Satu Bayi dan Dua Anak Meninggal Akibat Covid-19.

Banyak berita yang menggembar-gemborkan secara langsung atau tidak bahwa anak dan remaja kebal terhadap penyakit Covid-19. Maksudnya meskipun mereka terpapar virus SARS-CoV-2 tak berdampak mematikan. Bahkan menunjukkan gejala sakit pun tidak.


Sayangnya itu tidak seratus persen benar. Ternyata ada sejumlah anak dan remaja yang meninggal gara-gara Corona. Walau meninggalnya bukan secara mendadak seperti beberapa kasus orang paruh baya yang mengidap penyakit menahun. 


Anak-anak itu meninggal di rumah sakit saat dalam perawatan. Seperti pada kasus anak dari Inggris berinisial MAW meninggal dini hari pada 31 Maret 2020 hari Senin. Lebih menyayatnya keluarga tak ada satu keluarga yang mendampinginya karena resiko penularan sangat tinggi.


Begitu juga dengan anak dari kota Brixton yaitu London Selatan. Ia lelaki berumur 13 tahun yang sama-sama tinggal di Inggris. Anak itu langsung dipasangi ventilator (alat bantun nafas) karena mengalami kesulitan bernafas. Gejala itu sangat mirip dengan pneomonia.


Anak yang berinisial I itu meninggal pagi hari pada 1 April 2020 hari Rabu. Anak tersebut meninggal tanpa disertai penyakit kronis, bawaan, atau menahun. Artinya kondisi sebelumnya normal sebagai anak sehat. Tak ada penyakit apapun yang dapat memicu terserang Covid-19.


Selain dua kasus di Inggris seperti disebutkan di atas ada kasus lain di Amerika.  Tepatnya di negara bagian Connecticut. Bayi berusia 6 bulan meninggal pada tanggal 1 April 2020 hari Rabu karena terserang Covid-19. Pejabat pemerintah setempat mengatakan bayi itu korban termuda.


Bayi yang dirujuk ke rumah sakit pada Ahad itu menunjukkan beberapa gejala aneh. Terdapat keluhan tak seperti biasanya. Ia tak lagi aktif seperti biasanya. Malah yang terjadi lebih cenderung diam, tak menangis, dan tak bergerak. Bayi itu mengginal karena penyakit komplikasi. Salah satunya penyakit Covid-19.

Ilustrasi anak mencegah virus corona dengan cuci tangan (sumber gambar)


Adapun di Indonesia juga ada kasus anak meninggal. Kasusnya didahului dengan gejala demam, batuk, dan sesak. Anak berusia 12 tahun itu meninggal pagi hari pada 2 April 2020 hari Kamis. Sempat koma di rumah sakit dr. Abdul Aziz Singkawang, Kalimantan Barat.


Sebelumnya ia sempat dirawat di rumah sakit swasta selama satu pekan. Lalu dirujuk ke rumah sakit Abdul Aziz. Langsung masuk ruang isolasi dengan menggunakan alat ventilator (alat bantu napas).Hasil rapid test (tes cepat) bukan swab test menunjukkan hasil negatif Covid-19.  


Perlu diketahui bahwa rapid test memiliki keakuratan lebih rendah daripadai swab test. Rapid test dengan swab test sangat berbeda. Rapid test seharusnya digunakan untuk melakukan test secara massal. Sementara swab test merupakan standar diangonsis virus SARS-CoV-2 yang dianjurkan WHO.






Sumber berita:

https://www.viva.co.id/berita/dunia/1208925-tragis-bocah-13-tahun-pasien-corona-meninggal-tanpa-keluarga


https://www.viva.co.id/berita/dunia/1209036-menyedihkan-bayi-berusia-6-minggu-meninggal-karena-corana-di-amerika


https://www.viva.co.id/berita/nasional/1209092-bocah-12-tahun-pasien-dalam-pengawasan-di-kalbar-meninggal-dunia

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Hutangmu Menunjukkan Seberapa Besar Harga Dirimu

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

Pernah Dengar Istilah "Kotak Pandora"? Inilah Kisah di Baliknya

Visi dan Misi dalam Bekerja