Enggak Perlu Minder, Kesendirian dan Tak Mencolok di Kehidupan Masyarakat Malah Bikin Bahagia

Banjirembun.com - Jangan langsung reaktif menanggapi keberanian judul artikel ini. Bagi orang yang terbiasa aktif di kegiatan masyarakat mungkin bakal menolak keras. Sebaliknya, bagi kaum pendiam dan memilih "jalan lain" juga tak perlu begitu gembira merespon tulisan ini.


Masing-masing manusia punya gaya dan cara sendiri dalam aktulisasi. Serta berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat di pembangunan peradaban. Oleh sebab itu, hindari memaksakan siapapun untuk menjadi seperti apa yang kamu dan manusia lain telah lakukan.


Agar disebut menjadi manusia bermanfaat tidak harus mencolok di masyarakat. Faktanya, banyak tokoh yang berperan besar bagi tatanan kehidupan keberadaannya di balik layar. Tak sedikit pula sosok fenomenal tapi dalam hidupnya hanya punya teman sedikit.


Baca juga: Pentingnya Berbagi Peran dalam Bermasyarakat Biar Semua Kebagian Jatah Menjadi Manusia Bermanfaat


Bersosialisasi memang teramat penting. Akan tetapi setiap orang punya dosis, durasi, lokasi, frekuensi, hingga komunitas yang berbeda. Sebab, kondisi seperti apa yang cocok baginya belum tentu pas untuk diterapkan pada pihak lain. Inilah gunanya mampu memahami diri sendiri.


Manfaat Punya Teman Sedikit dan Tak Mencolok di Kehidupan Masyarakat

Mempunyai teman, relasi, sahabat, atau orang dekat yang bersedia diajak interaksi secara rutin memanglah punya banyak faedah. Kendati seperti itu, bukan berarti semakin banyak teman serta merta membuat bertambah manfaat. Malah terkadang sedikit saja jauh lebih bikin bahagia.


Buat apa punya banyak teman tapi hatinya masih kesepian. Untuk apa pula mencolok di kehidupan masyarakat kalau cuma ingin diakui dan dipuji. Lebih baik punya sedikit saja, tapi tentunya yang tepat. Serta tampil sewajarnya saja di lingkungan tetangga, pendidikan, dan tempat kerja.


Memiliki sedikit teman sama artinya punya banyak waktu untuk pengembangan, peningkatan, perbaikan, intropeksi, hingga giat latihan oleh diri sendiri. Dengan begitu daya kreativitas menjadi lebih terasah. Tak ada teman yang mengatur, melarang, menakuti, atau bentuk komentar lain.


Lebih dari sekadar itu. Orang yang ingin tampak mencolok di masyarakat biasanya hidupnya penuh beban. Disebabkan oleh terlalu banyak tuntutan pada diri sendiri. Padahal kenyataannya orang di sekitarnya tidak peduli pada apa yang terjadi padanya. Saat di atas dielu-elukan. Saat di bawah dicampakkan.


Kalau sudah begitu, seseorang rela menggadaikan prinsip hidup dan mengabaikan jati diri demi mempertahankan hubungan pertemanan dan mendapatkan posisi di masyarakat. Merasa takut kehilangan, dibenci, dan dijauhi tatkala keteguhan hati tetap dipertahankan dalam pergaulan.


Padahal suatu jalinan persahabatan yang dipaksakan, tidak tulus, maupun penuh dengan modus enggak baik untuk dipertahankan. Seyogyanya, pilihlah teman yang benar-benar bikin bahagia lahir-batin atau jiwa-raga. Bukan teman palsu yang penuh intrik dan tujuan duniawi semata.

Kadang teman dekatmu berkurang jumlahnya, tapi bertambah nilai maknanya (sumber gambar)


Manfaat punya teman sedikit lainnya yaitu efisiensi. Tak perlu waktu banyak, uang melimpah, tenaga ekstra, dan beban pikiran ketika punya teman yang tepat. Daripada jumlahnya banyak tapi mengakibatkan hidup terasa berat. Mendingan semua "sumber daya" tersebut dipakai untuk memajukan diri.


Dari sini dapat dipahami bahwa dalam interaksi sosial hindari berpatokan pada jumlah. Melainkan pastikan dulu apakah sebuah keterikatan yang dijalin bisa menyehatkan mental secara utuh. Dengan demikian, jangan terpancing omongan orang lain. Biarkan saja dibilang kuper, anti sosial, pendiam, atau semacamnya.


Hidup ini bukan ditujukan untuk menuruti mulut manusia. Asal tidak melanggar norma agama maupun hukum negara teruslah lakukan apapun yang bikin bahagia. Bila sudah tak betah lagi di lingkungan sekarang maka merantaulah. Cari teman yang sesuai idaman hati.


Baca juga: 5 Alasan Para Perantau Memilih  Putus Hubungan dengan Masa Lalu Hidupnya


Luaskan pandangan. Panjangkan langkah kaki. Lebarkan jalan. Bukalah pikiran. Terus tambah wawasan. Serta beranilah mencoba hal baru yang positif di luar kebiasaan. Supaya hati tidak sempit. Segera sadar bahwa dunia ini tak selebar daun kelor.


Boleh saja saat ini masih kalah, hina, buruk, atau jadi pecundang di satu tempat. Namun, jadilah merdeka dan bebas di wilayah lain. Jangan biarkan dirimu terintimidasi, tertindas, dan tertekan. Hidupmu adalah milikmu. Seharusnya kamu lebih tahu apa yang terbaik untukmu.


Bacalah tulisan-tulisan motivasi, inspiratif, pencerahan, atau hal positif lainnya di situs Banjir Embun ini.


Komentar

Baca juga postingan berikut:

Visi dan Misi dalam Bekerja

Ratusan Stiker WhatsApp Lucu, Konyol, dan Menarik

Contoh Visi dan Misi Pribadi

PENELITIAN KEPUSTAKAAN (LIBRARY RESEARCH)