Kafir Tapi Islami, Dua Bukti Negara China Peduli pada Generasi Muda yang Menerapkan Pencegahan dan Antisipasi Ketat

Banjirembun.com - Dari sekian banyak negara, mungkin China jadi salah satu atau malah nomor satu dalam memperhatikan kualitas generasi muda penerus bangsa. Bagaimana tidak, potensi buruk dan negatif yang diperkirakan terjadi di masa depan sudah diantisipasi melalui tindakan pencegahan.


Kalau kalian perhatian, Negeri Tirai Bambu pernah melarang konten video yang bertema mukbang. Yakni, tontonan virtual yang menyuguhkan aksi makan besar oleh kreator di depan kamera. Biasanya dilakukan melalui siaran langsung. Di mana, tren makan ugal-ugalan tersebut bersumber dari korea selatan.

Mukbang dikaitkan erat dengan pemborosan makanan. Kalau yang melakukan satu dua orang mungkin bukan suatu masalah. Namun, bila hal tersebut jadi budaya serta kebiasaan wajar yang diikuti oleh banyak orang maka menjadi ancaman ketahanan pangan negara. Padahal masih banyak warga miskin yang kelaparan.


Larangan mukbang telah tertuang dalam peraturan tertulis yang berasal dari kampanye anti limbah organik-makanan. Undang-undang itu melarang pengunjung memesan panganan di rumah makan melebihi dari apa yang dibutuhkan. Serta tentu melarang pula pembuatan film atau video tentang makan besar alias mukbang.


Sanksi tidak hanya diberikan pada aplikasi media sosial dan televisi yang menayangkan tontonan mukbang. Pemilik warung atau toko makanan juga didenda ketika kedapatan mempromosikan untuk memesan makanan berlebihan. Termasuk pemilik toko roti bakal ditegur tatkala membuang-buang roti.


Mungkin bagi sebagian tradisi tertentu, aturan di atas sangat konyol. Akan tetapi ketika saat direnungkan lebih mendalam ternyata sangat masuk akal. Sebab, akan berakibat positif bagi kondisi ekonomi dan kehidupan sosial rakyat. Tidak ada lagi kecemburuan sosial yang muncul dari kesenjangan makanan.


Belum lagi makan dengan porsi berlebihan dikaitkan dengan ancaman gangguan kesehatan. Baik dalam jangka pendek maupun panjang di masa tua nanti. Ditambah limbah plastik pembungkus makanan dan minuman dapat berbahaya bagi lingkungan alam. Bukan hal berlebihan mukbang dikatakan melahirkan mentalitas buruk generasi muda.


Kalau dihitung-hitung hilangnya satu suap atau sesendok nasi mungkin bagi satu keluarga bukan masalah. Hal mengejutkan terjadi di waktu satu sendok itu dikalikan dengan ribuan, puluhan ribu, hingga jutaan kali penduduk sebuah negara. Sudah berapa ton dan kubik makanan yang terbuang sia-sia.

Tak cukup menekan generasi muda dengan mengatur pola makan di area publik. Negeri Panda itu juga membatasi game (permainan digital). Bermain game sudah dikontrol ketat. Terutama permainan game online atau gim daring. Pengguna permainan tersebut dibatasi dari segi usia, durasi, jadwal, dan jenis gamenya.


Anak yang berusia di bawah 18 tahun dibatasi bermain game online hanya boleh main 3 jam dalam sepekan. Mereka juga dilarang bermain game pada hari-hari sekolah aktif yaitu dari Senin sampai Kamis. Adapun di hari Jumat, Sabtu, Ahad, dan hari libur nasional dibolehkan dalam satu hari maksimal satu jam.


Aturan di atas dibuat guna melakukan pencegahan dan antisipasi kerusakan fisik maupun kejiwaan anak-anak. Meski masih dalam proses penelitian yang terus berlanjut, banyak temuan yang mengindikasikan bahwa bermain game online jauh lebih besar dampak negatifnya ketimbang nilai positif yang didapat.

Bendera China (sumber gambar)

Seorang anak memang memiliki naluri alami untuk bermain, berimajenesi, dan otaknya aktif bereksplorasi. Kendati seperti itu bukan berarti hanya dengan cara bermain game saja yang dilakukan. Kalau anak dibiarkan bebas bukan hal tak mungkin game online bakal menjadi candu. Bahkan, tak mustahil muncul penyakit baru akibat game online.


China negara yang sangat hebat. Peduli pada generasi mudanya. China berani melawan dan bertindak tegas pada industri game online yang punya laba miliaran dollar. Begitu pula tak segan menggasak industri kuliner yang terlalu mementingkan keuntungan dan abai terhadap kemaslahatan hidup orang banyak.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)