Sebagai Nasihat Hidup, Ingatlah 6 Perkara ini Sebelum 6 Perkara Lain

Banjirembun.com - Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Itulah sepenggal lagu atau syair yang pernah kita dengar terutama saat musim puasa ramadan. Perkara-perkara yang dimaksud masih global. Meliputi muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati.


Adapun 6 perkara sebelum 6 perkara pada tulisan ini lebih rinci yaitu terkait kegiatan sehari-hari yang sering dilakukan. Sama halnya di 5 perkara di atas, untuk 6 perkara di bawah ini juga mengandung nasihat. Supaya seseorang memperhatikan etika dalam menjalani tugas kemanusiaan. Dengan begitu hidup tak sekadar hidup.

Berikut ini hal yang harus diingat dari 6 perkara sebelum 6 perkara:


1.  Bekerjalah Sebelum Istirahat

Janganlah menikmati hasil dan kenyamanan sebelum bekerja. Orang yang istirahat tanpa didahului dengan berperan serta itu sama saja menganggur tapi dapat gaji buta. Akibatnya mungkin yang bekerja orang lain tapi dia juga ikut menerima hasilnya. Contohnya ialah anak muda yang jadi beban keluarga. Bukannya ikut bantu, malah seenaknya sendiri.


2. Punya Pendapatan Dulu Sebelum Belanja

Hasilkan sesuatu dari keringat sendiri sebelum belanja. Apalagi membeli kebutuhan-kebutuhan sekunder maupun tersier demi memenuhi gaya hidup. Tentulah suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri tatkala kalian mampu membeli sesuatu dari jerih payah pribadi. Bukan dari hasil mengemis orang tua maupun hutang di bank.

Jangan lupakan 6 perkara penting (Sumber gambar)

3. Berpikirlah Sebelum Menulis

Mengetik atau menulis apapun itu baik di buku, media sosial, atau di sarana lainnya mesti berhati-hati. Tulisan seringkali jadi karya abadi yang sulit dihilangkan dari garis waktu sejarah. Dari tulisan peradaban dunia dapat berubah. Tulisan dapat menjadi inspirasi dan hiburan bagi orang lain. Namun, di sisi lain tulisan juga dapat menyesatkan, menyakiti, dan merusak.


4. Dengarkan Dulu Sebelum Berbicara

Diam adalah emas tapi berkata baik (berkualitas) adalah berlian. Peribahasa itu mengisyaratkan untuk lebih banyak mendengar dari pada bicara. Setidak-tidaknya dengarkan dulu pembicaraan orang lain baru ungkapan ide pikiran yang bermutu. Kalau pun pembicaraan orang lain benar-benar tidak layak didengar lebih baik minta izin ke kamar mandi serta sekalian pamit undur diri.


5. Berusaha Hingga Mentok Sebelum Berhenti

Janganlah menyerah sebelum benar-benar yakin bahwa apa yang telah diusahakan memang sulit dilakukan dalam jangka panjang. Berhenti sebelum perang ibarat pecundang yang takut kehilangan harta dan nyawa tapi juga tak mau berjuang mempertahankannya. Sedikit-sedikit putus asa merupakan ciri orang yang tak punya prinsip dan belum menemukan jati diri.


6. Jadilah Bermanfaat Sebelum Meninggal Dunia

Menjadi manusia bermanfaat tidak harus mencolok, populer, menjadi tokoh, jangkauannya luas, atau tampil di depan. Seorang yang bekerja jadi perabot atau penjaga Masjid jika dia bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh dedikasi maka dapat disebut manusia bermanfaat. Begitu pula tukang kebun Madrasah yang profesional dan bertanggung jawab.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)