Review Film Frozen II: Petualangan, Fantasi, dan Sihir Menyatu dalam Ide Cerita


Tidak seperti film lainnya pada bulan November ini. Frozen II merupakan satu-satunya film yang tayang di akhir tahun secara  serentak pada seluruh studio bioskop kota Malang. Diputar sore hari pukul 16:45 WIB hingga 18:15 WIB. Dengan jumlah tayangan sehari paling banyak. Setidaknya dalam satu bioskop ditayangkan lebih dari 4 kali.



Jumlah penontonya pun membludak. Meski masih kalah ramainya dengan film Captain Marvel dan Avanger End Game. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Meski penonton tergolong banyak, nyatanya beberapa baris kursi depan masih nampak kosong. Entahlah mungkin itu terjadi karena durasi filmnya memotong banyak waktu sholat Maghrib.


FIlm ini diawali dengan cerita masa lalu saat Elsa dan Anna masih kecil. Mereka berdua tidak bisa tidur sehingga dibacakan cerita nyata oleh ayahnya. Kisah tentang hubungan yang penuh kejanggalan antara kerajaan yang dipimpin oleh kakek mereka berdua dengan penghuni hutan yang penuh keajabian (sihir). Cerita itu yang selanjutnya menjadi pemantik jalannya alur film yang makin rumit.


Elsa dan Anna yang masih kecil dan imut dengan tingkah mengemaskan tampak begitu rukun. Satu sama lain memang sudah terbiasa melengkapi. Baik dalam bermain maupun berbagi perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua mereka. Anna kecil digambarkan begitu ndableg dan ngeyelan. Adapun Elsa kecil digambarkan sebaliknya.


Layaknya dalam film Disney lainnya, sebut saja seperti Aladdin, dalam film Frozen 2 juga dipenuhi dengan nyanyian oleh beberapa tokoh. Mulai dari awal, tengah, hingga akhir film sajian lagu dengan nada khas Disney dilantunkan dengan jumlah yang tak sedikit. Tenang, musik yang mengirinya dijamin tak bakal membuat bosan. Jadi kalian bisa menikmatinya.


Jubah ungu yang dikenakan Anna akan menjadi salah satu kata kunci rahasia di film Frozen II (sumber gambar)



Seperti di film Frozen I, tingkah Anna yang naif tentang cinta malah bikin ketawa. Ia sering kali salah paham tentang arti cinta. Apapun yang diucapkan oleh lelaki pujaan hatinya membuat Anna jadi salah mengerti. Ula Olaf si boneka salju juga tak kalah mengundang tawa. Serta beberapa aksi tokoh lainnya ada juga yang begitu lucu. Singkatnya, film ini mengandung unsur komedi yang tak receh.


Dalam film ini, identitas ibu Elsa dan Anna terungkap. Sayangnya misteri penyebab kematian dan di mana keberadaan tubuh (jasad) orang tuanya masih tertutup rapat. Memang asal-usul kekuatan sihir "es" milik Elsa terungkap. Namun, tentang bagaimana cara sihir itu bisa menghinggapi dan siapa pelakunya masih menjadi misterius. Mungkin nanti ada Frozen III yang kelak akan menjawab pertanyaan itu.


Pada film Forzen II lebih banyak menyajikan flash back. Baik cerita masa lalu yang berasal dari bagian alur cerita, ingatan salah satu tokoh, hingga kilasan yang muncul dari kekuatan sihir.  Namun, kilas balik yang ditayangkan itu bukannya untuk menjawab rasa penasaran, justru sebaliknya malah menimbulkan penasaran. Yakni, tentang bagaimana seharusnya kebenaran di masa lalu itu harus terungkap.


Para tokoh utama film itu harus berpetualang ke hutan "tertutup" yang tak bisa dimasuki manusia. Demi, untuk mengungkap kebenaran di balik semua yang menyebabkan "keresahan" sepanjang hidup Elsa. Untungnya untuk menjalankan misi itu Elsa dibantu oleh adiknya Anna. Sekali lagi untuk kedua kalinya Anna menyelamatkan nyawa Elsa. Salut untuk Anna yang mampu menjadi adik berhati besar.


Bagaimana ending cerita ini? Silakan kalian tonton sendiri. Film ini dibandingkan film Forzen I lebih greget. Silakan dibuktikan. Selamat menonton.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)