Alasan Autoimun Sering Dikatakan Sebagai Penyakit Kena Guna-guna

Banjirembun.com - Autoimun adalah penyakit misterius. Masih sedikit standar referensi dan ilmu kesehatan tentang hal tersebut. Belum dapat dipastikan secara mutlak dan ilmiah apa penyebab penyakit autoimun. Begitu pula cara menyembuhkannya.

 

Hingga sekarang masih banyak dokter umum maupun dokter spesialis (selain spesialis Penyakit Dalam, imunolog, dan spesialis autoimun) yang tak begitu perhatian pada penyakit ini. Padahal autoimun mampu menjelma menjadi penyakit-penyakit lain.


Tatkala ada gejala-gejala autoimun dibawa ke pusat kesehatan, penanganan utama yaitu mengurangi dan menghilangkan gejala. Nahasnya, obat-obatan yang diresepkan tersebut seringkali malah memperparah penyakit autoimun.


Prinsip penanganan autoimun bukan difokuskan pada meredakan gejala. Melainkan tentang bagaimana sistem imunitas tubuh dapat dikendalikan kembali. Agar normal dan stabil. Dengan begitu sel-sel imun tidak bergejolak sehingga tak menyerang sel lain, jaringan, dan organ tubuh.


Baca juga: Pengalaman Pribadi Menjinakkan Gejala Autoimun yang Terparah dalam Hidup


Sayangnya, biaya penanganan autoimun sangat mahal. Jangankan untuk terapi atau pengobatan lebih lanjut. Guna pemeriksaan awal bertujuan hanya menegakkan diagnosis supaya tahu kepastian kena autoimun atau tidak diperlukan uang antara 400-an ribu hingga jutaan.


Kenyataan itu membuat orang yang diduga menyandang autoimun memilih mundur halus. Apalagi dokter yang menangani pelit ilmu. Sekadar memberi resep untuk ditebus dan memberi surat rujukan tanpa memberikan wawasan dan pengetahuan.


Wajarlah tatkala ada yang mengatakan autoimun sebagai penyakit elit. Sebab, butuh biaya mahal yang mana dalam kasus fatal dapat menembus puluhan juta dalam sekali periksa dan menebus obat. Namun nyatanya, penyakit ini tak cuma diderita orang berduit tapi juga kalangan bawah.


Masalahnya, bagi masyarakat awam kendala yang dialami selain minim duit yaitu ketidakpedulian dan ketidaktahuan mereka pada penyakit autoimun. Mereka malas dan pesimis untuk mencari informasi autoimun di internet, komunitas penyintas autoimun, maupun ahli kesehatan.


Dampaknya tentu mengerikan. Pola makan dan pola hidup yang tidak sesuai dengan protokol autoimun menyebabkan gejala-gejala semakin parah. Malah sangat mungkin terjadi gejala fatal seperti kelumpuhan, kebutaan, kerusakan organ, hingga berujung kematian.


Keluarga pasien autoimun terkadang baru menyadari korban terserang autoimun ketika sudah terlambat. Tak bisa ditolong lagi. Jika saja dari awal sudah memahami maka peluang pulih (terkendali) masih besar. Tentu itu butuh waktu, kesabaran, dan perjuangan yang tak gampang.


Baca juga: Inilah Terapi-terapi yang Saya Lakukan Hingga Tercapai Remisi Gejala Autoimun


Misal saja ada orang yang mengalami gangguan persendian akut. Serta merta pergi ke spesialis ortopedi. Tentu di sana cuma diberi obat khusus di bidang tersebut. Berbeda tatkala dibawa ke spesialis autoimun bakal diberi juga obat khusus pengidap autoimun.


Penanganan yang salah menimbulkan gejala makin parah. Bahkan, gejala-gejala lain ikut bermunculan dan bertambah. Itulah yang pada akhirnya membuat autoimun dikira sebagai penyakit kena guna-guna, sihir, atau santet. Dibilang dunia medis sudah angkat tangan.


Ilustrasi boneka santet (sumber gambar)

Persangkaan autoimun sebagai penyakit guna-guna barangkali wajar. Sebab ritme, gejala-gejala, serta ciri-cirinya tidak jelas dan tak pasti. Datang dan pergi begitu saja seakan secara acak atau tanpa sebab. Alhasil, yang terjadi penderita autoimun dipasrahkan ke dukun supranatural.


Ditambah lagi saat diperiksakan ke doktor tak begitu menyelesaikan masalah. Kalaupun mampu meredamkan butuh biaya mahal. Itupun bukan cuma butuh sekali dua kali datang. Diperlukan berkali-kali datang untuk mengecek perkembangan penyakit agar dokter tahu cara tepat menangani.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)