6 Alasan Seseorang Nekat Caper Alias Cari Perhatian

Banjirembun.com - Cari perhatian atau caper adalah kondisi seseorang yang haus akan pujian, sorotan, omongan, dan minat dari orang lain di sekitar. Dalam batas wajar perilaku caper tidak masuk kategori gangguan kepribadian. Namun, saat tindakan yang dilakukan sudah parah dan bikin kecanduan si pelaku bisa saja itu tergolong perilaku menyimpang.


Cari perhatian dikatakan sebagai gangguan mental atau tidak harus dipahami dulu secara mendalam. Salah satunya diketahui dulu apa penyebab atau alasan seseorang berbuat caper. Selain itu hal penting lain yaitu tahu motif atau tujuan apa yang hendak dicapai dengan perbuatan caper. Kedua hal itu penting untuk diketahui sebelum menilai tindakan caper.

Lebih lanjut berikut ini alasan-alasan atau penyebab seseorang melakukan caper:


1. Siasat Play Victim

Orang yang play victim (bermain peran seolah-olah menjadi korban) bisa termasuk bagian dari caper. Dia menunjukkan dan mengesankan diri sebagai orang tertindas atau terzalimi. Penyebabnya mungkin dia ingin cari jalan pintas. Bisa juga mengalami jalan buntu tak tahu lagi dengan cara apa supaya masalah yang dihadapi bisa kelar secepatnya.


Play victim dilakukan biasanya oleh orang yang haus akan empati dan simpati dari orang sekitar. Baik pada yang dikenal maupun tak dikenal. Apapun cara akan dilakukan supaya orang terpengaruh aksinya. Tujuannya mungkin agar dia dapat memperoleh uang, kepopuleran, pujian, perlindungan, hingga rasa kagum dari orang lain.


Contoh yang mudah ditemui yaitu baru-baru ini penjual bakso keliling yang tampak dengan sengaja menjatuhkan diri di jalan raya. Sandiwara yang dia lakukan sangat ketara pada rekaman CCTV. Motif pedagang itu ternyata demi mendapat empati dari warga sekitar. Tentu dengan begitu dia bakal mendapat bantuan uang secara cuma-cuma.


2. Mengobati Rasa Sepi

Saat merasa sepi dan sendiri lantaran tak ada teman mengobrol maupun chatting membuat seorang mungkin melakukan caper. Bahkan, individu yang tak terbiasa caper sekalipun bakal melakukannya tatkala sepi (suwong). Dia akan membuat "acara" sendiri supaya orang lain mau memperhatikan dan menyapanya.


Contohnya adalah orang yang hiperaktif berkomentar maupun memposting di media sosial. Tanpa pandang waktu serta situasi, secara serta merta unjuk diri. Tindakan itu dilakukan hanya untuk membuang sepi. Syukur-syukur ditimpali sehingga suasana menjadi ramai. Hal itu salah satunya disebabkan mau mengajak mengobrol duluan lewat chat pribadi masih gengsi.


3. Membutuhkan Penilaian dari Orang Lain

Orang yang masih butuh penilaian, dan validasi (pengesahan) dari orang lain dapat dikatakan belum menemukan jati diri serta tak punya prinsip kuat. Cara pandang dan tujuan hidupnya masih belum terarah dengan tegas. Masih takut kehilangan karena sangat butuh orang lain untuk bisa bertahan. Intinya, hubungan interaksinya masih belum stabil.


Contohnya yaitu siswa yang berada di dalam kelas. Dia akan mencari perhatian pada gurunya. Dengan begitu sang guru bakal senang dan memujinya. Salah satu tujuannya yaitu agar dia mendapat nilai pelajaran yang tinggi. Dia akan takut ketika gurunya membenci atau mendapat penilaian buruk. Dia butuh pengakuan. Minimal diakui bahwa keberadaannya memang "ada".


4. Ingin Unjuk Diri

Unjuk diri dengan maksud ingin mempromosikan kemampuan diri supaya ada orang yang mau menggunakan jasa dan ketrampilan bukan suatu kesalahan. Akan tetapi, bila itu dilakukan disebabkan gangguan perilaku narsistik maka perlu ditangani. Orang seperti ini hanya ingin dikagumi tapi dirinya sendiri tak punya rasa empati kecuali hanya kecil.

Contoh dari orang yang unjuk diri dengan tujuan caper ialah seorang pekerja di kantor yang cuma mementingkan diri. Berambisi karir melesat dengan cepat. Dia hanya akan mau bergabung dengan orang-orang yang selevel. Cuma ingin menonjolkan diri di atas yang lain. Tanpa peduli kebutuhan dan perasaan orang lain bagaimana.


5. Tak Menyadari Tentang Pentingnya Harga Diri

Orang yang tak peduli apalagi tak tahu bahwa harga dirinya harus diangkat tinggi supaya tidak direndahkan sangat berpotensi bakal caper dengan cara salah. Orang seperti ini enggak tahu bagaimana cara melihat dirinya sendiri. Serta bagaimana cara terbaik untuk menempatkan diri.


Contoh gampangnya yakni seorang mahasiswa yang merasa dikucilkan atau setidaknya masuk golongan "tak terlihat" dan tak dihargai. Sayangnya, untuk memunculkan diri langkahnya melakukan caper dengan cara salah supaya mengembalikan rasa percaya dirinya. Misalnya memotong rambut dengan gaya norak atau pun memakai sepeda motor yang berkenalpot bising.

Ilustrasi orang yang "tak terlihat" di tengah keramaian (sumber gambar)

6. Ingin Menyaingi Seseorang

Sebuah kompetisi dalam kehidupan sosial merupakan hal lumrah. Kendati seperti itu, sebuah capaian atau prestasi yang digapai orang lain jangan dijadikan alasan untuk menghalalkan segala cara demi menyusulnya. Rasa iri dan cemburu dalam dada serta merasa terancam tersaingi jangan dihadapi dengan mencari perhatian. Melainkan dengan kerja dan aksi nyata.


Contohnya yaitu seorang pendukung calon pejabat tertentu bakal mencari perhatian dengan cara-cara tertentu demi "membungkam" atau menenggelamkan calon pesaingnya.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)