Pengertian, Contoh, dan Peran Penting Gambar, Tabel, Grafik, Serta Bagan pada Karya Tulis Ilmiah




Selama ini masih jarang dijumpai dalam karya tulis ilmiah, khususnya makalah, yang menyajikan gambar, tabel, grafik, dan bagan. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Salah satunya dianggap keberadaannya tidak penting. Selain itu, untuk membuat sekaligus menjelaskan maksudnya dibutuhkan waktu. Tentu itu butuh pikiran ekstra untuk membuatnya.



Keberadaan gambar, tabel, grafik, dan bagan dalam karya tulis masih banyak dianggap angin lalu. Menurut mereka grafik dan tabel baru "boleh" disajikan bila karya tulis tersebut merupakan hasil penelitian kuantitatif. Selain yang itu, dipandang lebay bila tetap menggunakannya. Itu terutama untuk karya tulis ilmiah non penelitian. Sebab, grafik dan tabel disebut hanya berguna memaparkan data statistik (angka).




Tak hanya sanggahan seperti di atas. Ada dalih lain terkait gambar dan bagan. Sesuai dengan sanggahan mereka, seharusnya itu tidak perlu disajikan dalam karya tulis ilmiah. Sebab bila "dipaksakan" untuk dimunculkan akan mengurangi "kesakralan" bahkan menurunkan derajat (wibawa) keilmiahan suatu karya tulis. Dengan adanya gambar dan bagan membuat karya ilmiah tak ubahnya seperti buku SD, SMP, dan SMA.


Tujuan seseorang penulis karya ilmiah adalah agar tulisannya dibaca orang lain. Dengan itu tulisan akan jadi lebih bermanfaat. Namun, dalam merangkai susunan tulisan tetap harus memperhatikan pedoman karya tulis ilmiah. Itu bukan berarti penulis tidak boleh menyajikan gambar, tabel, grafik, dan bagan. Sangat boleh sekali. Asal porsinya tidak terlalu dominan dibandingkan deskripsinya. Serta cara menyajikannya juga harus didasarkan pada konsep yang tidak asal-asalan.


1. Pengertian Gambar, Tabel, Grafik, dan Bagan


a. Gambar adalah tiruan dari suatu objek nyata (fisik) maupun khayalan (abstrak) yang berasal dari kombinasi titik, garis, ruang, dan warna.


b. Tabel adalah ringkasan berbagai data maupun informasi yang disajikan dalam bentuk angka maupun huruf yang ditata secara rapi menggunakan garis pembatas yang berupa persegi atau persegi panjang.


c. Grafik adalah bentuk gambar dua dimensi maupun tiga dimensi yang berupa tampilan nilai atas tingkat pasang dan surutnya keadaan suatu data maupun informasi.


d. Bagan adalah visualisasi data maupun informasi berupa rangkaian yang saling terhubung antara garis, blok, lingkaran, batang, atau pola lainnya yang terstruktur dalam bentuk aliran sungai, pohon, bangun ruang, bidang, atau bentuk lainnya.


2. Contoh Gambar, Tabel, Grafik, dan Bagan


a. Contoh Gambar

Gambar Thomas Kuhn yang disajikan dalam makalah tentang revolusi ilmu pengetahuan (sumber gambar)



b. Contoh Tabel

Contoh tabel yang disajikan dalam buku monograf berujudul Pengembangan Pendidikan Agama Islam


Contoh tabel yang dibuat dari hasil mengubah kalimat maupun paragraf menjadi tabel



c. Contoh Grafik


Contoh 4 bentuk grafik dari beberapa yang lain (sumber gambar)



d. Contoh Bagan

Contoh bagan yang disajikan dalam buku monograf berujudul Pengembangan Pendidikan Agama Islam




Contoh bagan yang disajikan dalam buku monograf berujudul Pengembangan Pendidikan Agama Islam




3. Peran Penting Gambar, Tabel, Grafik, dan Bagan


a. Untuk memvisualisasikan data, informasi, gagasan orang lain, hingga gagasan penulis sendiri


Seringkali kita menjumpai suatu gagasan yang masih terkesan morat-marit, berbelit-belit, sulit dipahami, dan semacamnya saat disajikan dalam bentuk deskriptif (susunan kalimat). Oleh sebab itu agar pembaca mudah memvisualisasikan peta konsep, sosok (tokoh), struktur, atau objek lainnya maka diperlukan penyajian dalam bentuk lain. Namun, penulis harus tetap menyajikan penjelasan deskriptif sebelum (di atas) atau sesudah (di bawah) terkait gambar, tabel, grafik, dan bagan tersebut.


b. Tampilan karya tulis jadi lebih menarik


Bila suatu karya tulis hanya menunjukkan rangkaian huruf disertai beberapa angka maka membacanya akan jadi hal monoton. Namun, tatkala ada gambar, tabel, grafik, atau bagan di sebagian tulisan (tidak harus semuanya) maka pembaca akan terpancing untuk memahaminya. Sebab, daripada terus membaca lebih baik diselai atau diiringi dulu dengan melihat gambar, tabel, grafik, atau bagan yang disajikan. Sambil mengistirahatkan mata.


c. Mempertajam dan memperjelas gagasan deskriptif yang rumit


Keberadaan gambar, tabel, grafik, dan bagan idealnya dapat menyederhanakan gagasan utama suatu karya tulis. Bila didapati suatu karya tulis sudah menyajikan semua itu malah membuat tidak efektif maka harus direvisi (dibenahi). Hal itu penting, sebab fungsi kehadiran itu semua pada karya tulis bukan untuk gagah-gagahan. Namun, agar suatu gagasan maupun temuan yang ditonjolkan penulis bisa mudah segera disadari oleh pembaca. 


d. Meningkatkan daya ingat jangka panjang pembaca


Kehadiran gambar, tabel, grafik, dan bagan selain meningkatkan potensi keterbacaan yang tinggi, juga mampu membuat pembaca mudah dalam me-recall ingatan tentang konsep yang diusung oleh penulis. Hal itu bisa terjadi karena otak manusia cenderung lebih mudah mengingat hal-hal yang "unik" dan berkesan. Pembaca tentu akan lebih mudah mengingat gambar, tabel, grafik, dan bagan  yang memberikan warna baru daripada harus mengingat susunan huruf, kata, dan kalimat.





Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)