3 Alasan Penting Helm Tak Boleh Diletakkan pada Kaca Spion Sepeda Motor

Helm dan kaca spion merupakan dua hal yang sama-sama pentingnya bagi keselamatan pengendara. Walau keduanya bisa dimodifikasi ataupun diberi asesoris, akan lebih baik tidak mengubah standarisasinya. Apalagi dirubah total jadi "pajangan" sehingga fungsi utamanya benar-benar hilang.

Banjirembun.com

Kaca spion sangat diperlukan pemotor saat mau belok (terutama belok ke kanan), putar balik, menepi, berhenti, menyalip, dan lain-lain. Dengan tingkat pentingnya seperti itu, wajarlah peraturan negeri ini mewajibkan seluruh sepeda motor punya kaca spion lengkap kanan-kiri.

Begitu pula helm tak kalah vitalnya. Tercatat banyak kejadian kecelakaan mematikan pesepeda motor disebabkan kepalanya tak terlindungi. Parahnya, kepala sebagai salah satu organ utama tubuh menjadi bagian yang tak kalah sering mengalami benturan dan cedera saat tabrakan.


Baik helm maupun kaca spion keduanya sama-sama dibutuhkan saat berkendara. Oleh sebab itu, jaga baik-baik jangan sampai cepat mengalami rusak. Bahkan ketika ada keganjilan sedikitpun tentu akan sangat mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Ilustrasi helm diletakkan pada kaca spion

Agar helm dan kaca spion tidak cepat rusak maupun mengalami keganjilan lebih baik jangan "tempelkan" mereka berdua. Ingat, spion bukan tempat menaruh helm motor. Tiga alasannya ialah sebagai berikut.

Banjir Embun

1. Kaca Spion Tidak Berfungsi

Kebanyakan sepeda motor memiliki kaca spion yang mudah untuk diputar-putar agar posisi sesuai diinginkan. Saking mudah diotak-atik tatkala kesenggol pun mudah bergeser. Apalagi ketika dijadikan tempat nangkring helm. Dijamin, posisinya bakal menghadap ke bawah.


Tentu saja, pengendara tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kendaraan di belakangnya. Sebab yang nampak dispion adalah bagian anggota badan si pengendara sendiri atau malah hanya aspal. Kalau sudah begitu konsentrasi bakal terganggu. Harus meluruskan posisinya dengan benar.


2. Helm Cepat Rusak

Memang harus diakui menaruh helm di kaca spion jauh lebih ketimbang di atas sadel motor. Kemungkinan jatuhnya jauh lebih besar. Begitu pula saat diletakkan gantungan barang. Kemungkinan bagian dalam basah karena air hujan juga tak kalah mengancam. 

Banjir Embun

Apabila tetap ngotot tetap meletakkan helm di spion maka siap-siaplah untuk menerima kerusakan. Ujung kaca spion yang cenderung lancip mampu membuat busa di dalamnya cepat rusak. Akibatnya saat digunakan helm tidak lagi nyaman dan aman. 


Dalam tingkat parah, sangat mungkin akan kehilangan daya redam. Padahal kepadatan busa sebagai alat peredam pada helm sangat urgen. Amit-amit, tidak kebayang saat terjadi benturan daya serap "getaran" di helm sudah tak berfungsi optimal lagi. 


3. Spion Cepat Rusak

Ketika engsel di gagang spion diberi beban helm secara terus-menerus dalam waktu lama tentu akan membuatnya aus. Kaca spion jadi mengendur sehingga mudah bergeser sendiri ketika kendaraan berbelok. Kerusakan lain yang mungkin saja terjadi ialah kaca spion copot dari gagangnya.

Bagaimana setelah membaca tulisan ini? Mulai dari sekarang masih tetap nekat meletakkan helm di kaca spion?



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)