7 Cara Mengatasi Rasa Malas Menulis pada Anak


Dunia anak memanglah dunia penuh imajenasi. Usia anak 1 hingga 8 tahun porsi bermain untuk hiburan, mengasah otak, dan mengenali hal baru memang lebih banyak. Mereka lebih condong tertarik menyanyi, bergerak, mendengar, dan bicara.
Banjirembun.com

Anak-anak lebih cenderung sulit diajak berpikir berat. Terutama hal membosankan seperti membaca, menulis, maupun berhitung. Hal tersebut wajar karena pada waktu itu mereka aktif mengeksplorasi, mencari perhatian, dan penuh penasaran.


Padahal menulis merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak. Baik itu di waktu ia masih kecil maupun sudah dewasa. Anak yang terbiasa menulis hingga dewasa bakal menemui jalan kemudahan dalam hidup.


Tak sedikit hal penting pada kehidupan ini memerlukan tulisan. Kemampuan unggul dalam membaca dan berhitung saja tak cukup. Masih dibutuhkan mampu menulis guna menjadi manusia yang kebermanfaatannya lebih luas.


1. Ajari Membaca Lebih Dulu

Supaya dapat menulis tanpa menyontek atau pun diajari, hal pertama yang harus dikuasai anak adalah membaca. Paling tidak menulis sambil belajar membaca. Dalam artian, jangan sampai anak menulis sesuatu tapi tak paham maksudnya. 


Anak akan merasa tertantang dan tak bosan melakukan sesuatu ketika ia menyadari apa di balik manfaat atau tujuannya. Ia tahu bahwa perbuatan menulis yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari belajar membaca sebelumnya.


2. Ajari Teknik Dasar Menulis

Menulis huruf O ada caranya. Beberapa orang membuat garis melingkar searah jarum jam. Beberapa yang lain ke arah kiri (berlawanan jarum jam). Serta teknik menulis huruf-huruf lain. Ajari anak sejak dini terhadap metode tersebut.


Teknik menulis yang benar juga dapat mencegah anak malas menulis. Sebab seringkali tulisan jelek diperoleh dari cara menulis yang salah. Akibatnya, rasa malu dan minder kadang menyerang anak karena sering dikoreksi guru maupun teman.

Ilustrasi anak malas menulis (sumber gambar)



3. Kenali Latar Belakang Anak

Mengenali anak secara lengkap sangat penting sebelum mengajarinya sesuatu. Bagaimana karakternya, punya masalah tidak, apa kesukaannya, dan lain-lain. Ciptakan hubungan erat dengan anak terutama saat ia kesulitan menulis.


Jangan paksakan anak berlatih menulis sebelum tahu permasalahannya. Faktor apa yang menyebabkan ia tak mau menulis harus dipastikan dulu. Apa karena malas, bosan, kelelahan akibat banyak gerak, atau yang lainnya.


4. Peralatan Tulis Memadai

Berikan pensil yang ujungnya tidak terlalu tumpul dan tidak terlalu runcing. Tak boleh sediakan kertas yang tipis sehingga mudah sobek. Semua alat tulis harus menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi mereka.


Buku tulis, pensil, papan tulis, penghapus, dan buku contekan yang bagus dapat meningkatkan gairah anak untuk menulis. Penghapus dan kertas yang kurang berkualitas dapat menimbulkan noda hitam. Akibatnya anak akan merasa terganggu.


5. Tema Tulisan Menarik

Anak yang kreatif dan cerdas sebelum menulis biasanya akan membaca lebih dulu huruf, kata, maupun kalimat yang akan disalin. Kadang juga melihat dulu gambar di samping kata atau kalimat yang hendak ditulis ulang.


Agar anak semakin semakin semangat menulis, buatlah tema tulisan dan gambar ilustri yang menarik. Berikan tema tulisan yang kekinian dan sedang populer. Tidak harus membeli. Kalian bisa mendapatkannya di internet lalu dicetak/print.


6. Motivasi Anak

Cara memberi motivasi antara anak usia dini dengan orang dewasa memang beda. Namun, tujuan serta intinya sama saja. Yakni, supaya orang yang diberi motivasi mau melakukan sesuatu. Asal jangan berbuat curang atau bohong.


Berilah janji hadiah, kata-kata penyemangat, empati, dampingi, dukung, dan buat mereka nyaman. Jangan sampai memberikan trauma pada anak. Baik itu sebelum, saat, maupun sesudahnya. Target awal bukan mampu menulis, tapi mau belajar menulis dulu.


7. Berilah Penghargaan

Saat anak berhasil atau selesai melaksanakan tugas menulis berilah mereka penghargaan. Tidak harus berupa hadiah atau materi. Memberi pujian, mencium pipi, memeluk, dan mengapresiasi atas hasil yang diraih sudah cukup.


Tak ada salahnya menempelkan hasil tulisan anak di dinding. Itu sebagai bentuk apreasiasi atas kerja keras anak yang sudah dilakukan. Sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi anak apakah tulisan yang dibuat sudah baik atau belum.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Contoh Visi dan Misi Pribadi