3 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Beli Emas Batangan

Setelah melambung tinggi beberapa waktu lalu, kini harga emas mulai melandai. Entah dalam waktu dekat bakal menanjak cepat lagi atau tidak. Tentu kabar tersebut membuat emak-emak panik. Terlanjur beli emas batangan untuk investasi justru kini harga turun.


Bagi pemain baru dalam penyimpanan emas, masih wajar naik turunnya harga logam mulai itu bikin deg-degan. Terutama ketika mengalami turun cukup tajam dalam tempo singkat. Namun, bagi investor emas kawakan tidak terlalu reaktif terhadap fluktuasi tersebut.

Sepanjang sejarah kehidupan manusia emas merupakan aset paling berharga yang jadi alat favorit penyimpanan harta. Bahkan hampir semua negara juga punya cadangan devisa berupa emas fisik. Daripada kekayaan dirupakan barang lain yang bisa rusak, aus, berkarat, hingga nilainya turun.


Bagi sebagian orang memilih emas batangan daripada berupa uang tunai maupun tabungan bank untuk menyimpan harta. Banyak alasan yang dilakukan. Selain untuk mengincar keuntungan finansial dari selisih harga beli dengan jual, juga untuk sekadar koleksi.


Ada beberapa hal yang perlu diketahui bagi yang ingin membeli emas batangan maupun emas online.


1. Harga Emas Naik dan Turun

Ketika ditarik dalam jangka panjang misalnya 10 hingga 20 tahun, harga emas memang terlihat terus naik. Akan tetapi ketika dipersempit hingga pada periode pendek misalnya 1 atau 2 tahun harga emas akan nampak terlihat naik turun. Harganya sangat sulit untuk diprediksi.


Sangat mungkin harga emas yang dibeli tahun lalu cenderung tetap bahkan turun. Malah bisa saja dalam waktu satu tahun itu, harga emas lebih banyak turunnya daripada naiknya. Tiba-tiba harga melambung tinggi. Tak lama kemudian tanpa aba-aba langsung turun hingga titik terendah di tahun itu.


2. Kenaikan Harga Emas Butuh Waktu 

Seberapa lama durasi penyimpanan emas disesuaikan dengan tujuannya. Apakah emas memang sengaja digunakan untuk trading (mencari laba dalam waktu pendek), konversi (pengalihan wujud) aset, tabungan, koleksi (hobi), atau hanya untuk menjaga harta agar nilainya tak tergerus inflasi.


Sebaiknya, dana untuk membeli emas merupakan uang tak terpakai. Paling tidak, diperkirakan dalam waktu 5 tahun uang tersebut tidak digunakan untuk apapun. Termasuk untuk hal-hal darurat. Sediakan anggaran tersendiri untuk keperluan darurat. Dengan begitu, kalian tak akan pusing fluktuasi harga.


3. Harga dan Kondisi Emas Tiap Toko Beda

Setiap penjual atau pembeli emas yang melayani kebutuhan publik mematok harga beda-beda. Begitu pula keprofesionalan dan kejujuran mereka. Perlu diwaspadai adanya emas palsu maupun emas yang memiliki kadar tidak sesuai dengan apa yang disebutkan.

Ilustrasi emas murni (sumber gambar)

Pilihlah tempat pembelian emas yang terpercaya dan resmi. Misalnya memiliki sertifikat. Bukan emas hasil peleburan sendiri tanpa jelas dari mana asal usulnya. Tempat-tempat pembelian emas terpercaya seperti di Pegadaian, pusat Antam, hingga Bank-bank besar yang menjualnya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)