5 Akibat Bekerja Menggunakan Cara Haram

Banjirembun.com - Sebagian umat Islam masih terlena tetap bekerja dengan cara haram. Memilih jalan pintas untuk meraih pundi rupiah. Meski tak melanggar hukum negara tapi nyatanya menerabas larangan agama.


Salah satu alasan seseorang menggunakan langkah haram dalam bekerja yaitu pemahaman yang salah tentang konsep rezeki. Dia tak punya akidah benar bahwa jatah rezeki itu sudah ditetapkan. Tidak dapat diotak-atik lagi.


Baca juga: Akidah Umat Islam Patut Dipertanyakan Ketika Meragukan 6 Hal ini, Salah Satunya Tentang Ketetapan Rezeki


Penyebab lainnya siapapun memutuskan cari duit secara haram karena punya penyakit istibtha. Yakni, obsesi berlebih ingin segera kaya. Lengkapnya baca "Hati-hati dengan Penyakit Istibtha', Kebelet Sukses Secara Prematur".


Sayangnya, kekayaan dan kemewahan dari hasil haram membuat manusia lupa diri. Apalagi tatkala tak ada hukuman atau azab Allah SWT yang segera datang padanya. Membuat mereka percaya diri untuk terus berbuat zalim.


Kezaliman pada diri sendiri maupun orang lain yang berbuah kesuksesan serta kebahagiaan "semu" itulah yang disebut istidraj. Yakni, hal luar biasa atau tidak wajar yang diterima oleh orang tak beriman, lemah iman, zalim, dan penuh ankara murka. 


Istidraj hanya jadi tipu daya bagi para penerimanya. Mereka bakal terlena dengan kenikmatan palsu yang diperoleh. Padahal kelak bakal mendapat azab. Kalau tidak di dunia dan akhirat, paling tidak di akhirat bakal dapat siksa pedih.


Inilah lima akibat ketika terus-menerus bekerja menggunakan cara haram:


1. Kehilangan Iman

Hati yang mengeras dan perut yang kotor terkena najisnya makanan haram mampu melunturkan keimanan. Saking asiknya bergelimang harta tanpa "melibatkan" Allah membuat lupa pada-Nya. Mungkin saja masih sholat, tapi itu tanpa makna.


2. Kehilangan Kesehatan

Jangan kira penyakit datang pada pendulang uang dengan cara haram sebagai wujud azab semata. Bisa jadi itu merupakan bentuk Allah SWT mengingatkan hamba-Nya. Agar tidak melanjutkan meraup kesuksesan secara lalim.

Ilustrasi uang haram (sumber gambar)

3. Kehilangan Sahabat Sejati

Percayalah,  sahabat sejati tak akan membiarkan kawannya tersesat. Sebaliknya, teman palsu hanya mau mendekati di kala partrnernya bergelimang harta. Mereka bakal hilang saat dibutuhkan lantaran terpuruk jatuh.


4. Kehilangan Harta

Harta haram tak membawa berkah. Bukannya cukup untuk kebutuhan hidup malah terasa serba kurang. Bahkan, tiba-tiba berkurang dengan cepat. Seakan hilang. Baik keluarnya dengan terpaksa maupun rela.


5. Kehilangan Bahagia

Boleh saja harta melimpah. Namun, jangan berharap mampu bikin bahagia. Terkadang ada saja masalah kehidupan yang dialami lantaran terus mencari dan memakai uang haram. Supaya bisa bahagia jalan satu-satunya menguras uang. Itu pun cuma kebahagiaan nisbi.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)