6 Tips Mencari Tanah Kavling Secara Online dan Offline

Mencari tanah kavling itu ibarat mencari jodoh. Tak mudah dan perlu pertimbangan matang. Tindakan terburu-buru atau kebelet ingin cepat menikmati rasanya punya tanah merupakan kesalahan fatal. Oleh sebab itu, perlebarlah pandangan.

Banjirembun.com

Memperbanyak informasi, pilihan, dan perbandingan tanah kavling tanpa batas di beberapa lokasi merupakan langkah penting. Hal tersebut supaya pikiran tidak sempit. Tanpa gegabah maupun gampang dipengaruhi penjual tanah.

Sayangnya,  umum terjadi para pencari tanah kavling tidak tahu bagaimana cara mengetahui di daerah mana yang buminya bisa dibangun rumah sendiri serta dijadikan investasi. Itu perkara rumit, apalagi yang butuh SHM cepat.


1. Cari di Aplikasi Peta

Gunakan aplikasi peta Google Maps untuk mencari tanah kavling yang dijual. Ketik kata kunci tepat untuk memperoleh hasil yang sesuai. Pakai kata kunci lain hingga hasil yang diinginkan ketemu. Kemudian bandingkan.


Di sana biasanya kalian bisa mendapatkan nomor ponsel yang dapat dihubungi. Namun sayangnya, kerap kali ulasan dan kredibilitas yang menilai lokasi tanah kavling diragukan. Salah satu alasannya karena pemberi komentar sedikit.


2. Cari di Mesin Pencarian

Gunakan mesin pencarian Google. Ketik kata kunci yang setidaknya mengandung kota yang jadi incaran. Misalnya "Tanah kavling murah di Malang". Sekali lagi kami ingatkan, jangan terpaku pada satu hasil. Bandingkan dengan hasil lain.


3. Cari di Media Sosial

Manfaatkan grup chat (obrolan) seperti whatsapp dan telegram untuk memberi info mencari tanah. Tentu pastikan dulu bahwa mayoritas anggota grup itu tempat tinggalnya tak jauh dari area tempat tanah yang ingin di beli.


Kalian juga dapat menggunakan kata kunci tertentu di kotak pencarian media sosial. Facebook, telegram, dan twitter menyediakan fasilitas pencarian tersebut. Tidak ada salahnya juga gabung grup tentang jual beli tanah.


4. Perhatikan Pamflet atau Brosur Penjual

Penjual tanah kavling biasanya memasang pamflet/baliho atau menyebar brosur untuk mempromosikan dagangannya. Tak ada salahnya untuk mencatat nomor telepon selulernya. Lalu mengadakan perjanjian untuk bertemu di lahan yang dijual.

Ilustrasi brosur penjualan tanah kavling (sumber gambar)


5. Datangi Kantor Pemasaran

Biasanya para penjual (developer) yang menjual kavling maupun perumahan lokasi kantor bisnisnya tidak berjauhan. Artinya ada satu kawasan tertentu memang banyak dan dijadikan daerah khusus pengembangan perumahan baru.


Bukan hal yang memalukan tatkala kalian mendatangi kantor pemasaran mereka. Seringkali lokasinya persis di depan tanah kavling atau perumahan yang mereka dagangkan. Serta tak jarang kantornya di tempat lain karena mereka punya banyak lahan di beberapa tempat.


6. Tanya pada Teman

Bukan sebuah hal tabu menanyakan terkait informasi di mana titik terdekat ada tanah kavling yang dijual. Pastikan juga teman kalian itu tahu siapa penjualnya (jika tanah pribadi). Serta pastikan juga teman kalian itu cukup kenal pada pemilik tanah.


Jangan sampai hubungan pertemanan putus gara-gara bisnis jual beli tanah mengalami masalah. Lebih baik lakukan tranksasi dengan jelas. Tidak plintat-plintut. Kalau memang tak tertarik katakan tidak. Seandai tertarik jangan tergesa-gesa.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece