Profesor Pengobatan Turki Klaim Temukan Obat Mujarab Covid-19

Seharusnya masyarakat tidak hanya dijejali kabar-kabar buruk mengenai Corona. Terkait berita tentang negara-negara yang makin parah terserang wabah. Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 hingga terus bertambahnya korban meninggal. Kabar yang bikin orang pesimis.


Belum lagi info lokal yang tak kalah membuat "nyali" hidup masyarakat kurang bergairah. Bahkan ada yang berpikir lebih baik mati saja dari pada hidup terus-terusan dalam keadaan mencekam. Buat apa hidup dalam ketidakpastian yang tak jelas sampai kapan akan berakhir. Itu pikir mereka.


Masyarakat harus diberi harapan. Masyarakat perlu berita-berita optimis. Masyarakat butuh sesuatu yang bikin mereka tetap semangat untuk menjalani hidup. Menjalani hidup dengan normal. Tanpa ada niat berbuat tercela atau buruk sedikitpun. Baik untuk untuk dirinya maupun orang lain.


Bagaimana tidak, hingga kini masih jarang sekali berita terkait Corona yang jauh dari kata titik terang. Masyarakat seakan diajak dalam lorong gelap tak berujung. Mereka dipaksa untuk menjalani hidup yang berbeda dari biasanya. Tanpa kepastian hingga kapan menjalin hidup terasing di negeri sendiri.


Patut disyukuri. Ada kabar menggembirakan. Dari ilmuwan di negara Turki sana. Namanya Prof. Dr. Ercument Ovali. Ia membuat pengumuman pada akun twitternya yang bila itu benar akan menghebohkan dunia. Yakni, tentang penemuan obat efektif untuk menyembuhkan Covid-19.



Ercüment Ovalı (sumber gambar)

Lalu siapakah Ercüment Ovalı? Perlu diketahui bahwa dia bukanlah cendekiawan kaleng-kaleng. Ketika kalian mengetika di Google dengan kata kunci "Ercüment Ovalı" maka akan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Baik di hasil "semua" maupun hasil "gambar".


Ovalı dilahirkan pada tahun 1961 di distrik Babaeski Provinsi Kırklareli Negara Turki. Lokasinya berada di ujung barat Turki. Sangat dekat dengan Bulgaria dan Yunani daripada negara asia sekitar perbatasan. Ia lulusan Universitas Hacettepe Fakultas Kendokteran di Ankara pada tahun 1985.


Pada tahun 1997 di universitas Marmara di Istanbul ia mengambil spesialiasi Obat Penyakit Dalam. Lalu pada tahun 1999 ia mendapat gelar Profesor. Beberapa pengalaman dalam dunia kesehatan ia geluti. Paling tidak selama 18 tahun terakhir telah bekerja pada pengembangan dan aplikasi klinis produk terapi seluler. 


Sayangnya, untuk sementara ini dari hasil temuan di Google hanya media berbahasa Turki yang banyak membahasnya. Itupun berita dan gambar yang muncul hampir semuanya "terbitan" 2 hari yang lalu. Bahkan ada yang hanya hitungan jam. Itu menggambarkan bahwa ia "tokoh" baru.


Namun demikian, ia cukup populer dengan banyak berita terkait dengannya. Sejumlah harapan dan optimisme tumbuh berkat pernyataannya. Ia juga tercatat di akun Google Scholar sebagai profesor cukup aktif menulis dengan jumlah citations tulisan hingga ribuan.


Berikut ini isi twitter dari pakar pengobatan tersebut:



Arti dari tweet di atas kurang lebih mengungkapkan bagaimana Prof. Ovalı beserta timnya akan mengumumkan nama obat yang sudah mereka kerjakan di laboraturium selama satu bulan. Yakni pada tanggal 23 April mendatang. Menurutnya, tampaknya obat itu sangat efektif sehingga dapat menyelamatkan nyawa manusia.


Untuk sementara waktu obat tersebut diberi nama Dornaz Alfa. Sontak temuan yang menghebohkan itu jadi bahan pemberitaan sejumlah media di Turki. Hingga saat ini status twitter di atas telah disukai lebih dari 311 ribu dan retweet sebanyak lebih 78 ribu kali.


Baca juga: 

Alasan Butuh Waktu Lama untuk Membuat Vaksin, Setidaknya Perlu 4 Tahapan


Semoga wabah virus corona ini segera berakhir. Semoga keadaan segera seperti sedia kala. Semoga kita mampu mengambil hikmah atas wabah corona sehingga kelak semuanya akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Aamiin.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Cara Memecah Sertifikat Tanah Hasil Hibah, Turun Waris, dan Bertujuan untuk Bisnis Tanah Kaveling Perorangan

Visi dan Misi dalam Bekerja