuh waktu 10 bulan atau bahkan 10 tahun untuk mendapatkan kebahagiaan.

Bagaimana keadaan kalian setelah membuat keputusan di satu bulan pertama, 6 bulan setelahnya, dan 1 tahun berikutnya? Misalnya kalian memilih untuk tak melanjutkan kuliah karena ingin fokus kerja. Nikmat atau tidak hidup kalian setelah 1 tahun pertama keputusan dibuat. Hal apa yang terjadi dan didapatkan selama itu? Bikin bahagia tidak?


2. Bedakan antara kebutuhan dengan keinginan

Kebutuhan adalah sesuatu yang memang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh dan jiwa manusia sehingga keberadaannya sangat penting. Keinginan adalah sesuatu yang diharapkan oleh manusia padahal itu tidak penting dan cenderung mubazir ketika diwujudkan. Bisa dikata antara keduanya sangat berbeda dan harus dibedakan.

Banjir Embun

Kebutuhan merupakan hak dasar manusia untuk hidup sejahtera dan bahagia. Tanpa tekanan, beban psikologi berlarut-larut, maupun kepalsuan menjalani hidup. Adapun keinginan merupakan nafsu dan nikmat semu sesaat. Hanya membuat "bahagia" sementara tapi ujung-ujungnya seringkali penyesalan. Misalnya membeli sepatu bermerk dan mahal tujuannya untuk pamer serta tak mau kalah dengan yang lain.


Contoh lainnya ketika kalian membuat keputusan untuk bekerja di tempat tertentu. Bukannya didasarkan pada bakat dan bidang kemampuan yang dimiliki tapi karena ada motif untuk mengejar gebetan (sosok cewek yang diidamkan). Beruntung ketika tempat itu sesuai bakat dan bidang kemampuan, kalau sebaliknya bersiaplah tersiksa saat bekerja.


3. Buat daftar tentang kelebihan dan kelemahan

Tuliskan daftar dukungan (pro)-hambatan (kontra), positif-negatif, dan hitam-putih pada setiap pilihan yang akan diputuskan. Dengan cara itu kalian juga dapat mengerucutkan atau menyeleksi sejumlah banyak pilihan yang dihadapi. Setelah memahami dan menganalisis daftar yang dibuat itu sisakan hanya dua pilihan untuk dipertimbangkan kembali.


Cara ketiga ini sebagai langkah pertimbangan tentu juga ada risikonya. Pasti setiap keputusan yang diambil ada orang yang suka dan tidak suka serta ada dukungan dan penolakan. Dengan membuat daftar itu kalian akan tahu hal-hal apa yang menjadi alasan orang menampik. Serta tentunya juga harus menyiapkan strategi dalam mengatasi masalah tersebut.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece