5 Tips Ampuh Agar Tak Dicurangi Penjual

Banjirembun.com - Penjual apapun itu baik yang menyediakan dagangan bahan masakan mentah, makanan matang, buah-buahan, peralatan rumah tangga, pakaian, hingga mainan anak-anak sangat mungkin berbuat curang. Biasanya dilakukan oleh pedagang pinggir jalan besar tempat pelancong melintas serta oleh penjual dadakan non permanen.

Ilustrasi pedagang non permanen di pinggir jalan (sumber gambar)

Bentuk kecurangan juga beraneka ragam. Mulai dari menaikkan harga melambung dari standarnya, mengurangi porsi atau takaran, sampai menurunkan atau menukar kualitas barang yang dijual. Semua modus tersebut tentu sangat merugikan. Tidak cuma itu, rasa jengkel alias dongkol lantaran berhasil diperdayai dan jadi korban penipuan dapat timbul.

Kendati seperti itu, ternyata sikap curang pedagang terkadang hanya ditujukan pada orang-orang tertentu. Mereka tak akan mencurangi pembeli dengan kategori khusus. Justru penjual akan respect. Yakni, pada pembeli yang tempat tinggalnya dekat dengan lokasi jualan lantaran berpotensi jadi pelanggan untuk ke depannya.


Selain itu, mereka juga bakal salut pada orang yang mendatangi dagangannya dengan perilaku sopan dan ramah. Serta tidak terburu-buru, egois, maupun terlihat tak ada keseriusan mau beli. Begitu pula pembeli yang tak menunjukkan kemewahan (kendaraan, perhiasan, dan pakaian) akan mendapat "keringanan" tersendiri dari penjual.


Oleh sebab itu, agar kalian tak dicurangi oleh penjual yang tak dikenali sebaiknya lakukan lima tips berikut:


1. Hindari Tampil Mewah

Jangan membawa mobil. Sebab para penjual matanya akan berbinar tatkala didatangi oleh pembeli yang menggunakan mobil. Menganggap siapa saja orang yang bawa mobil punya kantong tebal. Begitu pula orang yang tampil penuh perhiasan emas di tangan dan leher. Akibatnya, dapat dipastikan harga jual bakal dinaikkan secara mendadak.


2. Bersikap Sebagai Pribumi

Tunjukkan diri sebagai warga lokal. Bukan pendatang atau orang asing yang tak tahu apa-apa. Bila pedagang tahu pembelinya bukan warga sekitar maka mereka tak akan ada rasa khawatir berbuat sesuka hati. Berbeda tatkala itu penduduk asli, akan diperlakukan beda sebab khawatir saat dicurangi berakibat dagangannya tak akan laku bahkan dimusuhi.


3. Jangan Jawab Jujur Pertanyaan dari Penjual

Biasanya penjual akan bertanya "Tinggalnya di mana sih?". Pertanyaan itu untuk memastikan bahwa pembelinya tinggal di mana. Kalau orang dekat sekitaran bakal dispesialkan. Ada juga pertanyaan lain seperti "Mau beli berapa kilo/jumlah berapa?" Jangan langsung jawab. Tetap tenang. Sambil lihat-lihat barang yang ingin diincar.


4. Pasang Muka Biasa Tanpa Merasa Butuh

Muka pengen (mupeng) dapat menyebabkan pedagang merasa ke-PD-an. Bahkan, bagi pedagang tertentu yang kurang ajar tak segan bersikap seenaknya. Perilakunya seakan tak butuh pelanggan seperti kalian. Kalau sudah begitu mulailah menawar. Saat tawaran itu ditolak secara kasar, kalian harus langsung pergi begitu saja. Sambil membuang muka tanpa pamit. Lebih baik tak jadi beli daripada mendapat sikap buruk.


5. Jangan Bertanya Hal-hal yang di Luar Dagangan

Pedagang yang berbeda bahasa daerah dengan pembelinya akan merasa tidak nyaman diajak dialog tanya jawab di luar topik dagangan. Apalagi yang sok akrab. Mereka lebih peduli pada orang yang satu suku atau satu daerah. Terlebih lagi bertanya tentang kondisi daerah sekitar. Risikonya bakal jadi santapan empuk para pedagang.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)