Disebut Fosil Hidup Usia 66 Juta Tahun, Ternyata ini Alasan Buaya Tak Punah Bersama Dinosaurus

Banjirembun.com - Buaya disebut sebagai hewan ukuran besar yang tak terlalu banyak mengalami perubahan tampilan fisik akibat dari proses evolusi. Meski hidup sezaman dengan dinosaurus, hingga kini bentuk dan ukuran buaya tak jauh beda. Buaya juga dijuluki sebagai fosil hidup yang bahkan sudah ada di bumi sebelum manusia tercipta.


Saat asteroid besar sekitar 66 juta tahun lalu menghantam bumi kepunahan massal di seluruh penjuru dunia terjadi. Lebih dari 75% makhluk hidup punah. Sisanya mampu bertahan hidup. Namun, hampir semuanya telah berevolusi. Akibatnya bentuk dan ukuran hewan pada waktu itu berbeda dengan di zaman sekarang. Padahal berasal dari nenek moyang sama.

Satu-satunya hewan zaman dinosaurus yang mampu bertahan tanpa berevolusi adalah buaya. Sedang beberapa jenis dinosaurus tertentu berhasil bertahan karena sejumlah alasan. Salahnya satunya dinosaurus bersayap yang mampu terbang sehingga mampu mencari makan di tempat jauh. Begitu pula paruh dan bulunya sangat membantu dalam adaptasi.


Dinosaurus penerbang tersebut kini berevolusi menjadi burung dan unggas. Bulunya mampu melindungi dari udara dingin akibat langit tertutupi kabut hasil tumbukan meteor. Matahari yang lama tak muncul mengakibatkan terjadi perubahan iklim. Ditambah paruhnya sangat berguna memakan biji yang terkubur pada sekitar pohon mati.


Adapun buaya punya trik lain dalam mempertahankan diri. Yakni, tubuh buaya melakukan mode "hemat energi". Tidak terlalu banyak bergerak. Baik itu di darat saat berjemur dan baring maupun di dalam air. Bernapas dengan pelan-pelan. Detak jantungnya juga sangat lambat. Dengan begitu metabolisme tubuh tidak terlalu aktif.


Buaya mampu bertahan menahan nafas di bawah air selama lebih dari 1 jam. Lebih dari itu, dia mampu bertahan hidup walau tanpa makanan selama berbulan-bulan sampai satu tahun lebih. Kemampuan tersebut tentu sangat bermanfaat tatkala krisis pangan terjadi pasca asteroid menghajar bumi. Belum lagi buaya tidak makan tumbuhan, melainkan daging.

Ilustrasi fosil buaya di zaman dinosaurus (sumber gambar)

Berbeda halnya dengan dinosaurus lain yang musnah. Mereka amat aktif. Membutuhkan banyak energi yang tentunya bikin mudah lapar dan butuh sering makan. Terlebih dari jenis karnivora (pemakan daging). Tanpa makanan membuat mereka rentan mati. Sayangnya, tumbuhan hijau sebagai sumber makanan sudah jarang sekali ditemukan.


Awalnya dinosaurus pemakan dedaunan yang punah duluan. Baru setelah itu dinosaurus pemakan daging menyusul. Sayangnya, dinosaurus itu ogah memakan ikan atau hewan air lainnya. Mereka lebih gemar memangsa dinosaurus lain yang berjenis pemakan tanaman hijau. Alhasil, efek domino terjadi. Robohnya satu batang meruntuhkan batang lain.


Uniknya buaya yang tinggal di sungai, danau, dan tepian pantai tak tergantung pada hewan pemakan rumput dan pohon. Buaya tidak butuh tanaman hijau. Tumbuhan yang mati serta jasad hewan yang tersapu dari tanah bakal dimakan oleh makhluk-makhluk kecil. Di mana, hewan kecil itu akan di makan makhluk lebih besar dan seterusnya. Termasuk oleh buaya.


Buaya tetap mampu bertahan hidup walau hampir semua spesies tumbuhan binasa. Tragedi kelaparan bagi makhluk lain sangat mencekam tapi tidak berlaku bagi buaya. Dia mampu menyantap hewan-hewan yang berada di dalam air yang juga tak tergantung pada tanaman di daratan. 


Hal lebih mengejutkan, buaya diprediksi tetap bertahan dari kepunahan meski di masa datang manusia sudah punah duluan. Bumi saat manusia atau banyak makhluk lain hilang tak akan terjadi pada buaya. Bahkan kalau pun manusia sengaja ingin membantai seluruh buaya di dunia tetap akan sulit punah.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)