Jangan Terbalik, ini Bedanya Ikhlas dan Ridho

Kata ikhlas lebih sering digunakan daripada ridho. Banyak orang yang membedakan secara salah antara keduanya. Di mana, mereka memahami bahwa ikhlas itu digunakan untuk semua hal. Adapun ridho dianggap hanya menjadi salah satu bentuk pemberian Allah pada hamba. Padahal itu semua salah.

Banjirembun.com

Manusia boleh memiliki sifat ridho. Jadi, ketika ada orang yang mengatakan "Aku ridho diberi sakit oleh Allah" itu tidak salah. Justru akan salah tatkala berucap "Aku ikhlas diberi sakit oleh Allah". Bisa dikata ikhlas dan rida memiliki kerancuan. Tapi bukan berarti keduanya boleh disamakan.

Kata ikhlas biasanya digunakan untuk memberi, melakukan, atau berkorban pada agama Islam. Sedang kata rida umumnya digunakan untuk menerima sesuatu. Contoh mudahnya yang pertama "Saya ikhlas membantumu". Kedua "Saya rida menerima kenyataan ini". Dari situ kalian akan mudah memahami penjelasan selanjutnya.


Ikhlas memiliki arti jernih, bersih, murni, atau tanpa campuran. Sedangkan rida artinya rela, menerima, menyetujui, puas, senang hati, berkenan, atau suka. Sudah jelas dari arti kebahasaan saja terlihat bedanya. Ikhlas ditunjukkan untuk perilaku yang niatnya bersih. Rida menunjukkan bentuk "kepasrahan" atau legowo.


Ikhlas ialah perilaku manusia yang menunjukkan hanya demi Allah dan hanya berharap balasan maupun rida dari-Nya tanpa berharap pamrih, imbalan, atau pujian dari manusia. Salah satu indikator keikhlasan dalam beramal yaitu memurnikan niat karena Allah SWT. Tidak tercemari perkara duniawi.

Banjir Embun

Rida ialah kerelaan yang sempurna dan sepenuhnya tanpa sedikitpun ada ganjalan terhadap qada serta qadar Allah SWT yang ia terima. Dengan melakukan itu berarti seseorang akan sabar ketika mendapat cobaan. Di sisi lain, saat ada nikmat akan bersyukur. Ia penuh yakin bahwa semua hal yang ia terima itu jadi keputusan terbaik dari Allah.


Tidak seperti ikhlas, rido bersifat dua arah. Manusia bisa rida atas keputusan Allah. Sebaliknya, atas keagungan-Nya Allah juga dapat rida pada manusia. Hal tersebut tertulis dalam QS al Bayyinah ayat 8 yang sering dibaca oleh Imam saat salat berjamaah. Artinya "Allah rido terhadap mereka dan merekapun ridho kepada-Nya."


Salah satu ciri sikap orang yang ridho ialah menerima suatu perkara dengan lapang dada, tanpa tertekan, menghadapi dengan tabah, tidak berputus asa, dan tak kecewa. Adapun salah satu ciri keridhoan Allah pada manusia ialah bertambahnya pahala, mendapat kenikmatan, dan ditinggikan derajatnya.

(sumber gambar)

Hal penting yang perlu ditekankan bahwa rida sangat berbeda dengan pasrah, apalagi menyerah atau putus asa. Orang yang rida terhadap keputusan Allah sebelumnya didahului dengan usaha atau ikhtiar. Bahkan mungkin saat ditengah-tengah proses sikap ridho pada Allah sudah muncul sembari terus berjuang.

Banjir Embun

Baik rida maupun ikhlas, keduanya merupakan perkara yang sulit untuk diketahui secara pasti. Sebab letaknya di dalam hati. Orang boleh saja mengatakan telah ikhlas serta ridha. Namun, belum tentu hatinya bermaksud seperti itu. Ditambah lagi kemungkinan bakal hilang keduanya di hati.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)