5 Bahaya Memiliki Rumah di Dekat Jalan Tol yang Tak Dapat Disepelekan

Banjirembun.com - Efek samping punya rumah di dekat tol tak dapat diremehkan. Bakal ada sejumlah dampak negatif ketika kalian tetap memaksa bertahan di sekitaran jalan tol. Juga bagi yang ingin investasi sangat tidak disarankan membeli rumah di pinggiran tol. Hindari pula lokasi tertentu yang direncanakan bakal dilewati proyek pembangunan jalan tol.


Banyak orang amat mengidam-idamkan punya rumah di sekitaran exit tol. Salah satu alasan utamanya yaitu ingin bebas macet. Cuma selangkah berjalan langsung masuk tol. Tentu hal tersebut sangat membantu dan menguntungkan bagi pekerja atau orang yang sering aktivitas ke luar kota. Kapan pun mau berangkat tak ada rasa cemas terkena macet.

Dalam satu kota pun terkadang pintu gerbangnya ada dua. Dengan begitu memiliki rumah di pinggir exit tol sangat membantu mempersingkat waktu. Lebih mengherankan lagi banyak developer perumahan yang membangga-banggakan lokasi perumahannya dekat pintu tol. Padahal di balik itu semua ada hal-hal buruk yang patut diwaspadai.


Baca juga: Sebelum Masuk Tol untuk Pertama Kali Perhatikan Hal Penting ini


Berikut ini beberapa hal yang membahayakan ketika punya rumah di dekat tol:


1. Terkena Penyakit

Ancaman gangguan kesehatan bagi orang yang tinggal di dekat jalan raya bukanlah mitos atau omong kosong. Terlebih ketika lalu lintas di depan rumah padat. Hal yang sama berlaku juga rumah di bawah atau samping tol. Gangguan pernapasan, kerusakan otak, hingga terkena masalah kejiwaan bakal terjadi dalam jangka pendek maupun panjang.


Banyak studi dan penelitian menyimpulkan bahwa rumah di pinggir jalan raya maupun tol sangat tidak ramah dan tak layak untuk perkembangan anak-anak. Dikatakan bahwa anak yang tinggal di dekat jalan besar memberi dampak jelek pada kemampuan komunikasi anak. Mengalami keterlambatan dalam berbicara. Risiko itu juga didapat dari masa kehamilan saat ibunya mengandung.


2. Suasana Bising

Kalian pasti pernah lihat tanah kosong selebar beberapa meter di sepanjang pinggiran jalan tol? Sebetulnya tanah itu dapat difungsikan untuk menanam pepohonan. Selain untuk membantu dalam membersihkan polusi udara, keberadaan pohon lebat dapat sedikit mengurangi kebisingan suara. Tidak perlu lagi menggunakan nada tinggi saat berbicara agar terdengar.

Pepohonan di pinggir jalan tol (sumber gambar)

3. Debu Mudah Menempel

Tak cuma asap kendaraan. Debu juga dapat menjadi polusi udara yang sangat mengganggu. Selain itu, ia mudah menempel pada tembok atau perabot rumah tangga. Tentu bakal butuh perawatan ekstra. Serta dalam beberapa kasus debu tersebut dapat memperpendek usia barang-barang yang ada di rumah. Kalau sudah begitu tentu mesti keluar biaya lebih.


4. Risiko Macet

Jalan tol juga bisa terkena macet. Meski tidak lama serta tak begitu panjang tersendatnya. Kendati seperti itu, masih banyak ditemui titik-titik kepadatan di jalur menuju dan keluar dari tol. Terlebih saat exit tol itu ada di persimpangan (perempatan) jalan atau setidaknya berdekatan dengannya. Apalagi itu merupakan jalur bus besar dan truk tronton.


5. Pengembangan Tata Ruang Tak Fleksibel

Keberadaan jalan tol akan sangat berpengaruh pada rencana tata ruang wilayah sekitar. Mau dibuat perumahan besar yang jalur penghubungnya memotong jalan tol tentu tidak bisa. Harus menggunakan jalan dan jembatan seadanya yang sudah berada di atas atau bawah tol. Itu pun juga sangat rumit untuk memperlebar jalannya di kemudian hari.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)