6 Manfaat Sikap Qanaah Bagi Kehidupan Dunia dan Akhirat

Banjirembun.com - Qanaah adalah hati yang menerima, rela, atau ridho atas ketentuan rezeki dari Allah SWT. Sikap qanaah membuat pelakunya menjadi tenang, bersyukur, dan merasa cukup atas rezeki halal yang didapat.


Orang yang qanaah tolok ukur bahagia bukan didasarkan pada jumlah atau nominal rezeki. Melainkan keridhoan dari Allah SWT yang semata-mata ingin diraihnya. Baginya, buat apa melimpah tapi dari sumber haram.


Dalam sudut pandang orang serakah, tamak, atau rakus seberapa pun besar rezeki yang diperoleh tak bakal memuaskan batin. Senantiasa merasa kurang. Bahkan, hatinya penuh kecamuk disertai rasa penasaran saat belum tercapai.


Hal berbeda terjadi pada orang yang qanaah. Hatinya merasa berkecukupan lantaran tak punya hutang, tanggungan, maupun beban biaya di luar kemampuan. Itu sudah bisa membuatnya senang dan semangat.


Meski tak mewah serta melimpah ruah, tangan orang qanaah begitu ringan. Menolong dan memberi sebagian miliknya pada sesama. Sikap tersebut justru membikin hatinya puas karena telah menjalankan perintah-Nya. Yakni, berakhlak baik pada makhluk-Nya.


Qanaah Terletak di Hati

Jangan tertipu penampilan. Banyak orang-orang miskin yang kelihatannya zuhud, menerima takdir, maupun qanaah ternyata hatinya buruk. Sebaliknya ada pula orang yang kaya punya hati lurus, zuhud, dan qanaah.


Bisa jadi seseorang di hari ini qanaah lantas tiba-tiba esok pagi memberontak tak puas. Memprotes atas rezeki yang menurutnya berjumlah kecil. Padahal, nyatanya itu sudah cukup dan sesuai dengan kebutuhannya.


Misalnya, ada dua orang bermukim di lokasi sama. Orang pertama bergaji UMR 2,5 juta perbulan. Sedangkan orang kedua cuma 600 ribu sebulan. Bagi orang yang qanaah gaji sebesar itu sudah mencukupi. 


Baginya, asal tak punya hutang dan badan sehat sudah bikin gembira. Dia mampu memanfaatkan penghasilan yang didapat dengan sebaik-baiknya. Kalaupun ingin menambah dengan cara kerja halal. Tak terbesit untuk menzalimi diri maupun orang lain.


Sedangkan bagi orang pertama, mungkin gaji sebesar itu awalnya mampu memuaskan hati. Namun, lantaran salah dalam mengelola membuat dia kehilangan kontrol. Alhasil, bakal terus merasa kurang meski sebesar apapun uang yang diterima selalu ingin menambah.


Penyebab Tidak Punya Sifat Qanaah

Penyebab orang tidak qanaah salah satunya tak meyakini bahwa rizqi sudah diatur dan ditakar oleh Allah SWT. Enggak bakal tertukar. Masing-masing manusia punya jatah. Di mana, seseorang tidak akan mati sebelum seluruh bagian rezekinya diterima.


Baca juga: Akidah Umat Islam Patut Dipertanyakan Ketika Meragukan 6 Hal ini, Salah Satunya Tentang Ketetapan Rezeki


Alasan lainnya, bisa saja terpengaruh oleh orang lain. Baik secara langsung maupun melalui persepsi yang salah. Misalnya, gara-gara ingin menyaingi harta orang lain serta tak mau kalah membuat hati bergemuruh.


Hilangnya qanaah membuat hati tak terkendali. Ditambah banyaknya angan-angan dan keinginan duniawi membuat hasrat makin meraja lela. Ia lupa bahwa mengejar dunia ibaratnya minum garam. Makin diteguk malah semakin haus.

Sumber gambar

Perlu diingat bahwa qanaah bukanlah sikap pasrah, menyerah, masa bodoh, atau tak peduli pada nasib. Sebenarnya orang qanaah sudah bertawakal. Yakni, berusaha sungguh-sungguh kemudian mempercayakan hasilnya pada Allah SWT.


Manfaat Qanaah

Sejumlah manfaat sifat qanaah yaitu:


1. Pelaku punya sifat mulia. Orang qanaah pasti mudah bersedekah, ramah, tidak iri, bersemangat, hingga berprasangka baik. Hal tersebut disebabkan pikiran dan hatinya tidak terkotori oleh cinta dunia.


2. Hidup tenang. Seseorang mengalami pusing, gelisah, frustasi, atau depresi karena apa yang diinginkan tak terwujud. Jika semakin sulit keinginan dicapai maka risiko stress makin besar.


Baca juga: Jangan Terlalu Sempurna Merencanakan Kehidupan, Cukuplah Allah SWT yang Menyempurnakan


3. Selalu ingat Allah SWT. Orang qanaah punya kekuatan iman baja. Dia yakin betul bahwa sikap qanaah yang dilakukan bakal mendapat nilai kemuliaan di sisi-Nya. Sebab qanaah merupakan kewajiban dan bukan pilihan.


4. Kebahagiaan lahir batin. Bahagia yang sejati terletak di hati. Tolok ukurnya bukan pada materi. Akan tetapi dari kedekatan seseorang pada-Nya. Di mata manusia mungkin dia bukan orang kaya. Namun, sebenarnya dia memperoleh kekayaan hakiki.


5. Terjaga dari perbuatan dosa. Orang yang tak qanaah biasanya sudah tidak peduli lagi pada ajaran agama. Lebih parah mengutuk dan melaknat Allah SWT yang telah memberinya nyawa.


6. Terhindar dari was-was. Kekhawatiran terhadap masa depan sering kali membuat kalut. Lebih parah lagi sudah menyerah dan berhenti sebelum berusaha. Dengan qanaah hati jadi mantap dan teguh melangkah.


Barangkali perilaku qanaah memang sulit diterapkan secara totalitas. Kendati seperti itu, dengan melatih diri disertai keimanan bukan hal mustahil punya sifat qanaah.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)