Sebelum Memutuskan Jadi YouTuber, Perhatikan 5 Hal Berikut

Menjadi YouTuber tidaklah mudah. Apalagi tatkala didasari murni untuk cari uang. Bukan demi mengaktualisasikan hobi, mengisi waktu luang, hingga mempromosikan kemampuan diri. Ujungnya bernafsu kejar target lantas tertekan/terbebani.

Maksud hati ingin terbebas dari pekerjaan formal yang penuh tekanan dan sulit mengekspresikan diri. Malah yang terjadi pusing sendirian lantaran penghasilan dari YouTube tak kunjung datang. Saat datang ternyata nominalnya mengecewakan.


Alangkah baiknya sebelum memutuskan jadi YouTuber perhatikan dulu 5 hal ini supaya tak menyesal.


1. Tak Semua Orang Cocok jadi YouTuber

Semua orang memang bisa merekam video. Baik itu yang tentang lingkungan sekitar maupun terkait aktivitas dirinya. Meski punya kualitas, durasi, tema, dan jumlah video yang sama nyatanya masing-masing YouTuber punya "keberuntungan" sendiri.


Untuk itu jangan gegabah keluar dari pekerjaan bergaji bulanan guna dapat fokus jadi YouTuber. Lebih baik awali membuat konten video sambil bekerja formal. Belajar dan pahami dulu bagaimana dunia YouTube sebenarnya.


2. Pilih Tema Sesuai Bakat

Apapun jenis pekerjaan atau aktivitas rutin yang dilakukan hal terpenting tak boleh dilewatkan adalah kudu nyaman menjalaninya. Buat apa bergaji besar tetapi batin merasa tersiksa. Mending jadi YouTuber agar sesuai dengan isi hati.


Mengerjakan sesuatu dengan setulus hati dan sesuai bakat dapat menginspirasi orang lain. Tidak cuma menghibur, memberi tips/trik, memberi wawasan, dan memberi informasi. Jangan korbankan idealitas demi menperoleh uang banyak.


3. Punya Waktu Luang

Hal yang tak bisa ditawar untuk jadi YouTuber yaitu wajib punya waktu luang. Kalau pun tidak punya waktu, buatlah tim yang terdiri dari beberapa karyawan. Supaya ada yang sempat membalas komentar dan bentuk interaksi lain.


Seorang YouTuber mandiri selain bertugas merekam video, ia juga harus mengeditnya dulu sebelum ditayangkan. Memberi thumbnail, membuat judul yang menarik, memberi deskripsi video, dan lain-lain. Itu semua memerlukan waktu yang pajang.


4. Butuh Modal

Jangan meniru YouTuber yang sukses dengan peralatan sederhana. Apabila ingin dilirik penonton gunakan peralatan yang mumpuni. Tentu itu butuh modal. Laptop, kamera, aplikasi pendukung, dan perlengkapan lain mesti berkualitas.


Peforma bicara dan perilaku yang kurang menarik bakal tertutupi dengan kualitas gambar yang memadai. Setidaknya penonton tahu bahwa video tersebut dibuat tidak sembarangan. Menggunakan alat-alat pilihan.


5. Lindungi Diri dari Racun Digital

Bukan hanya artis atau orang terkenal lain yang sering mendapat hujatan di internet. Orang-orang yang masih merintis karir di dunia digital juga kerap mendapat serangan negatif. Tentu banyak tujuan dan alasan netizen melakukan itu.



Cegah diri dari rasa penasaran dan terpancing untuk terus membaca komentar pedas dan kasar. Hindari kebencian dan menyakiti diri sendiri dengan cara terus mencari informasi bagaimana tanggapan penonton terhadap video karyanya.


Untuk melindungi diri dari "racun" digital di atas, cari dukungan yang kuat di dunia nyata. Buatlah komunitas YouTuber serta komunitas yang sesuai dengan topik chanel YouTube. Tetap membumi saat di dunia nyata bersama orang-orang tercinta.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)