Entah Mana yang Bikin Gisel Sakit, Digantungkan Atau Kehilangan


Sebagai gadis berhijab, Gisel bertekad tak ingin pacaran. Bahkan untuk taaruf pun tak sembarang orang bisa mendekati. Bukan maksud matere, sok suci, atau pilih-pilih.


Gisel hanya ingin memastikan bahwa kehidupan masa depan nanti bersama dengan orang yang lurus. Tak hanya cuma main-main, egois, tak perhatian, dan tiada tanggung jawab.


Sungguh Gisel akui berasal dari keluarga sederhana. Sebagai anak sulung yang punya 3 adik bukan perkara mudah. Sejak lama Gisel sudah terlatih bersikap layaknya orang dewasa.


Patut disyukuri salah satu adik cewek sudah dinikahi pria yang amanah. Tinggal dua adik lain yang masih cukup kecil. Kebutuhan mereka sebagian Gisel cukupi.


Menurut hukum agama, memang perempuan yang menikah itu semuanya sudah di tangan suami. Kalau mau pergi maupun membuat keputusan apapun mesti izin suami.


Mendapat perkenanan atau rida dari suami adalah hal penting yang harus dipegang istri. Gisel tak boleh semena-mena atau lancang memberi adik kandung nafkah tanpa kerelaannya.


Tetap Bertahan Digantungkan atau Melepas

Teman cowok yang bertaaruf pada Gisel masih sibuk dengan urusan kerja dan patuh arahan orang tua. Dia mendekati dan memberi harapan lebih. Bagai hembusan angin surga.


Alhamdulillah, gini-gini Gisel punya sisihan tabungan untuk modal merintis usaha. Namun, dia melarang keras Gisel membuka jalan mengawali bisnis.


Dia menyarankan agar tetap fokus mengembangkan situs. Menurutnya uang dari situs sudah cukup untuk uang pegangan ibu rumah tangga. Urusan uang besar biar suami.


Di sisi lain saat Gisel mengajaknya untuk ke jenjang pernikahan dia belum beri kepastian. Jangankan tanggal. Bahkan tahun berapa bakal dilakukan tidak jelas.


Oh iya, perlu diketahui bahwa cowok tersebut ialah sosok tajir. Orang tua kaya raya. Serta dia pun merupakan pria yang cakap bekerja. Penghasilannya lumayan besar.


Dia sungguh baik hati. Mengirim bantuan uang dan barang pada keluarga Gisel di kampung. Tanpa sepengetahuan Gisel. Padahal Gisel juga tak beri tahu alamat rumah orang tua.


Dia juga sering menawarkan uang atau membeli barang tertentu pada Gisel. Tanpa Gisel harus merengek, menyindir, atau memberi info padanya sedang butuh sesuatu.


Tak jarang tiba-tiba Gisel diberi barang mewah dan perangkat elektronik. Sontak langsung Gisel tolak. Bukan karena takut dibilang suka morotin. Namun, memang Gisel cinta dia.


Selama bertemu, dia tak pernah menjamah Gisel satu kalipun. Begitu pula saat chat maupun telepon. Kata-katanya wajar saja. Cenderung kalem, berwibawa, dan sopan.


Perasaan di gantung oleh cowok sebaik itu rasanya bikin merinding. Bikin mewek. Antara menangis bahagia punya kenalan seperti dia dan menangis penuh harap.


Sebenarnya Gisel pernah memberi tahu bahwa ada cowok lain yang juga mengajak serius. Akan tetapi saat mengetahui kabar itu dia cukup berat. Walau tetap membebaskan Gisel.


Gisel diberi hak penuh untuk menikah sekarang atau nanti. Dengan siapapun tak apa-apa meski tanpa dia. Dia menegaskan bahwa di antara kita memang tak ada ikatan.


Tahu hal itu Gisel langsung menangis. Lalu mengapa selama ini dia begitu baik pada Gisel. Mengapa dia terlalu sering chat sama Gisel. Walau sekadar untuk menyapa dan basa-basi.


Gisel bingung harus melepas dan kehilangan dia atau tetap bertahan digantungkan. Entah mana yang paling bikin sakit hati. Keduanya tetap saja membawa lara yang dalam.


Bagi kalian yang ingin tahu hubungan Gisel dengan dia. Silakan ketik di Google: Banjir Embun Gisel.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece