10 Penyebab Berkurangnya Kadar Vitamin D di Tubuh

Banjirembun.com - Ada yang bilang vitamin D sangat penting bagi tubuh. Bahkan, pihak tertentu lebih ekstrim mengatakan vitamin D obat sekaligus pencegah gejala dari banyak penyakit.


Defisiensi (kekurangan) vitamin D tidak cuma terjadi di wilayah bumi bagian utara. Banyak juga masyarakat di negara garis katulistiwa mengalami minimnya vitamin D dalam tubuh.


Terlebih sekarang ini lumrah sekali ditemui orang yang menghindari sinar matahari. Selain demi menjaga kecantikan kulit ada pula yang takut terkena penyakit akibat paparan radiasi ultraviolet.


Berikut ini beberapa penyebab kurangnya vitamin D:


1. Kelelahan

Kelelahan akibat bekerja keras, berkendara, latihan ekstra, olahraga, maupun aktivitas lain yang dilakukan sering atau hampir setiap hari dapat menyebabkan menurunkan vitamin D pada seseorang. Oleh sebab itu, atlit atau olahragawan butuh asupan lebih.


2. Stress

Depresi atau stres menyebabkan otak bekerja keras. Tentu juga dapat mengganggu metabolisme tubuh secara keseluruhan. Dengan kata lain, meski nampak sehat sejatinya badan mengalami gangguan. Itulah yang berperan menguras cadangan vitamin D.


3. Kurang Tidur

Insomnia menyebabkan depresi atau sebaliknya depresi mengakibatkan kurang tidur. Istirahat di malam hari dengan melelapkan mata sangat penting. Bagaimanapun otak serta tubuh secara keseluruhan butuh ditidurkan. Minimal 7-9 jam.


Baca juga: 5 Penyebab Insomnia dan Solusinya


4. Kurangnya Asupan Vitamin D Secara Alami

Vitamin D dari alam bisa didapatkan dari paparan sinar matahari, makanan nabati, dan makanan hewani. Sayangnya, kerapkali asupan alami tersebut tetap saja kurang. Masih butuh suplemen vitamin D3 untuk memenuhi kebutuhan harian.

Ilustrasi suplemen vitamin D3 (sumber gambar)


5. Konsumsi Obat-obatan

Obat tertentu seperti obat anti kejang, obat kolestrol, dan lain-lain mampu dengan sangat cepat "menyedot" kadar vitamin D dalam tubuh. Resiko yang terjadi yaitu hilangnya vitamin D secara mendadak dan drastis.


6. Penyakit 

Penyakit radang usus maupun iritasi usus dapat mengganggu proses penyerapan vitamin D dalam bentuk makanan. Hal itu setali tiga uang dengan penyakit autoimun. Serta penyakit-penyakit lain yang berpotensi hampir sama. Termasuk parkinson.


Baca juga: Alasan Autoimun Dikatakan Sebagai Penyakit Kena Guna-guna


Alasan lain, sejumlah penyakit di atas dapat menguras tenaga. Di mana, energi tubuh yang berkurang itu berkaitan erat dengan hilangnya kandungan vitamin D. Ibaratnya, sudah jatuh tertimpa tangga.


Entah penyakit-penyakit itu yang menyebabkan berkurangnya vitamin D atau lantaran kurang vitamin D dapat mendatangkan penyakit masih perlu penelitian lebih lanjut. Intinya, jangan sampai kekurangan vitamin D.


7. Warna Kulit Gelap

Kulit gelap memiliki peluang lebih sulit atau sedikit memperoleh manfaat berjemur di bawah matahari. Dibutuhkan waktu lebih lama. Namun, perlu diingat bahwa radiasi matahari sangat berbahaya. Terlebih lapisan ozon di bumi sekarang ini berlubang.


8. Lansia

Beberapa organ pada tubuh manusia lanjut usia mengalami penurunan performa. Butuh dosis harian vitamin D3 lebih tinggi dari usia lain. Tak cuma itu, biasanya mereka jarang terpapar matahari. Tentu juga pola makannya serba terbatas.


9. Obesitas

Orang bertubuh tambun memiliki lapisan kulit tebal. Kandungan lemak dalam tubuh begitu melimpah. Padahal biasanya vitamin D mengendap sebagai cadangan di dalam lemak. Akibatnya, peredaran vitamin D dalam tubuh bermasalah.


10. Vegetarian

Model atau jenis diet sangat banyak. Salah satunya berupa vegetarian. Lebih ekstrim lagi melakukan diet vegan yaitu tanpa nasi dan gula. Berbagai macam diet yang salah atau tak sesuai dengan kebutuhan masing-masing tubuh dapat menyebabkan menurunnya vitamin D.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Link Grup WA Terbaru 2020

Visi dan Misi dalam Bekerja

Kumpulan Group WhatsApp Berbagai Komunitas Koleksi *Banjir Embun*

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)