Bukan Biji Sawi Maupun Atom, ini Arti Zarrah yang Paling Benar

Banjirembun.com - Tak sedikit terjemahan al Quran atau para penceramah mengatakan bahwa arti zarrah adalah biji sawi. Sebab orang terdahulu beranggapan bahwa benda paling kecil ialah biji sawi. Ada pula yang mengartikan atom. Yakni, sebuah materi terkecil yang saking imutnya sehingga tidak dapat dibelah atau terbagi lagi menjadi unsur lain.


Zarrah dapat dimaknai sebagai sesuatu yang beratnya sangat ringan. Dari sini dapat dipahami bahwa titik fokus takaran zarrah bukan cuma pada voume (ukuran) tapi juga pada berat (timbangan). Dengan demikian, zarrah selain dikatakan sebagai sesuatu yang sangat kecil dapat pula didefinisikan entitas yang sangat ringan.

Menurut Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari mengutarakan sejumlah pendapat ulama mengenai makna zarrah. Di antaranya ada yang mengartikan zarrah yaitu semut kecil. Hewan tersebut selain berukuran kecil sehingga kadang tak nampak mata juga mempunyai berat yang sangat ringan. Bila ditimbang maka akan sulit untuk didapati kepastian beratnya.


Kendati seperti itu timbangan di akhirat yang disebut mizan tetap bakal mampu mengukur berat amal seseorang walau setara dengan zarrah. Sungguh itu menunjukkan Maha Adil dan Maha Detailnya Allah SWT. Semut saja sudah kecil apalagi yang berukuran paling kecil tentu sudah tak terbayangkan lagi.


Allah berjanji bakal menegakkan timbangan keadilan pada hari kiamat kelak. Di antara timbangan Allah untuk menimbang amalan sholeh di hari kiamat sifatnya adalah adil dan detail. Meski, amal yang dilakukan cuma sebesar zarrah, akan didatangkan untuk ditimbang. Sekecil apapun perbuatan yang dilakukan semua manusia akan melihat hasilnya.


Zarrah merupakan sesuatu yang sangat kecil. Itu merupakan ungkapan orang-orang arab dahulu untuk perkara yang sangat kecil. Sebagian mengatakan sebagai semut kecil. Artinya, kalau diletakkan di atas timbangan bakal sulit ditentukan beratnya oleh timbangan buatan manusia. Namun, ketika ada amal seukuran semut kecil pada hari kiamat tetap ada nilainya.


Jangan pernah meremehkan amalan sekecil apapun. Semuanya nanti pasti ada balasannya. Sebab, semua kebaikan di dunia ini kalau manusia beramal sedikit saja pahalanya sangat besar di akhirat. Contoh saja Rasulullah bersabda yang artinya "Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya". Walau hanya 2 rakaat ternyata dampaknya sungguh luar biasa.


Betapa sebuah amal kebaikan sekecil apa pun tak bakal ada yang sia-sia. Semua mendapat timbangan dan balasan dari-Nya. Meski amat ringan dan sekecil apapun ukuran amal sholeh maupun buruk yang dilakukan bakal mendapat hisab (perhitungan). Allah SWT membalas perbuatan hamba-Nya tanpa sedikit pun menzalimi hak mereka.


Nah, kembali lagi ke pemahaman tentang zarrah. Sudah barang tentu di zaman Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, dan ulama-ulama terdahulu tidak mengenal tentang konsep atom. Dengan demikian, kata zarrah ketika diartikan sebagai atom sungguh tidak tepat. Sebab, secara ilmiah pun sangat mungkin kelak ditemukan zat yang lebih kecil dan ringan daripada atom.

Biji sawi, rata-rata ukurannya 1-2 mm (sumber gambar)


Terdapat pula ulama yang mengatakan bahwa zarrah merupakan sisa pasir atau debu kecil yang menempel di telapak tangan. Setelah tangan ditempelkan lalu ditepuk ke permukaan pasir lantas kedua sisinya ditepuk sehingga muncullah partikel debu berterbangan.


Arti lain dari istilah zarrah yaitu benda-benda kecil yang melayang-layang di udara. Hal itu biasa ditemui saat membuka jendela di siang hari. Partikel kecil terlihat jelas akibat memantulkan sinar matahari. Kenyataan seperti itu sudah menunjukkan bahwa zarrah disebut suatu benda berukuran kecil. Tidak perlu menggunakan istilah atom untuk mengartikan zarrah.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia