6 Tokoh Film yang Sering Dijadikan Bahan Ejekan untuk Anak Gendut Generasi 90-an

Anak bisa menjadi gendut disebabkan banyak faktor. Sebut saja seperti keturunan (genetik), banyak makan, pola asuh salah, pengaruh tokoh film, dan lain sebagainya. Satu langkah gegabah tatkala memberi cap buruk pada anak gendut.

Banjirembun.com

Ada orang yang porsi makannya sama dengan yang lain tapi tubuhnya gampang gemuk. Sebaliknya, ada pula orang yang makannya banyak tetapi tubuh tidak gemuk-gemuk. Apapun itu, orang gemuk pasti lemaknya berasal dari makanan.

Orang dewasa mungkin menyadari tentang kondisi orang gemuk. Berbeda halnya dengan anak kecil. Mereka memandang orang gemuk sebagai sesuatu yang lucu, lamban, dan tak pintar. Apalagi ia teman sebayanya.


Dulu ada beberapa film yang menonjolkan beberapa tokoh berpawakan gendut. Baik sebagai pendamping tokoh utama maupun sebagai tokoh antagonis. Generasi 90-an sangat lekat dengan mereka. Sebab saat itu belum ada smartphone.


1. Basir

Basir tokoh lucu pendamping pemeran utama bernama Sembar di film Misteri Gunung Merapi. Serial tayangan itu sangat lama sekali tamatnya. Selalu ada saja jalan cerita yang dibuat sutradara. Serta tentu ada bumbu-bumbu lain.

Tokoh Basir di Misteri Gunung Merapi


Selain gendut dan pintar melucu karakter Basir juga identik dengan penakut, lemah, dan tak bisa diajak mikir. Dalam cerita film ia selalu berada di bawah perlindungan Sembara yang sakti mandra guna.


2. Brutus

Brutus merupakan musuh bebuyutan Popeye. Mereka berdua selalu bertarung. Biang keroknya tentu si Brutus. Hal yang paling sering menjadi pemicu pertengkaran, perkelahian, dan persaingan mereka yaitu merebutkan Olive.

Brutus dengan 3 setelan baju berbeda (sumber gambar)


Di negara barat Brutus diberi nama Bluto. Mungkin nama Bluto kurang pas sesuai cita rasa Indonesia sehingga diganti Brutus. Film Popeye tidak terlalu sukses tayang di Indonesia karena kontennya lebih banyak mengandung unsur dewasa.

3. Bom Bom

Tokoh Bom Bom yang diperankan Cecep Reza pada film Bidadari karakternya sangat kuat. Para penonton berhasil dibuat kesal, sebal, dan gemes ingin melumat Bom Bom. Tanpa ada figur Bom Bom film itu tak akan tahan lama.

Alm. Cecep Reza pemeran Bom Bom (sumber gambar)


Dari sekian banyak film yang dimainkan Cecep Reza hanya film Bidadari yang paling membuatnya bersinar. Ketika melihat Cecep pasti teringat sama Bom Bom. Kabarnya, pada 19 November 2019 ia meninggal karena serangan jantung.


4. Gajah Tingti

Gajah Tingti merupakan tokoh kunci terakhir sebelum film Kera Sakti berakhir. Dialah yang punya peranan penting dalam membuat jantung penonton berdenyut kencang. Tanpa adanya Gajah Tingti pertarungan pamungkas tak akan seru.


Gajah Tingti bukan siluman yang berwujud manusia. Ia hanyalah gajah yang tak dapat bicara akan tetapi memiliki kelebihan super. Namun, kekuatan yang ada pada dirinya itu ternyata dimanfaatkan Kera Tungpai untuk kejahatan.


5. Giant

Giant atau diucapkan Jayen dalam serial Doraemon merupakan tokoh yang dikenal gendut dan kuat. Selain itu ia juga sangat bandel, nakal, usil, hingga mau menang sendiri. Walau gendut ia sangat cekatan dalam berkelahi.


Dari beberapa tokoh gendut lainnya, Giant sangat jarang sekali digunakan sebagai nama ejekan (julukan) untuk teman yang gendut. Sebab, selain Giant sering mendominasi juga karena sosok seperti dia tak seperti orang gendut umumnya.


6. Kentung

Kentung merupakan salah satu tokoh karakter Jin berpostur tinggi dan tambun dalam film Tuyul & Mbak Yul. Dia menjadi teman Ucil sang tuyul yang juga sebagai tokoh utama. Dia menjadi tokoh film yang identif dengan air kolam dan laut.


Bagi anak generasi 90-an yang punya teman bisa mengapung di air seperti kentung bakal dijulukin kentung. Ejekan nama tersebut cukup sering digunakan bagi anak yang berpostur gemuk. Hampir sama dengan panggilan Bom Bom.



Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Contoh Visi dan Misi Pribadi