Penyesalan Seluruh Manusia Ketika di Alam Barzah

Banjirembun.com - Adanya kehidupan alam barzah atau yang kerap disebut alam kubur wajib diimani oleh setiap umat Islam. Di sana merupakan tempat pertama berlabuh setelah kematian terjadi. Sebagai hidangan "pembuka" sebelum menuju surga/neraka.


Alam barzah adalah tempat singgah sementara. Sambil menunggu hari kebangkitan tiba. Menjadi sekat pemisah antara kehidupan dunia maupun dengan akhirat. Di mana, pemisah itu tak dapat ditembus oleh penghuninya. Artinya, mustahil roh orang mati bisa ke alam manusia.


Bagi umat Islam terpilih tatkala di alam kubur mereka tentu mendapatkan kenikmatan luar biasa. Bagi kafir, munafik, dan pendosa besar yang tak bertaubat bakal memperoleh siksa kubur. Tingkat keparahan sesuai dengan amal maksiatnya.


Perlu ditekankan bahwa tidak semua penghuni surga bisa terbebas dari azab kubur. Orang yang mendapatkan nikmat kubur pasti dapat surga. Namun, orang yang kelak masuk surga sangat mungkin diazab dan dihisab dulu sebelum memasuki surga.


Orang beriman diperlihatkan surga sebagai kabar gembira. Setelah itu mereka langsung berujar "Ya Allah, segera cepatkan kiamat agar saya segera menikmatinya". Adapun bagi yang lain justru ketakutan pada ancaman neraka yang ditunjukkan.


Baca juga: 7 Alasan Umat Islam Tak Boleh Takut dan Benci Pada Kematian


Ada hal unik yang cukup menggelitik. Yakni, baik orang yang mulia maupun hina di alam barzah mereka semuanya sama-sama mengalami penyesalan. Entah di antara mereka mana yang paling kecewa pada diri sendiri, tapi intinya rasa puas di hati belum ada.


Orang yang dimuliakan di alam kubur menyesali lantaran merasa kenapa amal sholeh saat hidup dulu tidak diperbanyak. Tidak cuma itu setelah tahu pahalanya mereka juga berharap bisa hidup lagi untuk menerima musibah, cobaan, atau ujian di dunia.

Sumber gambar 


Mereka telah merasakan sendiri balasan atau ganjaran luar biasa di alam barzah atas kesabaran dari kesulitan dan kepedihan yang dialami semasa hidup. Sebut saja seperti hinaan, fitnah, ghibah, penyakit, kesempitan, kemiskinan, atau semacamnya.


Lebih ekstrim mereka ingin hidup lagi walau beberapa saat. Alih-alih bertujuan untuk memberi wasiat atau menikmati dunia, malahan justru "cuma" ingin kulitnya dicubit lalu digunting-gunting. Mereka ingin mendapatkan balasan nikmat atas rasa sakit yang diterima itu.


Sedangkan untuk yang mendapatkan azab kubur tentu mereka menyesal semasa hidup tidak percaya akan adanya kehidupan abadi setelah kematian. Mereka mengabaikan perintah dan larangan Allah SWT.  Hidup di dunia dihabiskan hanya untuk berbuat maksiat (pelanggaran agama).


Baca juga: Renungan Bagi Umat Islam yang Masih Ragu Terhadap Adanya Kehidupan Abadi Setelah Kematian


Berzina, mabuk, zalim, korupsi, mencela, meninggalkan sholat, hingga perbuatan maksiat lainnya dilakukan. Mereka berangan-angan kembali hidup di dunia tujuan utamanya hanya ingin beriman dan bertaubat. Keduanya sudah cukup melenyapkan siksaan kubur.


Itulah fenomena kehidupan di alam barzah. Di sanalah banyak yang menyadari bahwa kehidupan dunia tidak ada apa-apanya. Mereka merasakan sendiri ternyata kehidupan dunia sangat pendek. Dibanding di alam barzah yang lama.


Sesudah di alam kubur berpikir masa hidup di dunia yang telah dilalui cuma sepenggal hari. Yakni, dari waktu dhuha hingga duhur atau waktu dhuhur sampai ashar. Kenikmatan yang diterima di dunia tidak sebanding dengan nikmat kubur yang didapat.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Contoh Visi dan Misi Pribadi

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Tanya Jawab Tentang Filsafat Pendidikan Islam dan Upaya Pembaruan Pendidikan Islam

Visi dan Misi dalam Bekerja

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? Itu Kode Angka Organisasi Keagamaan Indonesia

Arti SHP dalam Serial Anime One Piece