Tak Perlu Malu Terhadap 5 Hal ini Agar Hidup Apa Adanya

Banjirembun.com - Rasa malu kadang-kadang muncul lantaran dari pikiran yang salah dalam memahami persepsi orang di sekitar. Padahal tidak semua orang memiliki pendapat, penilaian, dan tanggapan yang sama tentang diri kalian. Justru sangat mungkin hanya segelintir orang saja yang cuma usil dan ribet dalam memandang hidup kalian.


Tak perlu malu melakukan, memiliki, atau berada dalam kondisi yang tidak berposisi di jajaran "puncak" (level atas). Sebab hidup ini bukan sekadar urusan menang-kalah. Begitu pula bukan semata tentang materi duniawi. Hindari mengukur kemampuan serta potensi diri dengan apa-apa yang dipunyai orang lain. Mulai sekarang jangan malu hidup apa adanya.

Senyampang tak melanggar hukum pidana, norma agama, dan kearifan lokal tetaplah bersikap wajar tanpa terasa beban. Secara lengkap berikut ini 5 hal yang tak perlu malu terhadapnya:


1. Bergaya Hidup Sederhana

Kalau taraf kemampuannya masih hanya beli sepeda motor tidak usah buru-buru terobsesi ingin punya mobil. Nikmati dan manfaatkan motor yang ada untuk mengembangkan diri. Terkadang disebabkan terlalu pengen punya mobil membuat hati jadi malu saat menggunakan sepeda motor. Daripada bergaya hidup mengutamakan tampilan fisik, lebih baik perbaiki dulu kepribadian diri.

Ilustrasi tampil hidup sederhana naik sepeda motor (sumber gambar)

Gaya hidup itu adalah pilihan. Orang kaya raya bisa memilih menjalani hidup sederhana. Selain karena faktor manajemen keuangan yang ketat dapat juga alasannya tak ada rasa malu tampil sewajarnya. Sebaliknya, orang yang miskin dapat berpura-pura tampil mewah. Padahal itu dari hasil menyewa, meminjam, dan nekat hutang sana-sini.


2. Punya Teman Miskin

Kemiskinan bukan alasan untuk menjaga jarak pada teman di perumahan, sekolah, kuliah, atau tempat kerja. Sebab orang miskin belum tentu jorok, jahat, pencuri, dan bodoh. Hindari langsung berpikiran buruk pada orang miskin. Jangan salahkan kemiskinan. Melainkan jauhilah kepribadian manusia yang tercela, tak terpuji, dan anti sosial.


Pilih-pilih teman boleh saja. Namun, standar penyeleksian yang digunakan bukan pada harta yang dimiliki. Melainkan keimanan dan ketaqwaan seseorang. Buat apa punya teman kaya raya tapi cuma merusak masa depan. Lebih baik punya teman miskin yang menginspirasi serta membuat hidup lebih tercerahkan. Hidup bersama orang kaya belum tentu jadi kaya. Justru yang ada cuma jadi kacung.


3. Memiliki Orang Tua yang Sudah Sepuh

Kenapa mesti malu punya orang tua yang tidak lagi muda. Tak punya jabatan dan tak menghasilkan uang sebanyak dulu lagi. Alih-alih malu, semestinya sebagai anak yang berbakti malah membahagiakan hidup orang tuanya. Jika mereka meminta untuk ditemani di hari tuanya maka tidak usah cari-cari alasan menghindar. Itu adalah kesempatan emas daripada setelah mereka meninggal menyesal belum sempat memberikan apa-apa.

4. Berprofesi Tanpa Ijazah dan Tak Bermodal

Pada zaman dulu pekerjaan formal seperti berseragam di kantoran memang terlihat elit. Banyak tetangga dan teman sekolah atau kuliah yang terkagum. Di masa sekarang sudah mulai terjadi pergeseran. Tidak penting lagi pekerjaannya apa. Melainkan yang terpenting punya uang dan tak menganggur. Sebab, masyarakat sudah menyadari bahwa lapangan kerja semakin sempit.


Sekarang ini banyak sekali profesi tanpa ijazah maupun modal. Akan tetapi nyatanya penghasilan bulanan besar. Lebih lengkap baca 6 Profesi Berpenghasilan Lumayan Tanpa Ijazah Maupun Modal. Begitu juga jangan malu berwirausaha tanpa modal atau pun bermodal kecil. Hindari jor-joran atau gagah-gagahan. Bekerja itu adalah harga diri dan martabat. Kerja bukan seperti lomba lari maraton.


5. Berpola Hidup Sehat

Banyak sekali orang yang takut dan malu dikatakan sebagai orang sok sehat atau pilih-pilih makanan. Padahal apa yang dilakukan itu demi kesehatan terutama untuk kehidupan jangka panjang. Asumsinya, mungkin ketika masih muda tubuh belum terlalu merespon negatif terhadap makanan "sampah" yang dikonsumsi. Padahal di saat usia dewasa nanti beragam penyakit mulai bermunculan.


Tidak perlu malu berolahraga di saat orang lain pergi ke mall. Jangan malu menjaga pola tidur di malam hari dengan tidak begadang di kala teman-teman lain dugem. Begitu juga tak usah malu menolak rokok tatkala ditawari secara gratis. Lebih parah lagi, jangan malu menolak hidangan alkohol. Sebab manfaatnya jauh lebih sedikit dari pada keburukan yang didapat.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)