Cek Fakta Kebenaran Neil Armstrong Masuk Islam Setelah Mendengar Suara Azan di Bulan

Banjirembun.com - Kisah tentang Neil Armstrong mendengar kumandang azan saat berada di permukaan bulan sangat populer. Tidak cuma itu, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa manusia pertama yang menginjakkan kaki di rembulan itu juga masuk Islam. Lantas apakah kedua hal tersebut cuma isu atau mitos belaka? Jawaban ini patut diketahui demi kebaikan umat Islam sendiri.


Selama ini kaum muslim selalu jadi bulan-bulanan para munafik, kafir pembenci Islam, dan zindiq yang mengejek kebodohan para korban berita palsu. Salah satunya tentang kabar artis jadi mualaf. Ambil kasus yang paling santer yaitu isu tentang Jackie Chan pindah Islam. Padahal cerita bohong itu dibuat oleh mereka, disebarkan mereka, dan dipermasalahkan sendiri oleh mereka.

Agar tak jadi bahan tertawaan lagi sebaiknya persiapkan hati dan lapangkan dada untuk menerima realita. Ternyata Neil Amstrong pindah agama Islam dan mendengar suara azan di bulan adalah mitos. Desas-desus tentang itu sudah menyeruak lama. Tidak cuma di Indonesia tapi sudah mendunia khususnya di Amerika Serikat. Rumor keliru tentang orang tersebut telah menancap kuat.


Pada zaman dulu kala sebelum adanya smartphone, media sosial, dan akses internet murah umat Islam terperdaya dengan informasi menyesatkan. Mereka dibuat bangga seakan suara azan dengan ajaib mampu menembus luar angkasa hingga mampu didengar Neil Armstrong. Cerita itu disebarluaskan dari omongan orang awam di teras rumah hingga di forum-forum terdidik pada sebuah kampus.

Foto editan Neil Armstrong agar tampil Islami (sumber gambar)

Silakan tarik nafas dalam-dalam dulu. Kalian harus sadar dan menerima fakta kebenaran bahwa kabar Neil Armstrong pindah agama sehingga menjadi mualaf adalah menyesatkan. Nyatanya, meski terlahir dari orang tua non Muslim yang taat beragama Neil Armstrong memutuskan untuk tidak memeluk satu agama tertentu. Sebab orang tuanya sendiri tidak mendidik dan mengarahkan anaknya untuk taat pada agama.


Tidak perlu membajak atau mengaku-aku sosok pahlawan sebagai bagian dari komunitas umat beragama. Tak ada yang patut dibanggakan atas bertambahnya saudara seimanan. Justru yang wajib diperhatikan yaitu apakah dengan masuknya seseorang menjadi Islam akan berdampak baik bagi umat Islam. Jangan-jangan malah merugikan dan membahayakan bagi umat Islam. Lebih baik menjaga dan merawat saudara yang ada daripada "rakus" mencari saudara baru.

Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)