Awas, Jangan Respon Nomor Telepon Misterius Berkode Luar Negeri Berikut ini

Banjirembun.com - Akhir-akhir ini banyak sekali nomor telepon berkode luar negeri mengontak para netizen Indonesia. Baik itu menggunakan media chat dengan mengatasnamakan Customer Service (CS) toko online tertentu maupun langsung menghubungi lewat telepon reguler melalui sim-card.


Menanggapi fenomena di atas, berkali-kali dalam sejumlah tulisan di situs Banjir Embun ini mengingatkan bahwa jangan merasa bangga karena dispesialkan. Terutama tatkala dihubungi oleh pihak mana pun tanpa dikenali baik melalui chat, SMS, email, hingga telepon yang mengatasnamakan perusahaan tertentu.

Begitu pula jangan merasa percaya diri tatkala ditelepon atau lebih tepatnya di-missed call (panggilan tak terjawab) oleh nomor telepon misterius berkode luar negeri. Apalagi dengan gegabah seketika langsung menelepon balik. Sebab, panggilan tak bertanggung jawab itu sejatinya hanya sebuah jebakan.


Kode telepon berawalan (prefix) berapa pun seperti +1, +77, +242, +459, atau yang lainnya hindari agar tak terpancing. Jangan telepon balik nomor internasional tersebut. Risikonya yaitu mungkin saja data nomor telepon di ponsel bisa diambil. Serta korban yang menelepon balik itu dapat dikenai biaya $15 hingga 30 dollar AS per panggilan.

Panggilan misterius dari luar negeri dengan kode +1

Seberapa pun seringnya panggilan tak dikenal tersebut tetap ngeyel masuk sehingga mengganggu, kokohkan hati untuk tidak merespon. Diamkan saja. Itu adalah trik atau modus penipuan menggunakan panggilan berbasis telepon premium. Para penipu menyewa nomor premium internasional dari sebuah perusahaan. Lantas pelaku melakukan panggilan secara acak.


Selain dilakukan dengan "tebak-tebakan", sebuah panggilan dari penipu memang sudah sengaja tertuju. Sasaran atau target sudah jelas. Mereka mendapat nomor calon korban dari pihak penjual data pribadi. Data tersebut didapat dari hasil mencuri atau mengambil secara tidak sah dari pihak-pihak pemilik atau pengelola yang resmi.


Dapat juga data itu dimiliki penipu secara bebas dari hasil data bocor yang beredar luas di internet. Kemudian, penipu melakukan panggilan kepada calon korban dan langsung menutupnya seketika itu juga. Hal tersebut supaya calon korban menganggap telah melewatkan sebuah panggilan penting dan "berharga".


Nah, tatkala korban terpancing dengan menelepon balik bakal membuat penipu sumringah. Korban akan mendapat sebuah tagihan telepon yang membengkak. Tagihan itulah yang akan masuk ke kantong si penipu. Oleh sebab itu, siapapun yang mengalami hal serupa janganlah melakukan panggilan balik.


Nahasnya, tagihan layanan telepon premium itu akan menyebabkan pulsa si korban tersedot secara terus-menerus. Korban akan secara otomatis berlangganan yang intinya akan menguras pulsa korban secara berkala. Tentu si penipu bakal girang karena mendapat uang dengan rutin dari hasil menyedot pulsa korban.


Tidak semua rasa penasaran harus dituntaskan. Lebih baik meredam bahkan menghapus rasa penasaran ketimbang mendapat risiko berbahaya dan merugikan. Sebab, umumnya penipu di dunia maya memanfaatkan psikologi manusia. Yakni, mengeksploitasi rasa penasaran yang ada di dalam manusia. Tak perlu dengan paksaan cukup "dimanipulasi" saja.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)